welcome-left-image

L&D topic

Learning becomes a crucial issue in the organization nowadays.
welcome-center-image
ABOUT ME

Hi to everyone. I'm Adhitya!
The author of this blog.

This is a dedicated blog for Human Resource Development and covers topics such as L&D, Knowledge Management, and Education. Yet, general topics such as inspiration and travel are also available here.

Read more
KNOWLEDGE MANAGEMENT

KM/KMS category

Managing organizational
knowledge has been
instrumental to realize
innovation and competitiveness
in today's economy.

Read more

Most popular posts

Top posts

Article, My Story, My Thought, Travelling

Urgensi soft skill dan hard skill dalam pergaulan

Salah seorang tetangga saya ― sekitar 10 tahun lalu ― pernah mengatakan, “belajarlah main gitar, nanti itu akan berikan banyak manfaat untuk pergaulan kamu”. Dulu, saya tidak begitu mengerti maksudnya. Sejauh apa yang saya pahami adalah ― melihat lingkungan sekitar ― mereka yang pandai memainkan alat musik tersebut lebih mudah berbaur dan berinteraksi dalam lingkungan sosialnya.

[dropcap style=”flat”]K[/dropcap]ala itu saya meng-iya-kan ucapan beliau. Saya belajar gitar dan sampai beberapa tahun kemudian saya mampu menguasai beberapa teknik dan bahkan pernah ‘manggung’ untuk menunjukkan kebolehan dalam bermain gitar. Beberapa video saya bermain gitar bisa dilihat disini: 1. Kehilangan, Judika 2. To be with you, Mr. Big

Pergaulan membutuhkan social intelligence, sebuah istilah yang oleh Sean Foleno diartikan sebagai “person’s competence to understand his or her environment optimally and react appropriately for socially successful conduct”. Kehidupan erat hubungannya dengan interaksi sosial, sebagaimana Edward Thorndike, seorang psikolog kenamaan Amerika, yang pertama kali menjelaskan pengertian kecerdasan sosial pada tahun 1920 yaitu “the ability to understand and manage men and women, boys and girls, to act wisely in human relations”. Sehingga kita bisa pahami bahwa memang orang yang peka terhadap lingkungan dapat lebih sukses dalam hidupnya. Jika sebelumnya Anda mengenal interpersonal competency maka istilah tersebut equivalent dengan social intelligence. (Wikipedia).

Intercultural friendship - foto bersama teman-teman di Jerman

Saya menuliskan tentang ini setelah sebelumnya di Facebook saya memposting desain spanduk yang saya buat untuk salah seorang teman. Dari sana saya terbawa ke masa yang saya terangkan di atas, dan beberapa masa kemudian dalam rangka refleksi bagaimana social intelligence telah membawa pengaruh yang signifikan dalam hidup saya.

Tidak jarang kita temui bahwa sebagian besar orang sangat ‘melejit’ dalam kehidupannya, sementara di beberapa kasus sebagian yang lain tampak ‘gamang’. Mereka yang ‘lincah’ sering diasosiakan dengan naluri alamiah yang dianggap mereka dapatkan sejak lahir, tidak jarang juga dihubungkan dengan usia. Sejatinya usia bukanlah ukuran kedewasaan dimana manusia sudah bisa mandiri dalam kehidupan sosialnya, ada juga orang-orang yang bahkan di umur ­quarter life masih belum bisa deal dengan lingkungan sosial. Melalui artikel ini saya ingin berbagi wawasan dan pengalaman hidup tentang dua hal yang akan menunjang Anda dalam social interaction, yaitu ­soft skill dan hard skill.

Memahami dan menguasai soft skill

Apa itu ­soft skill dan hard skill? Istilah bahasa Inggris ini memiliki pengertian personal attributes that enable someone to interact effectively and harmoniously with other people. Sesuatu yang melekat pada diri seseorang yang membuatnya mampu berinteraksi secara efektif dan harmonis dengan orang lain. Hal apa saja yang termasuk soft skill, Wikipedia menyebutkan bahwa diantaranya adalah personality traits, social graces, communication, language, personal habits, friendliness, managing people, leadership, etc. Soft skill juga diidentifikasi sebagai EQ (Emotional Intelligence Quotient), keterampilan ini berbeda dengan hard skill yang umumnya mudah diukur dan dikuantifikasi seperti contohnya pengetahuan dan keterampilan melakukan suatu hal. (Wikipedia). Bermain gitar termasuk dalam kategori hard skill.

