Tag

Jerman

Article

Deutsch lernen (Belajar bahasa Jerman)

[dropcap style=”flat”]B[/dropcap]angsa Indonesia sepertinya sudah ditakdirkan untuk mahir berbahasa. Sebuah riset yang dilaksanakan oleh SwiftKey, dalam rangka memperingati International Mother Language Day 21 Februari 2015 lalu, menobatkan Indonesia sebagai Negara trilingual (menguasai tiga bahasa) terbesar di dunia[1], dengan mayoritas masyarakat menguasai bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Bagaimana dengan bahasa Jerman? Apakah Anda tertarik untuk mempelajarinya.

Indonesia the bisggest trilingual country in the world

[Gambar 1. Infografik Negara trilingual]

Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu disepakati pada kongres pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Hingga tahun 2011, diperkirakan hanya 5 % masyarakat yang belum menguasai bahasa nasional ini[2]. Bahasa daerah di Indonesia pun tak kalah fantastis jumlahnya, tercatat 422 bahasa daerah pada kongres bahasa ke-9 tahun 2008 lalu[3]. Sedangkan bahasa Inggris sudah sejak lama menjadi kurikulum pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

Memiliki kemampuan bahasa asing menjadi penting, terutama di era globalisasi saat ini. Banyak alasan yang mendorong seseorang untuk mempelajari bahasa, seperti tuntutan karir, untuk memperluas kesempatan kerja ataupun untuk melanjutkan studi di luar negeri. Namun belajar bahasa juga menguntungkan secara medis. Tulisan Alison Mackey, profesor linguistic di universitas Georgetown, mencatut penelitian seorang peneliti Swedia yang mengungkapkan bahwa belajar bahasa meningkatkan brain size.[4] Mesikpun demikian, usia menjadi faktor penentu dalam belajar bahasa. Semakin tua maka akan semakin susah dan prosesnya berjalan lambat. Pada anak-anak, belajar bahasa adalah sebuah insting bagi mereka.[5] Namun, dengan memahami metode yang tepat, kita akan terbantu untuk belajar lebih cepat. Motivasi dalam belajar juga akan sangat membantu. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Bahasa Jerman untuk pertukaran pelajar

Awal mula keinginan saya untuk belajar bahasa Jerman adalah pada tahun 2013 lalu, sebagai persiapan untuk mengikuti Indonesian-German Intercultural Summer School yang diselenggarakan oleh kampus saya, UIN Suska Riau dengan University of Applied Science Amberg-Weiden di Jerman. Namun,

Walaupun selama kegiatan, bahasa Jerman yang saya pelajari sangat sedikit terpakai, karena bahasa pengantar adalah bahasa Inggris, namun tetap bermanfaat. Saat memesan makanan di restaurant, membeli tiket kereta dan berkomunikasi dengan teman-teman orang Jerman (speaking partner). Sejak saat itu, saya bertekad belajar bahasa Jerman sebagai bahasa asing kedua dan Jerman sebagai Negara kedua (tempat menuntut ilmu).

Pada awalnya, saya heran begitu sulitnya bahasa Jerman daripada bahasa Inggris. Namun setelah dipelajari, ternyata begitu banyak kesamaan antara kedua bahasa ini, terutama dalam hal kosakata. Selain itu, pengetahuan saya terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama ternyata banyak membantu dalam belajar bahasa asing kedua. Kita mengenal grammar dalam bahasa Inggris, maka dengan mudah pula kita mendeteksi grammar bahasa Jerman. Semua ada polanya. Kita dituntut untuk kreatif memahaminya.

Tentang bahasa Jerman

Bahasa Jerman adalah kelompok bahasa terbesar di Uni Eropa dengan sekitar 92 juta penutur asli di Jerman, Austria, Luksemburg dan sebagian dari Belgia dan Italia. Total penutur asli bahasa Jerman termasuk Swiss dan komunitas lainnya di seluruh dunia sekitar 105 juta orang.[6]

Sekitar 80 juta orang berbicara bahasa Jerman sebagai bahasa kedua atau bahasa asing. Bahasa Jerman dianggap penting di Uni Eropa bukan hanya karena jumlah penuturnya, tetapi juga karena bahasa Jerman, selain Inggris dan Prancis, adalah salah satu dari tiga bahasa yang digunakan di European Union.

