.:: Thursday 20th July 2017 | Have a wonderful day | Work hard, work smart, work sincerely and work completely ::.

Headline news

Ingin punya website profesional yang elegan untuk bisnis, pribadi ataupun komunitas? Percayakan pada ”27 Art House”, a web design company headquartered in Singapore. www.27arthouse.com
Sedang mencari kursus privat untuk siswa Sekolah Dasar? ”Taqlima Privat” menyediakan tenaga pengajar privat yang bersertifikasi, para mahasiswa/i aktif berprestasi. Info lengkap: www.taqlima.com  
Suka belanja online? Coming soon! www.aafoshop.comNikmati kemudahan berbelanja dengan jari.
Jerman negeri impian

Jerman negeri impian

Jerman negeri impian
1 vote, 5.00 avg. rating (99% score)
Oleh Lestari (Wartawan Gagasan)
Tulisan ini dimuat juga di majalah Gagasan
Jika memiliki impian, maka setiap orang mempunyai alasan untuk mendorong diri agar berusaha keras.

Sada Suatu ketika, Adit, sapaan akrab Adhitya Fernando sedang chatting di sosial media. Salah seorang temannya mengirim sebuah link internet. Saat dibuka ternyata link itu adalah situs resmi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Ia pun tertarik. Akhirnya mereka memutuskan bertemu untuk sharing.

Jerman negeri impian di Gagasan Online

Jerman negeri impian di Gagasan Online

PPAN adalah sebuah program yang dikelola oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Maret 2013 Adit mendaftar. Syarat administrasi sudah dikirim. Ternyata lulus.  Begitu juga tahapan seleksi lainnya. 30 peserta kini akan diuji kemampuannya untuk menuju 15 besar. Tak disangka saat sampai pada seleksi 30 besarculture performance menuju 15 besar untuk karantina langkahnya terhenti. Dia dinyatakan tidak lulus seleksi. Seketika itu semangatnya mulai turun, karena harus mengubur sejenak cita-cita belajar ke luar negeri.

Adhitya Fernando, adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau. Dia lahir di Duri tanggal 9 November 1990. Sejak duduk di bangku SMA Adit dikenal jago bahasa Inggris. Tak disangka, kegemaran bahasa asing itu ternyata membawanya melangkah jauh hingga ke Negeri Jerman.

Sejak gagal ikut program PPAN, Adit mengamati jejak orang sukses dari Organisasi HMI yang diikutinya. Seperti  Anies Baswedan, Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa, Andi Nurpati dan lain-lain. Tak sedikit pula rekan dan seniornya gigih. Satu persatu dari mereka bisa terbang mewujudkan impian ke luar negeri. Motivasi itu bangkit kembali. Tekatnya hanya satu, membawa nama UIN Suska Riau dan Indonesia ke luar negeri.

Kini Adit rajin otak atik internet untuk cari informasi. Mendalami bahasa inggris, belajar buat essay dan membaca referensi. Dia kembali berkompetisi pada Indonesian-German Intercultural Summer School September 2012 lalu. Upaya itu kini berbuah manis. Adit lulus.  10 hari dia berbaur dengan pelajar Jerman ke UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Kemudian ke Universitas  Gajah Mada Yogyakarta, serta mengikuti praktek lapangan di Kepulauan Seribu.

Mimpinya untuk menjejakkan kaki ke Jerman belum terwujud, Adit dapat kesempatan mengunjungi Filipina, dalam rangka program ASEAN preneurs Youth Leaders Exchange yang diadakan oleh organisasi internasional yang berpusat di National University of Singapore selama 10 hari pada akhir Maret 2013.

Jerman masih impian. Karena aktif di Summer School Adit kembali mendaftar dan ikut berkompetisi. Pucuk dicinta ulampun tiba, bersama dua orang temannya pada tanggal  12 September 2013 dia terbang ke Jerman selama 10 hari. Kemudian dilanjutkan mengikutiworkshop The Company di Belgia, sebuah platform gerakan kewirausahaan dari Antwerp University, Belgia. Juga pembentukan MoU kerja sama student exchange 2014 dan tugas Market Research sebagai Pre-task untuk program yang akan dilaksanakan.

Ada banyak pengalaman yang dia dapat di tanah Eropa. Menurutnya, cara belajar mahasiswa Jerman tak jauh berbeda dengan Indonesia. tatap muka, diskusi kelompok, presentasi dan praktek.

“Bedanya di sana lebih aktif kalau berdiskusi,” katanya.

Kelebihan lain, Universitas di Jerman memiliki sarana dan prasarana yang menunjang serta profesionalitas kerja yang baik, berwawasan luas dan aplikatif. Kondisi ini membuat para mahasiswa saling berkompetisi untuk maju untuk mengeksplorasi keilmuannya.

Setelah melihat banyak hal di luar, Adit yakin di kampus UIN Suska akan terwujud World Class University. Pertukaran pelajar mahasiswa UIN Suska cukup booming.

“Karena sejatinya mahasiswa UIN memiliki potensi untuk bersaing di dunia luar. Disanalah kesungguhan kita diuji,” ujarnya. Adit yakin setiap orang punya kemampuan besar dan layak diwujudkan. Bekalnya adalah semangat yakin usaha sampai (Yakusa). Motto salah satu organisasi ekstrauniversiter ini, kini juga menjadi motto hidup Adit.

Dia cukup sering menulis essay dan pengalaman menarik perjalanannya ke beberapa negara di situs pribadinya. Tak jarang tulisan-tulisan itu terbit di media massa.

Sikap optimis dan pantang menyerah, tentunya memberi aura sendiri bagi Adit. Dia dikenal sosok yang baik, percaya diri dan toleran. “Kadang-kadang juga egois,” kata Emil Fuadi, salah seorang teman kos-an Adit.

“Saya ingin melanjutkan kuliah di Jerman. Setelah selesai saya akan pulang dan mengabdi untuk Indonesia,” tutup Adit. |Rico


Biodata

Nama               : Adhitya Fernando
TTL                 : Duri, 9 November 1990
Jurusan            : Pendidikan Kimia
Fakultas           : Tarbiyah dan Keguruan

Pendidikan     : SDN 047 Duri, SMP N 3 Mandau, SMA N 3 Mandau

Orangtua
Ayah                : Erialdi
Ibu                   : Hartati

Organisasi :
Sekretaris umum HMJ Pendidikan kimia tahun 2010. 
-Bidang humas BEM FTK tahun 2011. 
-Kepala divisi kewirausahaan dan kemitraan BEM UIN 2012. 
-Kepala bidang P3A HMI Komisariat Takesi 2011. 
-Wasekum PAO HMI cabang Pekanbaru 2013. 
-Ketua Turun Tangan Pekanbaru 2014.


Link berita: Jerman negeri impian

Follow me

Adhitya Fernando

Chief Executive Officer at AFFO Group
Adhitya Fernando is a young professional. He passionate on entrepreneurship, leadership, politic, business, intellectualism, activism, motivation and design.
Follow me
Translate »