Soft skill itu ― seperti yang dijelaskan di atas ― adalah karakter kepribadian. Orang dengan kepribadian seperti apakah yang dapat sukses dalam pergaulan? Sebelum lebih lanjut, mungkin ada baiknya juga Anda mengetahui tipe kepribadian Anda. Ada tiga tipe kepribadian manusia: introvert, extrovert dan ambievert. Orang dengan karaker introvert cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka tidak menyukai kegiatan soliter dan tidak nyaman dengan pertemuan dan kegiatan sosial. Sedangkan extrovert adalah kebalikan introvert, mereka lebih cenderung membuka diri terhadap dunia luar. Suka keramaian, interaksi dan aktivitas sosial. Mereka tidak suka dengan kesendirian, namun biasanya memiliki antusiasme yang tinggi, mudah bergaul dan aktif. Yang terakhir adalah ambievert, adalah gabungan dari kedua karakter sebelumnya. Mereka nyaman dengan interaksi sosial dan tidak bermasalah dengan kesendirian. Saya sepertinya termasuk tipe ambievert. (Anda bisa Googling untuk tahu lebih banyak mengenai ini).

Di dalam kehidupan kita menemui berbagai orang dengan beragam karakter, sikap dan tingkah laku. Jika kita ingin berhasil, satu-satunya cara adalah dengan membaur. Namun ada hal yang perlu diperhatikan bahwa Anda seyogiyanya tetap menjadi diri sendiri. Seperti ikan, yang tidak asin sekalipun ia hidup di air asin. Sudah menjadi fakta umum bahwa orang yang luas pergaulannya dan baik komunikasi sosialnya lebih sukses dibanding rata-rata orang lainnya. Keluarlah dari posisi nyaman Anda, beranilah untuk mengahadapi tantangan yang diberikan oleh lingkungan. Tidak bisa tidak, mau tidak mau, Anda harus berlatih untuk itu. Beruntunglah jika mungkin membaca ini Anda masih pelajar ataupun mahasiswa, karena Anda masih punya kesempatan untuk berbenah diri. Dunia kerja dan kehidupan paska studi lebih kejam jika Anda tidak pandai bersosialisasi.

Jujur, dulunya saya tidak memiliki soft skill yang baik. Namun segera saya menyadari bahwa jika begini saja, maka jarak saya dengan sukses akan tetap lebar ― saya akan bawa Anda untuk merefleksi apa yang saya lakukan untuk memperbaikinya sejak masa kuliah. Periode studi ini saya manfaatkan dengan aktif berorganisasi. (Bisa dibaca jawaban wawancara saya tentang manfaat berorganisasi: Wawancara tokoh inspiratif). Berorganisasi akan membiasakan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain, paling tidak sesama pengurus organisasi. Hal ini memang membutuhkan adaptasi dan semua orang mengalami masa yang tidak singkat untuk hal ini, maka Anda pun demikian hanya perlu untuk kuat-kuat bertahan jika mungkin banyak karakter orang dan hal-hal yang membuat Anda kurang nyaman. Tantangan Anda adalah untuk beradaptasi dengan baik, pertama sekali bacalah karakter diri Anda, apa yang bermasalah ataupun kurang dari Anda. Fikirkan bagaimana Anda bisa diterima ditengah-tengah pergaulan, karakter Anda seperti apakah yang membuat Anda dapat diterima oleh orang lain. Saran saya cobalah tumbuhkan empati dalam diri Anda, yaitu kemampuan memahami orang lain.  Memahami perasaan, fikiran, menghargai pribadi, akan membuat Anda diterima oleh mereka. Anda harus memiliki pendirian dan fleksibilitas. Kelemahan lainnya mungkin Anda tidak berani berbicara di depan publik, kurang pandai mengolah bahasa yang menarik, tidak percaya diri berada satu forum dengan banyak orang dsb. Dengan berorganisasi maka Anda akan terbiasa untuk melakukan itu semua. Organisasi merupakah ruang belajar soft skill yang baik.

Ada quote yang menarik dari Bill Cosby, “I don’t know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody”. Anda tidak mungkin bisa menyenangkan atau membuat semua orang tertarik kepada Anda, dan memberikan upaya yang besar pada hal tersebut hanyalah sia-sia. Tetaplah tampil dengan karakter baik, kerja dan komitmen yang Anda punya. Konsistensi yang Anda lakukan akan melahirkan apresiasi. Ayah saya pernah mengatakan, “sebanyak itu yang suka, sebanyak itu pula yang benci”. Jadilah diri sendiri, namun humanis dan bersahabat.