Total German speaker in the world

[Gambar 2. Total penutur bahasa Jerman]

Bahasa Jerman, sebagaimana halnya bahasa Indonesia, juga banyak dipengaruhi oleh bahasa asing, terutama bahasa Latin, Prancis dan Inggris, teruama akhir-akhir ini. Contohnya der Airbag, der Computer, crashen, shoppen, das Handy. Peminjaman kata ini sering disebut sebagai Denglisch (Deutsch + Engish).

Dalam tata bahasa, ada beberapa perbedaan dan persamaan penting antara bahasa Inggris dan Jerman. Contoh perbedaan adalah Gender. Kata benda dalam bahasa Jerman menggunakan prinsip Gender: Maskuline, Feminin atau Netral. Setiap kata benda dituliskan dengan penambahan kata depan: Der untuk maskulin, Die untuk feminin, dan Das untuk netral. Contohnya Der Baum, Pohon adalah maskulin, Die Blume, Bunga adalah feminine, dan Das Buch, buku adalah netral. Walaupun ada petunjuk yang bisa membantu membedakan setiap gender kata, tetap saja menghafal adalah jurus yang utama. Jadi disarankan agar setiap menemukan kata benda baru, kita juga mengingat gendernya. Tidak ada alasan pasti kenapa suatu kata benda bisa dilabeli gender tertentu, alasan yang paling kuat adalah faktor historis dan tradisi yang berkembang di masyarakat Jerman awal.

Bentuk jamak dalam bahasa Jerman. Jika dalam bahasa Inggris ditandai dengan menambahkan –s, misalnya one book, two books. Dalam bahasa Jerman terdapat peraturan lain. Menambahkan –s dalam bahasa Jerman adalah pengecualian untuk kata-kata serapan dari bahasa Inggris. Contohnya eins Tiket, zwei Tikets. Ada banyak akhiran jamak, misalnya menambahkan umlaut (dua titik diatas kata), misalnya der Baum, Die Bäume; menambahkan –n pada akhir kata: die Blume, die Blumen dan beberapa lainnya.

Persamaannya contohnya adalah, bahasa Jerman dan Bahasa Inggris sama-sama menggunakan perubahan pada kata kerja untuk menunjukkan waktu kini (present), dan waktu lampau (past). Dalam bahasa Jerman, akhiran kata kerja untuk setiap bentuk waktu tergantung dari dua faktor: waktu (lampau, kini, dll) dan kata ganti (Ich saya, du kamu, er/es/sie dia laki-laki/netral/perempuan, wir kami, dll). Bahasa Jerman juga mengenal kata kerja beraturan dan tak beraturan.

Sementara untuk pengucapan, bahasa Jerman –menurut saya– lebih mudah dan konsisten disbanding bahasa Inggris. Kebanyakan kata diucapkan seperti yandg tertulis. Kita hanya harus mengenal bunyi dan pola penekanannya. Penekanan kata dalam bahasa Jerman biasanya dilakukan pada suku kata pertama, seperti DEUTSCHland Jerman dan MITtagessen makan siang. Namun begitu, penekanan juga bisa muncul di suku kata lain. Untuk alphabet, bahasa Jerman mengenal 26 alfabet sama halnya dengan bahasa Inggris, ditambah empat huruh. Tiga darinya adalah huruf umlaut( titik dua diatas): ä, ö, ü. Huruf keempat adalah β, yang biasa disebuh scharfes s atau esszett, dan berbunyi seperti s biasa. β digunakan setelah vocal panjang pada kata-kata seperti Straβe jalan dan Fuβball sepak bola. Sesudah fokal pendek digunakan ss: seperti Pass paspor. Selain itu, kata benda dalam bahasa Jerman istimewa karena ditulis dalam huruf besar, misalnya: Bank bank, Haus rumah.

Sumber belajar

Berkembangnya teknologi informasi telah membuka akses yang luas bagi setiap orang untuk memperoleh informasi. Sumber belajar cetak seperti buku-buku juga mudah ditemukan. Buku referensi yang saya gunakan adalah “Complete German edisi 1-3” karangan Paul Coogle dan Heiner Schenke. Sejauh ini, saya baru menamatkan edisi 1. Ebook juga dapat menjadi alternatif sumber belajar. Anda bisa googling “free german book” dan hasilnya akan banyak sekali. Ini salah satu situs yang Anda bisa kunjungi untuk memperoleh ebook: http://www.thegermanprofessor.com/free-german-books/. Selain itu, podcast (rekaman suara) dalam bentuk mp3 juga sangat membantu. Banyak website yang menyediakan podcast gratis speerti http://www.germanpod101.com. Anda bisa men-downloadnya dan mendengarkannya kapanpun dan dimanapun.

