.:: Friday 21st April 2017 | Have a wonderful day | Work hard, work smart, work sincerely and work completely ::.

Headline news

Ingin punya website profesional yang elegan untuk bisnis, pribadi ataupun komunitas? Percayakan pada ”27 Art House”, a web design company headquartered in Singapore. www.27arthouse.com
Sedang mencari kursus privat untuk siswa Sekolah Dasar? ”Taqlima Privat” menyediakan tenaga pengajar privat yang bersertifikasi, para mahasiswa/i aktif berprestasi. Info lengkap: www.taqlima.com  
Suka belanja online? Coming soon! www.aafoshop.comNikmati kemudahan berbelanja dengan jari.

Blog Notes

[This post has been viewed for 2,660 times]
Catatan pengalaman: sekilas tentang seleksi wawancara dan LGD LPDP
17 votes, 5.00 avg. rating (99% score)

“Wajah negeri ini masa depan dapat dilihat dari optimisme pemudanya saat ini” – Adhitya Fernando

 ― PENGANTAR

Saya mulai catatan ini dengan Alhamdulillah, membenarkan bahwa sungguh Allah Swt selalu hadir untuk orang yang mau berusaha. “Sesungguhnya Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka itu sendiri yang akan mengubah apa-apa yang pada diri mereka” (Qs. Al Ra’ad : 11). Mimpi yang saya bangun dari sejak lama ― melanjutkan studi di luar negeri ― akhirnya sampai pada tahap yang begitu dekat pada kenyataan. Hari Senin dan Selasa, tepatnya tanggal 9 – 10 Februari 2015 kemarin saya menjalani seleksi beasiswa LPDP untuk studi magister luar negeri. Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan? (Qs. Ar. Rahman : 55).

“Bekerjalah seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok” – Muhammad Saw. Bagi sebagian orang, studi di luar negeri mungkin adalah mimpi yang sebenar-benarnya mimpi. Bahkan tidak sedikit yang ― tanpa berani memimpikan ― langsung menjustifikasi bahwa itu bukanlah takdirnya. Padahal, Abu Bakar As-Siddiq pernah mengatakan, “Jika kau berusaha lebih keras, maka itu dapat merubah takdirmu”. Sederhana saja pesannya, semua tergantung keinginan dan usaha. Bukankah kita juga sering diajarkan bahwa where the is a will, there is a way. Maka impikanlah dan rawat impian itu, make your dream goes viral, dengan begitu Anda sedang merancang semesta untuk mengidentifikasi Anda sebagai pemilik impian tersebut.

Adhitya Fernando - Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP menjembatani impian anak Indonesia. Sebuah warisan dari mantan Menteri keungan Sri Mulyani ini telah sukses mendapatkan sejumlah 140 alumni LPDP yang mengikuti program Talent Management. Ditargetkan sekitar 3000 orang anak-anak Indonesia menjadi penerima beasiswa LPDP setiap tahunnya (Eko Prasetyo, direktur LPDP). Dana abadi yang dimiliki LPDP cukup untuk mengirimkan 60.000 orang anak Indonesia studi di luar negeri hingga tahun 2045 nanti. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, setidaknya Indonesia membutuhkan 33.000 pemimpin kelas dunia. Beasiswa ini pun mengakomodir berbagai aspek  ― mengingat disparitas tingkat pembangunan dan gap of quality daerah di Indonesia dsb ― maka LPDP membuat diversifikasi jalur beasiswa, yaitu Beasiswa Pendidikan Indonesia Presidential Scholarship (kampus top 50 dunia), Beasiswa LPDP Reguler dan Beasiswa Afirmasi. Afirmasi khusus ditujukan kepada anak Indonesia yang berada (lahir, menjalani pendidikan wajib 12 tahun) di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) ― selengkapnya dapat dilihat di www.lpdp.depkeu.go.id. Jalur afirmasi inilah yang saya jalani saat ini, karena saya lahir dan dibesarkan di kabupaten Bengkalis ­― salah satu kabupaten terluar di provinsi Riau. Secara umum, tidak ada perbedaan antara beasiswa LPDP Reguler dan Afirmasi, kecuali pengkhususan pendaftar dan beberapa keringanan syarat pendaftaran.