Ramah dan humoris - bersama teman-teman di Jerman

Berorganisasi juga mengajarkan saya bagaimana bekerja dalam tim. Soft skill ini tidak kalah pentingnya. Mengkomunikasikan ide, menyelaraskan tujuan, meraih target bersama dsb menuntut Anda untuk mampu memahami satu sama lain. Anda hidup di dunia dan berkomunikasi dengan manusia, sederhananya, Anda membutuhkan orang lain untuk mewujudkan ide brilian yang Anda punya. Bagaimana jika Anda tidak pandai mengkomunikasikannya? Anda seorang pakar teknologi, tidak selamanya Anda berbicara dengan rangkaian alat elektronik dan robot, Anda butuh berkomunikasi dengan orang lain untuk mewujudkan inovasi Anda, atau mungkin untuk meyakinkan investor agar berinvestasi pada riset Anda. Terlebih sekarang mulai trend istilah co-founder, co-worker dan alike. Waktu saya di Filipina, saya dikenalkan pada co-lab, dimana orang-orang berkumpul dan mengagas kerja-kerja yang dilakukan bersama. Disana kemampuan Anda untuk mengelola manusia dan kepemimpinan Anda akan diasah. Selain itu, hal ini juga akan membantu Anda untuk mendapatkan soft skill kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis, bernegoisasi, resolusi konflik, menciptakan pengaruh, mengajak dan mengarahkan orang lain dsb. Dunia dewasa ini sudah sangat paham pentingnya kerjasama, dan organisasi adalah kebutuhan manusia modern.

Kegiatan lainnya yang saya lakukan adalah menjadi volunteer. Saat ini banyak bermunculan gerakan aksi dan kerja sosial, Anda dapat bergabung disana untuk berinteraksi dengan mereka. Hal ini akan memperluas wawasan, jaringan perkenalan dan bahkan bermanfaat untuk jaringan profesional Anda. Anda tidak mesti berteman hanya dengan mereka yang sama fikiran dan kecenderungan dengan Anda. Bagaimana Anda bisa menjalin hubungan baik dengan berbagai ragam tipe orang akan membuat kualitas soft skill Anda semakin tinggi. Sikap saling menghargai wajib dijunjung tinggi dalam hal ini. Privacy  juga menjadi hal yang Anda bisa mengerti. Salah seorang teman saya orang Jerman contohnya, ia tidak mengatakan tidak menyukai profilnya tampil di internet ketika saya meminta ia untuk menuliskan testimony tentang saya. Tentu hal ini harus saya hormati, dan kami tetap berkomunikasi aktif sampai saat ini via email. Anda tidak bisa dan tidak elok untuk terlalu memaksakan kehendak kepada orang lain. Dalam sebuah kerja tim di Filipina contohnya, saya memiliki anggota dari beberapa Negara seperti Bostwana, Canada, Brunei, Indonesia dan Vietnam. Ketika kami merembukkan ide apa yang akan kami angkat, setiap orang memilki pandangan tersendiri. Beberapa telihat ngotot, namun kami tahu, hal yang kami lakukan haruslah berdiskusi dengan dingin dan menghargai setiap masukan, lalu menyepakati yang terbaik. Dengan demikian tujuan bersama dapat tercapai.

Pertukaran pelajar juga bisa menjadi hal sangat penting untuk Anda pertimbangkan. Saya mengikuti intercultural student exchange beberapa kali dengan mahasiswa asing dan Indonesia dari berbagai daerah yang dilaksanakan di dalam dan di luar negeri. Ini bahkan lebih menantang dari yang Anda takutkan, bagaimana Anda bisa berbaur, bertukar fikiran dan bekerjasama dengan orang yang sama sekali berbeda. Belum lagi kendala bahasa, ingat bahasa juga merupakan soft skill, maka perlu kiranya untuk membekali diri sebaik mungkin. Kita hidup di zaman globalisasi, Anda akan hanyut jika tidak mampu menyelam di dalamnya.

Travel backpacker juga bisa menjadi latihan bagi Anda. Jauh di negeri yang mungkin tidak seorang pun Anda kenal membuat Anda tidak punya pilihan selain berkomunikasi dengan orang lain dan menghadapi berbagai macam karakter manusia ― beberapa mungkin sangat aneh dan Anda tidak bisa memaksa mereka sesuai keinginan Anda. Saya bisa survive berjalan ke daerah-daerah di Indonesia dengan modal komunikasi yang baik, berkeliling di Jakarta, Jogjakarta dsb, bahkan menetap dalam waktu yang cukup lama. Bahkan juga saya mampu melakukan perjalanan ke luar negeri seorang diri, Singapura, Malaysia, Filipina dsb tanpa mengalami hambatan yang berarti (Alhamdulillah), terutama karena saya mengembangkan soft skill komunikasi dalam diri saya.