Terakhir, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada ruginya belajar bahasa, hitung-hitung menambah soft-skill anda. Viel Erfolg ud viel Spaβ!

[1] Indonesia top trilingual country. http://www.wowshack.com/indonesia-ranks-as-the-top-trilingual-country-in-the-world/

[2] Gawat darurat pendidikan di Indonesia: Laporan Mendikbud Anies Baswedan pada silaturahim dengan kepala dinas pendidikan di Indonesia, 1 Desember 2014.

[3] Mahsun, kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud. http://nasional.kompas.com/read/2012/09/01/12030360/
Mau.Tahu.Jumlah.Ragam.Bahasa.di.Indonesia

[4] http://www.theguardian.com/education/2014/sep/04/what-happens-to-the-brain-language-learning

[5] http://lifehacker.com/the-science-of-learning-a-new-language-and-how-to-use-1579130048

[6] Complete German. Paul Coggle dan Heiner Schenke

Impian menjadi Habibie, Jerman
Article, Education, Re-blogged

Impian menjadi Habibie, Jerman

[dropcap]S[/dropcap]iapa yang tak mengenal sosok mantan presiden Indonesia B.J Habibie. Seorang pria yang lahir dari keluarga sederhana dari sebuah daerah di pelosok selatan pulau Sulawesi yang akhirnya menjadi seorang tekhnokrat ulung, handal dan ternama di Negara bertekhnologi tinggi Jerman. Tak pernah terbayangkan pula olehnya bahwa ia nantinya akan menjadi salah seorang dalam deretan pemimpin di Negara tempat ia dilahirkan, Indonesia.

Impian menjadi Habibie, Jerman

Habibie hanyalah seorang sosok pemuda biasa saat pertama sekali menjejakkan kaki di Jerman dan terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di RWTH Aachen pada tahun 1955. Namun berkat keuletan dan kegigihannya, Habibie mampu menyelesaikan tidak hanya program Diplom ingeneur-ya saja (setara Master), bahkan mampu menyabet gelar Doctor ingeneur (setara Ph.D) dengan predikat summa cum laude (Istimewa).

Tapi kali ini saya tidak ingin bercerita lebih jauh tentang Pak Habibie. Saya hanya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman menempuh pendidikan di Jerman, tempat dimana Pak Habibie dan banyak orang Indonesia serta peöajar Aceh lain yang menuntut ilmu disana.

Berkuliah di negeri orang sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan, bahkan banyak kemudahan yang dapat diperoleh guna memudahkan pelajar untuk hidup dan belajar di benua biru ini. Bukan hanya itu saja, bahkan setiap orang sebenarnya mempunyai kesempatan untuk merasakan pengalaman menuntut ilmu di negara bermusim empat ini, selama ia memiliki keinginan dan keyakinan yang kuat.

Biaya hidup

Sering banyak orang beranggapan bahwa biaya hidup diluar negeri sangatlah mahal dan tinggi. Hal ini tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah juga. Jika dibandingkan dengan biaya hidup diluar negeri lainnya, Jerman dapat dikategorikan termasuk kedalam negara yang memiliki living cost(biaya hidup) rendah. Bahkan untuk Eropa, Jerman dapat dikategorikan sebagai yang termurah.

Untuk kehidupan seorang mahasiswa rantau dengan pola hidup sederhana, 750 euro (sekitar 9 jutaan rupiah) sudah mampu untuk menghidupi seluruh biaya hidup selama 1 bulan.  Belum lagi dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang didapat para pemegang kartu mahasiswa, semakin membuat kehidupan pelajar di Jerman menjadi bertambah nyaman, mudah dan murah.

Untuk permasalahan tarnsportasi, dimana umunya mahasiswa di indonesia menggunakan motor atau kenderaan roda empat yang memakan biaya besar untuk perawatannya, maka hal ini tak menjadi soal di eropa. Sistem transportasi yang terintegrasi dan fasilitas semester ticket dengan harga yang sangat murah dan terjangkau, membuat para pelajar di Jerman memiliki kemudahan unutk menuju seluruh destinasi yang ingin dicapai guna menunjang aktivitas kuliahnya. Terkadang untuk beberapa negara bagian, bahkan tiket ini berlaku hingga keluar kota sehingga memudahkan mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan atau universitas di daerah lain. Sepeda pun dapat menjadi pilihan, selain lebih murah dan dapat pula menyehatkan badan.

