[dropcap style=”flat”]M[/dropcap]asih saya ingat jelas ketika itu Pemilihan Raya (PEMIRA) UIN Suska tahun 2012 saya dipinang menjadi calon wakil presiden mahasiswa oleh sahabat saya dari salah satu organisasi intra kampus.

Semoga presiden republik Indonesia

 

 

Saat itu saya terima pinangannya. Sudah sempat konsolidasi dan mengurus berbagai persiapan, namun karena ada beberapa masalah yang memang krusial, terpaksa saya harus mundur dan merelakan sahabat saya itu maju dengan menggandeng orang lain.

Dijagokan sebagai presiden mahasiswa
Pada saat PEMIRA 2012 itu, suara-suara pendukung saya memang sudah cukup besar namun belum terlalu padu. Selanjutnya pada PEMIRA tahun 2013 ini, kembali muncul suara-suara yang menjagokan saya sebagai calon presiden mahasiswa UIN Suska. Tidak ketinggalan dari sahabat-sahabat dekat saya juga sangat solid mengkonsolidasikan agar saya maju sebagai capresma UIN 2013. Dukungan itu tahun ini sangat besar, muncul dari berbagai kalangan. Sampai-sampai pada saat itu, sebelumnya saya belum ada berbicara mengenai capresma, namun saat saya ke kampus dan bertemu dengan berbagai kalangan mahasiswa seolah sudah terbentuk opini bahwasanya saya adalah capresma dan mereka spontan menyatakan dukungannya. Saya sempat semakin percaya diri atas dukungan kawan-kawan semua, selain memang juga saya secara pribadi mempunyai niat untuk itu dan saya sudah siap secara mental, prestasi, pengalaman dsb.

Mendekati PEMIRA, ternyata ada kabar ganjil yang ternyata menyurutkan langkah kemajuan saya sebagai capresma. KPRM membuat peraturan bahwa capresma maksimal adalah semester 8. Saya jadi teringat pertentangan tahun lalu yang sempat memunculkan kegaduhan karena masalah yang sama. Pada saat itu ada dua kandidat yang sama-sama berada pada semester sepuluh. Pertentangan muncul dan sempat menimbulkan konflik. Singkat cerita akhirnya salah satu calon memutuskan untuk mundur dengan penuh kesadaran, namun satu calon lagi tetap maju dengan segala konsekuensi dan pelegalan yang terencana. Pada PEMIRA 2012, hanya ada satu pasangan calon yang memenuhi syarat semester, dari total 3 pasangan calon.

Akhirnya PEMIRA 2012 dimenangkan oleh pasangan calon semester sepuluh yang ketika pertentangan masalah semester terjadi mereka tetap ngotot untuk maju.

Melihat keadaan tahun ini yang hampir serupa dengan tahun kemarin, akhirnya saya putuskan dengan cukup berat hati untuk tidak maju sebagai capresma. Karena menimbang berbagai hal, termasuk pertentangan yang mungkin akan kembali memunculkan konflik. Namun, saya mengapresiasi kepercayaan dan dukungan teman-teman kepada saya, selain secara pribadi saya juga berkeyakinan penuh kemajuan saya. Saya saat itu merasa, “ya inilah saatnya”, saya merasa saya cukup kompeten, cukup berpengalaman mengenai ormawa kampus, cukup berprestasi dan cukup mental, cukup visi untuk perubahan dan jelas saya merasa bahwa saya mempunyai kapabilitas untuk jabatan sebagai presma nantinya.

Ikut meramaikan pemira
Menimbang kondisi di atas, saya tidak lepas peran begitu saja seketika saya menyatakan tidak maju dalam bursa calon. Saya tetap ikut memaikan peran dalam PEMIRA 2013, karena jelas saya masih punya waktu untuk berproses. Singkat cerita, KPRM 2013 telah menetapkan empat pasangan calon. Dan salah satu dari kandidat tersebut adalah kandidat saya, saya menaruh dukungan dan harapan pada kandidat tsb karena beliau memiliki visi dan misi yang selaras dengan saya. Selain beliau juga menurut saya adalah kandidat paling kompeten untuk jabatan yang akan diperebutkan tsb. Saya ikut turun langsung dalam aksi dan kampanye pemenangan kandidat ini, dan salah satu aktor intelektual dalam pemenangan kandidat tsb. Namun, singkat cerita pasangan calon dukungan saya ternyata tidak berhasil memenangkan PEMIRA. Kandidat hanya meraih suara terbanyak nomor 3. Kurang lebih 700-an suara. Tetapi bagi saya itu adalah prestasi yang cukup membanggakan, karena mengingat kemajuan kandidat ini serba mendadak dan cukup banyak rintangan.

Betapa tidak, keputusan untuk maju baru final ketika hari terakhir pendaftaran calon dan ketika calon sudah memasuki masa kampanye, kami masih disibukkan dengan proses melengkapi persyaratan administrasi yang ketika itu diminta agar diperbaiki kembali oleh KPRM. Saat itu, cuma tersisa sekitar 4-5 hari menjelang pemilihan. Kami baru mulai melakukan kampanye, namun tidak cukup waktu dan masa lagi untuk konsolidasi dengan berbagai ormawa selingkungan UIN. Selain berbagai ormawa tsb sudah jauh-jauh hari diajak berunding oleh pasangan calon yang lain, juga memang tidak mungkin meloby mereka agar merubah keputusan dukungannya sekejap waktu. Alhasil kami hanya turun kampanye seadanya. Kami merasa cukup efektif apa yang sudah kami lakukan, antara hari kampanye dan jumlah suara dukungan yang berhasil kami dapatkan, andaikan saja persiapan sudah jauh-jauh hari mungkin saja kami adalah pemenangnya.

Menolak pinangan baru
Saat ini adalah mendekati pelaksanaan kongres mahasiswa UIN Suska III tahun 2013, yang dimana salah satu agendanya adalah pemilihan ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) UIN 2013. Kembali saya mendapat dukungan dan kepercayaan dari berbagai kalangan untuk menduduki jabatan tersebut. Saya lagi-lagi merasa cukup kompeten untuk itu namun kali ini saya secara terpaksa menyatakan bahwa saya harus menolak pinangan teman-teman tersebut. Banyak pertimbangan yang memberatkan saya untuk menerima hal itu. Dan pada kasus ini, pertimbangannya terpusat pada hal-hal terkait saya secara pribadi. Saat ini saya sudah masuk tenggang dua semester dari semester wajar, tidak mungkin lagi saya egois untuk maju sebagai ketua BLM dan memperpanjang lagi semester. Itu sebenarnya masalah pokok. Selain saya juga sudah merasa cukup dan sampai pada masa jenuhnya berproses di kampus, saya saat ini akan memfokuskan pada penyelesaian kuliah saya dan proses menjemput impian saya berangkat ke Jerman insya Allah bulan September ini dan proses pencapaian impian saya melanjutkan studi Master (S2) di negeri benua biru, Jerman!

Saya berharap ada penerus-penerus yang bervisi serupa dengan saya.

Ini adalah masanya adik-adik junior, saya berpesan agar selain aktif di organisasi dan akademik, kejar juga impian dan raih pengelaman sebanyak-banyaknya, raih prestasi setinggi-tingginya. Prestasi lokal, nasional dan internasional.

*Tulisan ini dibuat pada tanggal 27 Mei 2013.

Adhitya Fernando – Aktivitas Internasional (Sebagaimana julukan teman-teman kepada saya)