Sebuah nasihat bijak dari seorang teman saya mengatakan, “diluar sana terdapat banyak dan sangat banyak orang yang lebih pintar dan lebih hebat daripada kita, namun tidak semua orang memiliki sikap yang baik dan bersahaja”. Perhatikanlah bahwa orang dengan soft skill yang baik lebih cendrung disenangi banyak orang. Soft skill bisa menjadi pembeda karakter Anda, maka dari itu memilki soft skill yang baik adalah keuntungan.

Memahami dan menguasi hard-skill

Hard skill bisa juga diartikan sebagai job skill atau occupation. Keterampilan seperti menulis, matematika, melukis, membuat pernak-pernik, mahir pemograman komputer, microsoft office ataupun software, menginstal laptop atau bahkan memasak, dan mungkin juga menjahit dan membuat boneka, juga termasuk dalam kelompok ini.

Skill ini akan menjadi nilai plus Anda dalam pergaulan, atau bahkan untuk kehidupan Anda sesungguhnya. Karena jika dikelola dengan baik maka tidak menutup kemungkinan itu akan menjadi sumber pendapatan bagi Anda. Dalam sebuah buku yang diberikan oleh teman saya berjudul “one person multiple career”, dijelaskan bahwa mempunyai additional skill  dipandang sudah merupakan keharusan di zaman ini. Memilki keterampilan yang banyak bukan merupakan suatu yang mustahil, sebagaimana nyatanya seseorang bisa memilki lebih dari satu karir.

Dalam pergaulan dan pertemanan yang baik, pihak yang ada di dalamnya haruslah mampu saling berbagi manfaat. Saya tipe orang yang suka berkolaborasi dengan orang lain, seperti membuat project bersama tentang suatu hal. Bayangkan dalam pergaulan Anda tersedia orang-orang dengan kemampuan yang dibutuhkan, tentu apa yang Anda rencakan dapat lebih mudah terwujud. Dari sanalah, selalu dalam pergaulan saya akan mencari tahu lebih banyak mengenai teman-teman saya. Saya percaya semua orang punya potensi dan keahlian. Berteman bagi saya tidak sekedar ‘kenal’, saya harus tahu ‘kurang’ dan ‘lebihnya’ karena dengan begitu saya bisa saling mendukung, saling mengisi dan saling berbagi.

Ilustrasi bekerja salam tim - foto bersama dengan teman-teman di Jerman

Bagaimana caranya memiliki hard skill? Ada beberapa cara yang Anda bisa tempuh untuk hal tersebut. Namun pertama yang harus Anda ketahui adalah Anda akan lebih mudah untuk menguasai sesuatu hal jika Anda mencintai hal tersebut. Coba fikirkan apa yang Anda sukai, ataupun Anda fikir sangat perlu untuk Anda kuasai demi menunjang kehidupan masa depan, atau mungkin kuliah yang Anda jalani saat ini, tuntutan pekerjaan Anda nantinya dsb.

Saat ini sudah banyak lembaga kursus keterampilan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun swasta. Anda hanya perlu giat mencari tahu. Saya pernah mengikuti PKBM tentang keterampilan membuat souvenir dan sablon yang diselenggarakan oleh pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta. Keterampilan seperti ini, mungkin bagi sebagian orang dianggap remeh. Tetapi sungguh kejelian kita memanfaatkannya yang akan membuatnya berbeda. Tidak hanya bisa ditransformasikan menjadi bernilai ekonomis, tetapi juga bernilai sosial. Anda bisa menjadi orang yang sangat bermanfaat dalam pergaulan jika misalnya Anda dapat membantu teman-teman yang tidak pandai dalam suatu hal. Dengan begitu Anda akan menjadi pribadi yang disenangi. Ini yang saya sebut sebagai pentingnya hard skill dalam pergaulan.

Kemampuan membaca trend perkembangan karir dan masa depan juga dapat membantu Anda. 10-15 tahun lalu misalnya di saat computer mulai booming, sebagian besar orang tidak tertarik karena tidak mampu melihat masa depan teknologi ini, namun sebagian yang lain dengan cerdas memahaminya dan mengambil langkah-langkah untuk belajar, sepertinya misalnya mengikuti kursus mengetik, kursus perbaikan komputer dsb, sampai pada masanya komputer sudah semakin berkembang dan orang-orang baru mulai tersadar, nah dia sudah lebih dahulu menguasai hal tersebut. Tentu ini akan menjadi percepatan bagi Anda untuk sukses dalam kehidupan berbekal skill.