Untuk urusan pangan tidaklah menjadi persoalan. Aldi, Liddle, Rewe dan beberapa supermarket berharga murah lainnya dapat menjadi pilihan surga berbelanja bagi kebutuhan dapur dan rumah tangga para mahasiswa rantau. Bagi yang ingin mencari produk halal, pertokoan turki, arab maupun toko china dapat menjadi salah satu tujuan belanja untuk membeli ayam, daging sapi, seafood maupun rempah-rempah nusantara. Bagi yang ingin menikmati menu vegetarian, sayur-sayur murah dapat dibeli di  flöhmarkt (pasar murah), yang juga menjual bahan-bahan murah lainnya.

Memasak sendiri tentu menjadi pilihan terbaik untuk menekan biaya konsumsi dibandingkan membeli makanan jadi yang umumnya dapat kita temukan di toko Döner Kebab atau Türkische Pizza. Selain itu Mensa (Kantin Mahasiswa) dapat juga menjadi tujuan untuk mendapatkan makanan murah ala mahasiswa. Namun, untuk menjaga kehalalan makanan, umumnya mahasiswa muslim lebih memilih memakan Spagethi atau menu vegetarian ataupun juga makanan laut yang tersedia. Hajatan baik dari KBRI/KJRI ataupun dari acara perkumpulan persaudaraan sebangsa maupun sesama muslim, terkadang menjadi bonus yang tak terduga dan hal yang selalu ditunggu untuk memungkinkan para makasiswa mendapatkan jamuan makan sehat dan lahap.

Berbicara mengenai kebutuhan sandang, Jerman juga merupakan destinasi yang tepat berbelanja murah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pakaian dan alas kaki. Para mahasiswa dapat membeli baju dan celana serta sepatu dengan kualitas dan merek terbaik pada beberapa toko yang menawarkan harga murah, seperti: Deichman, KIK, Kardstadt dan lainnya. Bahkan saat pergantian musim, terkadang pusat-pusat perbelanjaan memberikan diskon yang mencengangkan guna menghabiskan produk mereka. Disebuah toko pakaian C&A misalnya, mereka bahkan pernah memberikan diskon hingga 70% untuk produk-produk baju berkualitas terbaik.

Untuk kebutuhan tempat tinggal, umumnya universitas di jerman memberikan fasilitasStudentenwohnheim (Apartemen Mahasiswa) yang dapat disewa dengan harga murah namun berfasilitas lengkap. Untuk sebuah Zimmer (kamar) di Leipzig seharga 160 euro (sekitar Rp. 1,9 jutaan), penghuni kamar telah mendapatkan kamar dengan full furniture, kamar mandi, internetunlimited, dan sudah termasuk biaya listrik, air dan gas untuk Heizung (pemanas ruangan). Jikapun mahasiswa ingin menyewa apartemen pribadi bersama beberapa teman lainnya, pemerintah kota terkadang memberikan bantuan wohngeld (Uang rumah) untuk mensubsidi biaya sewa rumah dari para mahasiswa yang terkadang mencapai 40% nya.

Ibarat gayung bersambut, mengerti akan kebutuhan seorang mahasiwa yang selalu mencari celah dalam meminimalisir pengeluaran, otoritas pemerintah Jerman pun berusaha untuk memberikan pusat-pusat penyediaan kebutuhan murah bagi para mahasiswa yang membutuhkan.

Sistem pendidikan

Secara umum pendidikan di Jerman terbagi atas tiga tingkatan, yaitu: Pendidikan pra Perguruan Tinggi (Pendidikan umum), Pendidikan Kejuruan (berufschule) dan Pendidikan Perguruan Tinggi. Pada kesempatan ini saya akan mencoba untuk membahas lebih jauh pada tingkatan pendidikan perguruan tinggi, mengingat tingginya minat masyarakat untuk berkuliah di Jerman yang mayoritasnya berada di level ini.

Untuk pendidikan perguruan tinggi, sistem pendidikan di Jerman membagi level ini kedalam tiga jenis, yaitu: (1).Universität (universitas), (2).Fachhochschule (Politekhnik plus), dan (3).Berufsakademie (Akademi Tenaga Kerja). Adapun perbedaan ketiganya terletak pada materi perkuliahan dan tujuan pendidikannya. Universität atau yg sering disebut UNI, lebih berfokus kepada teori dan pengembangan ilmu pengetahuan.  Para Mahasiswa di sini lebih terkonsentrasi untuk mengembangkan teori keilmuan dan sedikit sekali berorientasi pada praktek. Hasil akhir yang ingin dicapai dari lulusan UNI ini adalah para pemikir yang mampu untuk menghasilkan teori dan pengembangan ilmu baru yang dapat mendukung keilmuan yang telah ada.