Informasi mengenai beasiswa LPDP sudah sangat banyak tersebar di internet. Jika kita ketik “Beasiswa LPDP” di Google, maka tidak kurang dari 205.000 hasil pencarian yang akan kita temukan. Kisah sukses dan kiat-kiat beasiswa LPDP pun sudah sangat banyak yang menulisnya. Namun, hampir semua kisah yang beredar adalah kisah sukses ― dalam artian baru di-share setelah mereka berhasil mendapatkan beasiswa ― nah kali ini saya tampil beda, saya beranikan untuk menuliskannya langsung. Sebenarnya, ini pun berkat dorongan dari banyak teman-teman yang bertanya “share donk pengalaman kemarin”, “penasaran dengan wawancaranya”, “eh gimana nih seleksinya kemarin” dsb. Maka dari itu untuk mengakomodir semua pertanyaan dan memastikan teman-teman mendapatkan ulasan yang cukup komprehensif, akhirnya saya putuskan untuk menulis ini. Semoga menjadi doa untuk kelulusan saya (awardee). Sebelum lebih jauh, saya ingin menggaris bawahi bahwa catatan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya, Anda mungkin akan mendapat pengalaman berbeda, sehingga ini tidak mutlak untuk dijadikan acuan. Selain itu, kesimpulan dan tips yang saya sarankan nantinya juga merupakan elaborasi murni berdasarkan pengalaman yang saya jalani dan wawasan bacaan berbagai sumber yang pernah saya dapatkan, sehingga Anda harus tetap teliti dan rajin membaca berbagai sumber agar dapat mengambil kesimpulan best-practice apa yang Anda bisa terapkan nantinya.


Seleksi wawancara

Seleksi LGD (Leaderless Group Discussion)

Anda sudah menjalani tahap ini dengan baik. Percayalah, hasil tidak akan mengingkari usaha. Ia akan berbading lurus. Perjuangan sudah Anda lalui dengan penuh percaya diri, meminjam ucapan Sutan Sjahrir, hidup yang tidak diperjuangkan, tidak dapat dimenangkan.

Catatan (+) wawancara: Jika sebelumnya Anda adalah aktivis, atau memiliki pengalaman organisasi, sering melakukan presentasi, barangkali Anda juga pernah memiliki pengalaman wawancara kerja atau wawancara program non-degree seperti pertukaran pelajar dsb. Makah al tersebut akan memudahkan Anda, Anda akan terbantu untuk sesi wawancara dan LGD berkat pengalaman yang Anda punya. Saya mencontohkan, selama di HMI dan beberapa organisasi lainnya, saya cukup sering melakukan wawancara untuk recruitment (screening test istilah HMI) kepada calon pengurus ataupun calon kader, di jenjang perkaderan HMI juga saya diharuskan menjalani screening-test misalnya untuk mengikuti Latihan Kader II. Saya juga beberapa kali mengikuti pertukaran pelajar dan merasakan wawancaranya.

Catatan (+) LDG: Sama dengan wawancara, jika Anda punya pengalaman yang saya sebutkan di atas maka beruntunglah Anda cukup memahami dinamika forum diskusi, terbiasa menyampaikan opini bahkan berdebat, Anda cukup paham membaca karakter peserta diskusi, bagaimana menangkal opini dan mengarahkan pada tujuan dsb. Khusus kader HMI biasanya memiliki kelebihan dalam hal ini. Bagi yang aktif di ruang-ruang kuliah juga biasanya cukup terbantu. Di dalam proses seleksi apapun, Anda mesti ingat bahwa Anda berhadapan dengan manusia, kemampuan berkomunikasi adalah syarat yang utama, berapapun jeniusnya Anda.

Demikian apa yang dapat saya bagikan kepada Anda semua. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Mohon maaf jika terdapat kekurangan di dalamnya. Jika boleh, selipkanlah do’a untuk kelulusan saya pada seleksi LPDP ini. Pengumuman kelulusan akan keluar pada tanggal 10 Maret 2015 nanti. Semoga sukses untuk kita semua.

Jakarta, 02 Februari 2015.

Salam, sahabatmu.

Adhitya Fernando

 

Follow me

Adhitya Fernando

Chief Executive Officer at AFFO Group
Adhitya Fernando is a young professional. He passionate on entrepreneurship, leadership, politic, business, intellectualism, activism, motivation and design.
Follow me

What do you think? Leave your comment.

Loading Facebook Comments ...

So, what do you think ?

Complete this *

Translate »