Anda juga bisa belajar otodidak. Saya contohnya berfikir bahwa keterampilan desain grafis sangat bagus untuk saya pelajari. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mulai belajar, saya menyempatkan mempelajarinya disela-sela waktu luang, di masa liburan dsb. Ternyata keahlian ini sangat bermanfaat, terutamanya untuk keperluan pribadi saya. Desain foto, buku, spanduk tidak lagi saya upahkan ke orang lain. Saya bahkan juga bisa menghasilkan uang dari skill ini. Dan otomatis dalam pergaulan banyak teman yang mendapat manfaat dari keterampilan saya ini, saya dapat membantu mereka terkait keperluan desain. Bahkan di organisasi yang saya ikuti, saya mampu memberikan banyak sumbangsih dalam hal publikasi kegiatan yang membutuhkan desain grafis. Saya diingat dan dikenal sebagai orang yang mahir dalam bidang ini. Hal itu secara tidak langsung menegaskan posisi Anda dalam pergaulan sosial.

Cara lainnya adalah dengan begabung ke komunitas hobi. Sebagian orang senang berbagi dan memperluas pengetahuannya dengan berkumpul di komunitas hobi tertentu. Apalagi saat ini komunitas semacam itu tumbuh subur. Tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya. Jika Anda, misalnya, adalah penggiat pemograman website, maka Anda tinggal temukan informasi megenai keberadaan komunitas tersebut. Ruang seperti itu memberikan sumber daya yang luas untuk pengembangan keahlian dan kehidupan sosial Anda. Jika mungkin Anda adalah blogger, ratusan bahkan ribuan komunitas blogger sudah berkembang pada saat ini. Selain menambah ilmu, juga akan menambah jaringan perkenalan dan profesional.

Saya contohnya, juga menguasai hard skill WordPress. Sebuah Content Management System (CMS) untuk pembuatan website. Visi mendorong saya untuk membuat sebuah media publikasi. Lagi, saya belajar otodidak dan bergabung dengan komunitas WordPress untuk belajar dan sharing mengenai ilmu tersebut. Dan otomatis di sisi lainnya orang-orang yang berada di lingkungan saya mendapatkan manfaat dari skill saya ini. Di dunia teknologi saat ini sepertinya tidak ada lagi alasan untuk kita tidak bisa belajar mengenai sesuatu hal. Banyak informasi yang kita bisa dapatkan dan pelajari asal ada kemauan.

Memiliki hard skill adalah kelebihan yang akan menunjukkan kualitas diri dan meninggikan selling-point pribadi Anda. Namun, sehebat apapun hard-skil yang Anda punya, Anda tetap butuh berkomunikasi untuk marketingnya. Maka dari itu, sebuah kombinasi ­soft dan hard skill akan membuat Anda benar-benar diperhitungkan dalam kehidupan ini.

Jakarta, 24 Februari 2015

Article, Interview, My Thought

Catatan pengalaman: sekilas tentang seleksi wawancara dan LGD LPDP

“Wajah negeri ini masa depan dapat dilihat dari optimisme pemudanya saat ini” – Adhitya Fernando

 ― PENGANTAR

[dropcap style=”flat”]S[/dropcap]aya mulai catatan ini dengan Alhamdulillah, membenarkan bahwa sungguh Allah Swt selalu hadir untuk orang yang mau berusaha. “Sesungguhnya Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka itu sendiri yang akan mengubah apa-apa yang pada diri mereka” (Qs. Al Ra’ad : 11). Mimpi yang saya bangun dari sejak lama ― melanjutkan studi di luar negeri ― akhirnya sampai pada tahap yang begitu dekat pada kenyataan. Hari Senin dan Selasa, tepatnya tanggal 9 – 10 Februari 2015 kemarin saya menjalani seleksi beasiswa LPDP untuk studi magister luar negeri. Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan? (Qs. Ar. Rahman : 55).

“Bekerjalah seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu akan mati besok” – Muhammad Saw. Bagi sebagian orang, studi di luar negeri mungkin adalah mimpi yang sebenar-benarnya mimpi. Bahkan tidak sedikit yang ― tanpa berani memimpikan ― langsung menjustifikasi bahwa itu bukanlah takdirnya. Padahal, Abu Bakar As-Siddiq pernah mengatakan, “Jika kau berusaha lebih keras, maka itu dapat merubah takdirmu”. Sederhana saja pesannya, semua tergantung keinginan dan usaha. Bukankah kita juga sering diajarkan bahwa where the is a will, there is a way. Maka impikanlah dan rawat impian itu, make your dream goes viral, dengan begitu Anda sedang merancang semesta untuk mengidentifikasi Anda sebagai pemilik impian tersebut.