Sebalikya Fachhochschule atau disingkat FH, lebih berorientasi pada ilmu terapan untuk  pengembangan ilmu agar dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang aplikatif dan dapat digunakan oleh pengguna. Pendiidkan praktikal lebih mendominasi para mahasiwa di sini dengan rasio perbandingan 70:30 untuk ilmu terapan dan teori. Lulusan FH ini diharapkan mampu untuk mengembangkan produk-produk terapan dari ilmu dasar yang telah ada.

Untuk Berufsakademie sendiri lebih berfokus kepada para mahasiwa yang telah memiliki status bekerja atau telah mempunyai kontrak kerja pada suatu perusahaan atau instansi. Mahasiswa disini akan dididik untuk mempelajari ilmu spesifik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pekerjaannya. Hasil akhir dari lulusan ini adalah sebagai tenaga ahli yang handal di bidangnya dan dapat langsung digunakan dalam dunia kerja.

Di jerman saat ini memiliki 2 bentuk program perguruan tinggi, yaitu program klasik yang hanya memiliki dua jenjang, yaitu Diplom (Dipl.) dan Doktor (Dr). dan program baru yang mengakui tiga jenjang, yaitu Bachelor, Magister dan Doktor. Beberapa universitas dan negara bagian masih menggunakan sistem klasik, meskipun semenjak kesepakatan Bologna tahun 1999, sudah semakin banyak yang menggunakan program baru.

Unutk aktivitas perkuliahan di Jerman dan Eropa sendiri pada umunya dimulai pada awal musim dingin atau sekitar bulan oktober setiap tahunnya. Khusus untuk program doktoral, penerimaan mahasiswa baru terkadang dibuka dua kali dalam setahun, yaitu saat musim dingin dan musim panas (sekitar bulan april). Proses perkuliahan untuk program master (atau diplom) dapat menggunakan tiga pilihan, yaitu: Master dengan penelitian, Master dengan kelas atau Master campuran. Sedangkan untuk Program doktoral seluruhnya dilakukan dengan penelitian selama 6 Semester atau 3 tahun.

Untuk penerimaan mahasiswa sendiri, tidak diberlakukannya sistem ujian tertulis (seperti UMPTN) sebagaimana di Indonesia. Mahasiswa hanya perlu mengirimkan berkas lamarannya dan tim penilai universitas akan memutuskan apakah calon mahasiswa ini dapat diterima atau tidak berdasarkan transkrip nilai (abitur) dan pertimbangan akademis lainnya. Khusus bagi mahasiswa asing yang tidak menelesaikan gymnasium (setingkat SLTA) di Jerman dan ingin melanjutkan ke jenjang Diplom atau Magister, maka diwajibkan untuk mengikuti pendidikan Studkol (sekola pra universitas) terlebih dahulu selama 2 semester. Setelah tamat dari sekolah ini, maka para calon mahasiswa dapat melamar di Universitas ataupun Fachhochschule (politekhnik plus) yang mereka inginkan.

Berbicara mengenai biaya pendidikan, hampir sebagian besar Negara bagian di Jerman membebaskan kewajiban membayar uang pendidikan bagi setiap penuntut ilmu, baik bagi warga Negara Jerman maupun warga Negara asing. Jikapun ada yang menetapkan biaya SPP, maksimum yang boleh dibebankan kepada mahasiswa adalah 500 Euro (sekitar 6 juta rupiah). Bahkan di beberapa daerah juga, pemerintah daerahnya memberikan uang selamat datang bagi para mahasiswa baru dengan kisaran bervariatif. Mengambil contoh di Leipzig, setiap tahunnya para mahasiswa dapat mengajukan permohonan Zuzugbonus senilai 150 Euro (sekitar 1,6 juta rupiah).

Kesempatan Beasiswa

Salah satu penyedia beasiswa studi di Jerman yang patut dicoba adalah DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst) yang setiap tahunnya menawarkan sekitar 20 beasiswa untuk program pasca sarjana. Erasmus mundus scholarship dapat juga menjadi pilihan lainnya, yang memungkinkan penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan setidaknya di dua negara berbeda di Eropa. Beasiswa-beasiwa dari universitas tujuan di Jerman pun dapat menjadi alternatif yang layak dicoba, selain yayasan-yayasan pendidikan baik di Indonesia maupun di Jerman yang berorientasi untuk memajukan sumber daya manusia di suatu daerah, seperti yayasan Habibie maupun yayasan Djarum.

