.:: Monday 26th June 2017 | Have a wonderful day | Work hard, work smart, work sincerely and work completely ::.

Headline news

Ingin punya website profesional yang elegan untuk bisnis, pribadi ataupun komunitas? Percayakan pada ”27 Art House”, a web design company headquartered in Singapore. www.27arthouse.com
Sedang mencari kursus privat untuk siswa Sekolah Dasar? ”Taqlima Privat” menyediakan tenaga pengajar privat yang bersertifikasi, para mahasiswa/i aktif berprestasi. Info lengkap: www.taqlima.com  
Suka belanja online? Coming soon! www.aafoshop.comNikmati kemudahan berbelanja dengan jari.
Aktivis kampus UIN Suska Riau go to Germany

Aktivis kampus UIN Suska Riau go to Germany

Aktivis kampus UIN Suska Riau go to Germany
2 votes, 5.00 avg. rating (99% score)

Aktivis Mempunyai Peluang Lebih Besar Untuk Sukses

Kabar kampus - Adhitya FernandoPADANG, KabarKampus – Seorang aktivis kampus memang harus memiliki prestasi dan menjadi tauladan yang baik. Seperti Adhitya Fernando, mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Suska Riau, ia menjadi salah satu mahasiswa perwakilan Indonesia yang berhasil mengikuti Indonesian-German Intercultural Summer School yang diadakan di Jerman.

Intercultural Summer School tersebut digelar selama sepuluh hari. Topik yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah tentang energi terbarukan, kewirausahaan dan kepemimpinan.

Keiktusertaan Adit dalam ajang tersebut bukan didapat dengan cara yang mudah. Pada sekitar awal 2011 lalu Adit pernah mendaftar pada pertukaran pelajar ke luar negeri. Namun pada seleksi 30 besar culture performance menuju 15 besar untuk karantina, langkahnya terhenti.

Adit sempat kecewa dan semangatnya pudar. Namun setahun kemudian, Adit mengamati beberapa teman-teman dan seniornya yang gigih hingga akhirnya mereka satu persatu bisa terbang mewujudkan impian ke luar negeri dan mendahului Adit. Akhirnya semangat untuk membawa nama UIN Suska Riau dan Indonesia ke luar negeri kembali menyesaki dadanya.

Adit mencoba berusaha kembali, dia mulai mempelajari banyak hal, mulai dari pendalaman bahasa Inggris, belajar membuat essay, mencari informasi di website untuk memperbanyak referensi dan persiapan berbagai kemungkinan yang akan dihadapinya.

Akhirnya, dia pun berhasil mengikuti Indonesian-German Intercultural Summer School yang diadakan di Indonesia selama sepuluh hari, tepatnya di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemudian kegiatan itu dilanjutkan ke Universitas Gadjah Mada, serta praktek lapangan di Kepulauan Seribu, September 2012 lalu.

Mimpinya untuk menjejakkan kaki ke Jerman belum terwujud, namun ia lebih dahulu mendapatkan kesempatan mengunjungi salah satu negara ASEAN, Filipina, dalam rangka program ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange di Filipina yang diadakan oleh organisasi internasional yang berpusat di National University of Singapore selama sepuluh hari pada akhir Maret 2013 lalu.

Berkat keaktifannya di Summer School sebelumnya, Adit kembali coba mendaftar untuk Summer School di Jerman. Keberuntungan berpihak padanya, tanggal 12 September 2013 lalu Adit bersama dua orang temannya Syamsuddin Muhammad dan Intan Septia Latifa dari UIN Suska Riau akhirnya terbang ke Jerman.

Menurut Adit, mahasiswa Indonesia tidak jauh berbeda dengan mahasiswa Jerman secara sistem pembelajaran dan kultur akademiknya, tetap sama seperti tatap muka, diskusi, kelompok, presentasi dan praktek. Namun bedanya mahasiswa di sana lebih aktif berdiskusi dan sangat akrab dengan dosennya.

“Karena dosen juga tidak membatasi diskusi hanya di kelas,” kata Adit.

Namun menurutnya, sarana dan prasarana yang menunjang serta pengelolaan sistem pendidikannya yang professional dan berwawasan luas dan aplikatif membuat mahasiswa Jerman lebih kompetitif. Selain itu akses informasi di sana sangat mendukung mahasiswa untuk maju dan mengeksplorasi keilmuannya dengan baik.

Setelah melihat banyak hal di luar sana, menurut Adit sudah saatnya kampus ini segera mewujudkan World Class University yang nyata. Seperti sering melakukan pertukaran belajar mahasiswa ke luar agar nama UIN Suska semakinbooming dan kerjasama internasional lainnya.

Karena sejatinya mahasiswa UIN memiliki potensi untuk bersaing di dunia luar,” Ujarnya.

Adit bercerita bahwa apa yang telah dicapaianya hingga saat ini ialah hasil perjuangan dan keputusan besar yang telah dibuatnya. Proses yang dijalaninya cukup berat dan tidak mudah.

“Di sanalah sebenarnya kesungguhan kita diuji. Kita mempunyai kemampuan besar untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Bekalnya adalah semangat Yakin Usaha Sampai,” ujar Adit.

Selain itu Adit juga berkiprah sebagai aktivis kampus dan berkecimpung di beberapa organisasi internal dan eksternal. Baginya menjadi aktivis itu menyenangkan dan mengasah potensi diri.

“Aktivis itu sangat berpeluang untuk lebih sukses karena mereka sudah terbentuk karakternya, dan selain itu mereka juga terdepan dalam mendapatkan akses berbagai kesempatan dan peluang karena teman-teman dan relasinya yang banyak”, ujarnya.

Menurut Adit, saat ini jarang aktivis yang mampu berprestasi dan menjadi teladan yang baik. “Barangkali saya adalah salah satu yang membanggakan,” tambah Adit sambil tertawa.

Mahasiswa kelahiran 1990 ini sudah akan menggenapi masa studinya di UIN Suska Riau. Dia akan tamat pada awal tahun 2014 ini. “Setelah tamat nanti masih ada banyak daftar impian yang harus diwujudkan, salah satunya melanjutkan studi magister di Jerman”, tutupnya.[By admin on December 30, 2013 ]


Link berita: Aktivis kampus UIN Suska Riau go to Germany

Follow me

Adhitya Fernando

Chief Executive Officer at AFFO Group
Adhitya Fernando is a young professional. He passionate on entrepreneurship, leadership, politic, business, intellectualism, activism, motivation and design.
Follow me
Translate »