Adhitya Fernando - Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP menjembatani impian anak Indonesia. Sebuah warisan dari mantan Menteri keungan Sri Mulyani ini telah sukses mendapatkan sejumlah 140 alumni LPDP yang mengikuti program Talent Management. Ditargetkan sekitar 3000 orang anak-anak Indonesia menjadi penerima beasiswa LPDP setiap tahunnya (Eko Prasetyo, direktur LPDP). Dana abadi yang dimiliki LPDP cukup untuk mengirimkan 60.000 orang anak Indonesia studi di luar negeri hingga tahun 2045 nanti. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, setidaknya Indonesia membutuhkan 33.000 pemimpin kelas dunia. Beasiswa ini pun mengakomodir berbagai aspek  ― mengingat disparitas tingkat pembangunan dan gap of quality daerah di Indonesia dsb ― maka LPDP membuat diversifikasi jalur beasiswa, yaitu Beasiswa Pendidikan Indonesia Presidential Scholarship (kampus top 50 dunia), Beasiswa LPDP Reguler dan Beasiswa Afirmasi. Afirmasi khusus ditujukan kepada anak Indonesia yang berada (lahir, menjalani pendidikan wajib 12 tahun) di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) ― selengkapnya dapat dilihat di www.lpdp.depkeu.go.id. Jalur afirmasi inilah yang saya jalani saat ini, karena saya lahir dan dibesarkan di kabupaten Bengkalis ­― salah satu kabupaten terluar di provinsi Riau. Secara umum, tidak ada perbedaan antara beasiswa LPDP Reguler dan Afirmasi, kecuali pengkhususan pendaftar dan beberapa keringanan syarat pendaftaran.

Informasi mengenai beasiswa LPDP sudah sangat banyak tersebar di internet. Jika kita ketik “Beasiswa LPDP” di Google, maka tidak kurang dari 205.000 hasil pencarian yang akan kita temukan. Kisah sukses dan kiat-kiat beasiswa LPDP pun sudah sangat banyak yang menulisnya. Namun, hampir semua kisah yang beredar adalah kisah sukses ― dalam artian baru di-share setelah mereka berhasil mendapatkan beasiswa ― nah kali ini saya tampil beda, saya beranikan untuk menuliskannya langsung. Sebenarnya, ini pun berkat dorongan dari banyak teman-teman yang bertanya “share donk pengalaman kemarin”, “penasaran dengan wawancaranya”, “eh gimana nih seleksinya kemarin” dsb. Maka dari itu untuk mengakomodir semua pertanyaan dan memastikan teman-teman mendapatkan ulasan yang cukup komprehensif, akhirnya saya putuskan untuk menulis ini. Semoga menjadi doa untuk kelulusan saya (awardee). Sebelum lebih jauh, saya ingin menggaris bawahi bahwa catatan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya, Anda mungkin akan mendapat pengalaman berbeda, sehingga ini tidak mutlak untuk dijadikan acuan. Selain itu, kesimpulan dan tips yang saya sarankan nantinya juga merupakan elaborasi murni berdasarkan pengalaman yang saya jalani dan wawasan bacaan berbagai sumber yang pernah saya dapatkan, sehingga Anda harus tetap teliti dan rajin membaca berbagai sumber agar dapat mengambil kesimpulan best-practice apa yang Anda bisa terapkan nantinya.

[accordion]
[spoiler title=”Seleksi wawancara” style=”fancy”]SEBELUM WAWANCARA: VERIFIKASI DOKUMEN

Wawancara adalah tahap kedua setelah verifikasi dokumen. Seluruh peserta seleksi diwajibkan hadir pukul 08.00 WIB guna berkumpul mendengarkan pengarahan prosedur seleksi. Selanjutnya, setiap peserta akan diverifikasi, Anda harus menunjukkan bukti persyaratan ‘asli’ pada panitia (formulir pendaftaran, surat pernyataan bermaterai, sertifikat kursus atau sertifikasi bahasa ― TOEFL, IELTS dsb., ijazah kuliah ― untuk Afirmasi wajib menyertakan ijazah SD, SMP dan SMA, Universitas dan  surat izin belajar ― bagi yang sudah bekerja). Anda akan maju satu persatu untuk mengantarkan dokumen tersebut ke meja panitia. Jika Anda selesai pada tahap ini, maka selanjutnya adalah antri menunggu panggilan wawancara ataupun LGD, panitia akan memanggil nama dan/atau nomor kelompok ― nomor kelompok dan jam giliran wawancara dan LGD terlampir di surat undangan seleksi yang dikirimkan LPDP via email beberapa hari sebelumnya.