Untuk provinsi Aceh sendiri, komisi beasiswa Aceh telah mengirimkan hampir 90 putra-putri Aceh ke Jerman dalam 3 angkatan selama 3 tahun terakhir ini. Saat ini, angkatan ke empat sedang dipersiapkan untuk pelatihan bahasa Jerman di goethe institut jakarta untuk siap diberangkatkan pada agustus 2012 ini. Kebetulan saya sendiri adalah salah satu penerima beasiswa angkatan sebelumnya yang berkesempatan untuk merasakan pendidikan di Jerman dengan bantuan beasiswa Pemerintah Aceh yang bekerja sama dengan DAAD.

Dengan kesempatan beasiswa yang terbuka lebar dan kemudahan yang diberikan untuk berkuliah di Jerman serta ditambah dengan begitu banyaknya ilmu yang dapat digali di Jerman, maka impian menjadi seperti Pak Habibie pun bukan menjadi mimpi belaka lagi. 


Tulisan ini dibuat oleh Dinaroe, mahasiswa asal Aceh di Jerman dan menjabat sebagai sekretaris Bidang Seni dan Olahraga Ikatan Mahasiswa Aceh Jerman (IMAN). Dikutip dari tulisan aslinya: Impian menjadi Habibie

Article, My Story

Visi melampaui generasi

[dropcap style=”flat”]S[/dropcap]aat di Jerman, saya bertemu dengan Mr. Gregor Ziegler. Pemilik perusahaan Ziegler, sebuah industri energi terbarukan yang berkembang pesat di Jerman. Pasarnya sudah masuk Eropa dan sekitarnya. Ziegler berlokasi di kota Flossburg, sebuah kawasan sejuk yang hampir sebagian besar permukaan datarannya ditutupi oleh padang rumput hijau yang menyegarkan mata.
Dengan Mr. Ziegler
Mr. Ziegler bilang kepada saya “10 atau 20 tahun lagi harus kamu yang gantian menerima kunjungan mahasiswa ke perusahaanmu”. Dia bercerita bahwa Ziegler, perusahaan besar ini dirintisnya dari kecil, dikembangkannya dari hobinya mengelola produk hutan (pohon), saat akhirnya bisnisnya sukses adalah ketika ia sudah masuk usia senja. Tapi siapa kini yang menikmati? Ya anak-anak dan keluarganya mendapat warisan dari impian dan kegigihan sang kakek. Nah begitu juga dengan kita, kalau tidak kita yang bersemangat saat ini maka siapa lagi yang akan membangun sejarah membanggakan setidaknya pada keluarga sendiri.
Sering tidak kita perhatikan keluarga yang dari moyangnya orang berpendidikan tinggi, coba deh lihat anak-anak sampai cucunya biasanya juga adalah orang-orang terpandang yang berpendidikan tinggi. Kakek atau nenek mereka telah memberikan warisan paling berharga pada generasi mereka. Hasil jerih payah dan tekad sang kakek atau nenek yang dulunya gigih memperjuangkan pendidikannya.
Inspirasi dari Mr. Ziegler hanyalah salah satu dari apa yang saya dapat selama pertukaran pelajar yang saya jalani. Kisah perjalanan yang sempat saya cicip itu kini alhamdulillah menjadi bara motivasi yang selalu membakar semangat untuk terus giat berusaha, naik ke level tinggi dan lebih tinggi lagi. Bahwasanya, saya dulu pernah berhasil berjuang, masa’ saat ini saya harus loyo? Standar harus terus naik. Apa kira-kira visimu yang melampaui generasi, sobat?
Article, My Story

The signal

….belajar betul-betul kamu di Jerman sana,… ada puluhan ribu kader HMI yang senang berwacana revolusi dan perubahan tapi males baca serius… belajar saja baik-baik mudah2an tiap tahun satu dua atau tiga kader sumatera boleh kamu ajak menyusul ke sana, insya allah lah.” – pesan kakanda Andi Hakim kepada saya. Dibaca pagi ini.

IMG_1190

Saya ingat sekali saat itu ketika impian-impian saya mulai terwujud. Salah satu diantaranya ketika saya hendak mewujudkan impian “sudah harus ke luar negeri sebelum tamat kuliah; saya dapat kesempatan ke Filipina”. Ada sinyal-sinyal yang menggetarkan dan terasa sangat aneh. Seolah ini jawaban.

Ada hal menarik ketika malam hari ketika esoknya saya hendak berangkat ke Filipina (impian terwujud). Malam itu saya seolah merasa melayang. Ada aura-aura di sekitar tubuh saya yang terbang bebas lepas dengan harmoni. Terasa begitu damai. Suatu kondisi yang belum pernah saya rasakan sama sekali. Rasa syukur tak terhingga menggema di fikiran saya kepada yang Maha Kuasa. Saya tidak bisa menjelaskan dengan rinci apa yang sebenarnya sedang terjadi. Namun setidaknya itulah jawaban saya kepada beberapa teman yang bertanya tentang apa yang saya rasakan ketika impian terwujud (impian hasil perjuangan dengan sungguh-sungguh/bukan simsalabim).

Semua adalah pertolongan Allah
Coba dengarkan kesaksian saya bagaimana Allah membantu terwujudnya impian saya. Hari itu, sekitar dua hari sebelum akhirnya saya berangkat ke Filipina. Sudah lewat satu minggu lamanya saya berusaha mencari bantuan biaya kesana kemari namun tidak ada jawaban yang menentramkan. Rupiah belum terkumpul. Malam itu saya temui salah seorang kakanda alumni HMI yang kebetulan sudah akrab berkeliling dunia. Saya jumpai beliau di rumahnya setelah janji untuk bertemu di sore hari.

Saya datang ke rumah beliau ketika waktu sudah hampir maghrib. Namun “…..beliau masih belum pulang”, ujar istrinya. Saya putuskan untuk terlebih dahulu shalat magrib di sebuah mushalla tidak jauh dari rumah kakanda tersebut. Saya shalat dengan penuh kepasrahan dan pengaharapan, dalam fikiran saya ini adalah saat-saat terakhir saya untuk berusaha. Saat itu uang yang saya miliki adalah satu lembar tok Rp. 50.000, tidak ada lagi pegangan lainnya. Selesai shalat, tergerak saja hati saya untuk memberikan sepenuhnya uang yang saya punya untuk mushalla tersebut. Tidak terfikir bagaimana nantinya untuk saya makan ketika pulang dsb. Saya hanya fikir ikhlas demi Allah semata denga penuh pengharapan. Seusai itu, saya kembali ke rumah kakanda tersebut. Kami bertemu dan beliau memberikan motivasi serta nasihat kepada saya.

Esoknya keajaiban datang
Pagi hari saya mulai kembali beraktifitas mengurus bantuan pembiayaan. Betapa kagetnya saya ketika saya dapat kepastian bantuan biaya keberangkatan. Tidak tanggung-tanggung, sejumlah 135 kali lipat dari apa yang saya sedekahkan malam itu. Saya bergitu bersyukur dan sangat terharu dengan bantuan Allah Swt yang Ia berikan melalui hambanya.

Siangnya, saya bergegas mengurus segala hal untuk keberangkatan. Beli tiket, perlengkapan dan segala keperluan. Saya menangis dalam perjalanan siang hari itu. Saya masih tidak percaya Allah berikan saya kesempatan ini.

Ya Allah, bantu kami menjadi hamba-hambamu yang terbaik, selalu taat padaMu, menjalankan segala perintah dan menjauhi laranganMu.

Saya do’akan sukses dan berhasil selalu kepada sahabat-sahabat yang lagi berjuang maupun yang akan merencanakan perjuangan. Saya suka dengan orang-orang yang berjuang.

Salam sukses,
Adhitya Fernando

Article, My Story, Travelling

Perjalanan impian

[quote cite=”Adhitya Fernando”]Saya belum puas, impian saya sebenarnya itu menjejakkan kaki di negara Eropa, Jerman. Dan lagi itu adalah keharusan. Sepulang dari Filipina saya langsung bergerak cepat mengolah segala kemungkinan untuk dapat ke Jerman. Saya manfaatkan sebaik-baiknya semangat dan kondisi prima saya mumpung impian baru terwujud. Alhamdulillah akhirnya pun pasport saya dapat stempel imigrasi dari Jerman. Saya sudah sampai di Jerman. Dan singgah ke beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Belgia. Alangkah indahnya hidup ini. [/quote] Adhitya dan Emil

[dropcap size=”4″]S[/dropcap]Senang sekali sepertinya sahabatku Emil Fuadi (Uda Fuad Adja). Beliau malam ini sedang dalam perjalanan menuju daerah di ujung utara pulau Sumatera, Aceh, mengikuti kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia). Tadi saya antar beliau ke terminal AKAP untuk selanjutnya berangkat menggunakan bus. Akhirnya keinginannya untuk mengembara kesampaian juga. Betapa riangnya dia saya saksikan berlari menuju bus. Ini adalah kisah yang cukup panjang untuk diurai.