Perlu Anda ketahui bahwa dengan dipanggil wawancara berarti Anda sudah berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan pendaftar lainnya. Tampilkan diri Anda sebagai the best candidate. Yang paling harus Anda pahami adalah LPDP sebagai scholarship provider hanya akan memberikan beasiswa pada mereka yang sesuai dengan kriteria LPDP. Anda bisa membaca visi dan misi LPDP dari berbagai sumber seperi website, materi presentasi, koran dsb. LPDP berambisi untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang mempunyai kompetensi global namun tidak melupakan akar ke-Indonesiaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa LPDP mencari mereka yang tidak hanya unggul secara kompetensi-intelektual, tetapi juga mempunyai will to contribute, potential to lead. Berbicaralah tentang Indonesia ataupun daerah dan manfaat yang Anda bisa berikan ― jangan sekali-kali menonjolkan ego ataupun menyelipkan kepetingan pribadi jika itu tidak beneficial to this country. Minimal kepeduliaan  wacana dan kontribusi untuk daerah ―menurut hemat saya ― harus 50 % dari total apa yang akan Anda bicarakan dalam interview nanti.

Tips. Pastikan stamina tubuh dan kesehatan Anda terjaga pada saat wawancara. Fisik yang sehat akan mendukung konsentrasi. H-1 usahakan sudah menjadi hari tenang, maksimalkan persiapan jauh sebelumnya, sehingga di H-1 Anda hanya perlu persiapan ringan saja. Sertakan juga ibadah dan amalan, seperti berpuasa, tahajjud dsb. Perpaduan antara usaha dan doa akan mengundang keajaiban rahasia Allah Swt.

Bacalah Bismillah dan doa sebelum wawancara. Jika tiba giliran Anda, maka panitia akan meminta Anda untuk masuk ke ruangan tunggu. Jangan membayangkan Anda akan diwawancarai di dalam ruangan tertutup di mana hanya ada Anda dan interviewer (saya membayangkan ini sebelumnya), ternyata seleksi diselenggarakan di aula besar (lokasi bisa aja berubah-ubah, saya dapat di Student Center STAN Bintaro) yang diatur sedemikian rupa menjadi kluster-kluster tempat wawancara tanpa sekat. Akan ada tiga orang interviewer yang akan ‘menghakimi’ Anda, dengan komposisi satu orang interviewer utama yang biasanya adalah seorang akademisi, satu orang lagi interviewer yang juga biasanya dari kalangan akademisi atau pegawai LPDP, yang terakhir adalah seorang psikolog. Ketiga pewawancara duduk sejajar satu meja di depan Anda. Akan ada meja dan kursi tempat Anda duduk yang berjarak satu meja dari pewawancara.

Tips. Berikan salam, senyuman dan jabat tangan pada saat menghampiri pewawancara. Berilah kode atau izin untuk duduk. Selain itu, bawa dokumen yang mungkin Anda perlu perlihatkan pada pewawancara, seperti buku karya Anda, sertifikat bahasa, kliping tulisan yang pernah Anda buat, sertifikat yang Anda peroleh, dsb. Hal ini, selain berguna untuk membantu pemaparan agar jawaban Anda semakin terlihat meyakinkan, juga akan menunjukkan bahwa Anda lebih siap.  

Dengan komposisi pewawancara seperti itu, maka Anda harus sadar bahwa tidak hanya kualitas akademis dari rasionalitas dan reasoning jawaban Anda yang akan dinilai, tetapi juga kepribadian, karakter diri, cara Anda berbicara dan attitude. Saran seperti ‘berjalan ke ruangan dengan tegap dan percaya diri’, ‘berikan senyuman dan salami pewawancara’, ‘tatap mata pewawancara, ‘berbicara dengan lugas dan tidak gugup’, ‘kontrol emosi dan argumen’, ‘etika Anda mempertahankan pendapat ataupun mengklarifikasi’ dsb akan sangat penting untuk Anda perhatikan.

PROSES WAWANCARA

Seketika Anda duduk, biasanya interviewers akan berbasa-basi menanyakan kabar Anda? Sudah lama menunggu ya? ataupun lainnya. Balaslah dengan ‘segar’, kesan pertama tetap paling mendalam. Jangan terlihat gugup, rileks saja namun tetap sersan (serius tapi santai). Apa bahasa pengantar wawancara? Tidak tentu. Bahasa yang digunakan tergantung pewawancara, walaupun di banyak kasus hanya akan menggunakan bahasa Indonesia sekalipun tujuan studi Anda adalah luar negeri. Hal ini terjadi pada saya, no English question come out somehow! Tapi untuk membuat ‘keren’ maka saya campurkan sedikit istilah-istilah English dalam jawaban saya. Teman saya sesama peserta wawancara kemarin mengeluh, wawancara yang dia jalani mostly in English ― padahal tujuan studinya di dalam negeri. Nah, Anda harus siap dengan berbagai kemungkinan.