Sahabat saya ini sebenarnya walau bangga dengan saya, tetapi juga ada rasa iri dan keinginan yang sama untuk dapat seperti saya berkelana ke berbegai tempat dan daerah di Indonesia bahkan dunia. Sudah tak terhitung lagi ia ungkapkan keinginannya tersebut dengan cara-cara bermacam ragam, mulai dari terus terang sampai bercanda merendah diri. Itu semangat positif. Sebut saja, sebelumnya saya sudah beberapa kali berhasil menginjakkan kaki di beberapa daerah di Indonesia. Sebelum berangkat malam ini, sahabat saya itu sempat berujar lagi bahwa perjalanannya tidak seperti saya yang sudah merambah manca negara. Saya tegaskan pada dia bahwa saya pun tidak langsung “jreeeng” terbang ke luar.

Saya mulai dari nol juga sahabat. Sebenarnya beliau juga tahu itu. Saya mulai dari mencoba merambah jalan ke event-event lokal di kawasan kampus pada masa-masa awal kuliah. Setelah itu merangsek naik ke arena lokal kota Pekanbaru. Saya giatkan lagi selanjutnya dapat kesempatan ke luar Pekanbaru, bahkan ke luar Riau tetapi masih di Sumatera. Saya tidak berhenti sampai disitu, saya niatkan lagi untuk keluar Sumatera. Akhirnya saya sampai di tanah Jawa. Adalah Himpunan Mahasiswa Islam yang pertama berhasil membawa saya berjalan-jalan di daerah Ibu Kota. Sampai sejauh itu, akses ke luar semakin banyak. Saya mulai semakin sering dapat kesempatan ke luar. Menjelajah ibu kota pun sudah hampir menjadi biasa.

Saya tidak berpuas diri, saya masih menyandang impian untuk ke luar negeri, itu adalah keharusan bagi saya. saya berusaha belajar banyak hal dan mencari tahu berbagai hal berkaitan kesempatan ke luar negeri, persiapan dan berbagai kelengkapan lainnya. Saya investasikan waktu khusus untuk ini. Saya mulai membuat pasport. Cari tahu info pengurusannya, harga dsb. Padalah belum tahu akan digunakan untuk kemana pasport tersebut. Tetapi saya percaya bahwa tugas kita adalah mempersiapkan segala sesuatunya, agar kelak saat kesempatan datang kita akan dengan segera dapat menangkapnya.

Alhasil gayung bersambut. Saya dapat kesempatan untuk menjelajah negara Asia yang sekarang sedang terkena musibah badai. Adalah Filipina negara yang pertama menjadi saksi terwujudnya impian saya. Saat ke Filipina saya dapat bonus mengunjungi Singapura dan berjalan-jalan disana untuk beberapa waktu. Sebuah negara kecil yang menjadi penguasa ekonomi Asia, “..red small dot“, Habibie memberi julukan pada negara yang cuma sebesar Jakarta tersebut. Singapura sepertinya agak kurang senang dengan kepemimpinan Habibie, banyak kepentingan negaranya yang terhambat oleh Habibie.

Saya belum puas, impian saya sebenarnya itu menjejakkan kaki di negara Eropa, Jerman. Dan lagi itu adalah keharusan. Sepulang dari Filipina saya langsung bergerak cepat mengolah segala kemungkinan untuk dapat ke Jerman. Saya manfaatkan sebaik-baiknya semangat dan kondisi prima saya mumpung impian baru terwujud. Alhamdulillah akhirnya pun pasport saya dapat stempel imigrasi dari Jerman. Saya sudah sampai di Jerman. Dan singgah ke beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Belgia. Alangkah indahnya hidup ini. Saya makin bersemangat untuk mewujudkan impian-impian besar lainnya.

Saya ingin hidup dalam dunia impian yang menjadi nyata. Insya Allah saya akan terus bercerita tentang usaha-usaha saya dalam mewujudkan impian. Semoga menjadi hikmah dan pelajaran bagi generasi berikutnya untuk juga dapat semangat berusaha. Saya hampir lupa menceritakan tentang sahabat saya di atas.

Foto di atas adalah foto ketika saya dan sahabat saya berada di Telaga Dewi di puncak Gunung Singgalang. Saya seorang penjelajah dan petualang. Saya senang mencoba hal baru dan selalu bersemangat untuk itu. Teman-teman punya cerita dan keinginan apa? Boleh berbagi di komentar.

Sukses selalu untuk sahabat semuanya..aminn.

Close