Pewawancara biasanya mengawali tanya jawab dengan mengatakan, baiklah saudara (….) silahkan perkenalkan diri Anda, latar belakang dan alasan mengapa Anda mendaftar beasiswa ini. Menurut saya, starting-point­ disini sangatlah penting. Pastikan Anda menjawab dengan sistematis, jelas dan mendalam. Anda harus mampu memberikan pengantar yang bermutu di awal. Untuk pertanyaan perdana ini Anda mendapatkan waktu yang cukup panjang, pewawancara tidak akan menginterupsi Anda dengan cepat.  Ingat poin-poin yang ditanyakan oleh pewawancara, jangan sampai Anda lupa menjawabnya.

Apa yang perlu Anda sampaikan pada perkenalan diri? Ada beberapa common-error ― menurut hemat saya ― tidak perlu lagi Anda sampaikan tanggal lahir, jumlah saudara dan jawaban sejenis, itu jawaban yang tidak diinginkan. Cukup perkenalkan nama Anda, asal daerah dan umur jika perlu. Selanjutnya sampaikan latar belakang pendidikan Anda, menamatkan studi S1 di Universitas (…..) Fakultas (….). Anda bisa lanjutkan dengan mengatakan Anda mendapatkan IPK yang bagus selama kuliah, atau bahkan cum laude. Paparkan in-brief­ apa yang Anda lakukan saat kuliah, jika misalnya Anda aktif di organisasi, peran apa saja yang Anda jalankan pada saat itu dan apa saja organisasi (menurut Anda penting) yang pernah dijalani. Tetapi jangan sesederhana itu, sebutkan hal membanggakan apa yang Anda buat di organisasi, motivasi Anda berorganisasi. Misalnya Anda pernah menjadi pengurus di organisasi daerah, Anda bisa ceritakan pada saat itu Anda aktif mengkaji tentang daerah dan memberikan dukungan dan kritikan untuk memajuan daerah dsb. Jika mungkin Anda juga menjadi Asisten Dosen, lengkapi juga penyampaian Anda dengan a glance of your duty dan kenapa itu penting bagi Anda. Selain menjalani aktifitas keorganisasian dan kegiatan-kegiatan lainnya, saya juga berusaha mengembangkan kompetensi global dengan mengikuti kegiatan internasional seperti konferensi dan pertukaran pelajar. Meskipun saat itu di kampus saya bisa dihitung jari mahasiswa yang berhasil menembus akses internasional ― sedikit didramatisir ― sehingga cukup sulit mendapatkan referensi dan bagaimana melakukannya, namun berkat kegigihan akhirnya saya bisa mendapatkan kesempatan mengikuti program (……) di negera (….) dan program (…..) di negara (…..). Saya melakukan ini agar saya dapat menjadi orang yang berdaya guna lebih luas dan mampu memberikan inovasi perubahan untuk bangsa.

Selanjutnya, Anda bisa menambahkan pengantar tersebut dengan menyampaikan concern Anda terhadap keilmuan, seperti: “saya mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap bidang ilmu (….)”, sampaikan sejauh mana Anda telah bergelut di dalamnya ― mungkin Anda sering membuat tulisan mengenai hal tersebut, atau peran yang pernah Anda jalankan, program yang pernah Anda buat mengenai hal tersebut dsb. Singgung juga dengan realitas, fakta dan data pendukung yang dapat menguatkan konten pembicaraan. Anda bisa menyimpulkan pengantar Anda dengan mengatakan “maka dari itulah saya mendaftar beasiswa ini dengan harapan saya dapat berbuat lebih dalam bidang tersebut dan berdaya guna untuk daerah/Indonesia (……..)”.

Tips. Apa yang Anda sampaikan di awal ini ― berdasarkan pengalaman saya ― adalah bahan yang digunakan pewawancara sepanjang proses wawancara berlangsung. Anda dapat mensiasati dengan mengatakan semua yang bagus atau yang Anda kuasai ataupun yang membanggakan ― yang menurut Anda bisa Anda pertahankan dan berpengaruh positif. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya tidak akan jauh dari apa yang kita sampaikan di pengantar, hanya sekedar follow-up question.

Tips: Pahami secara mendalam apa yang Anda tuliskan di formulir dan esai yang Anda buat pada saat mendaftar. Pewawancara mungkin tidak akan secara langsung dan spesifik menanyakan apa yang Anda tulis. Maka dari itu, perhatikan jawaban yang Anda berikan, jangan sampai ‘lari’ dari apa yang Anda tuliskan tersebut ― sekalipun tidak ditanya ― selipkanlah poin dalam formulir/esai yang Anda buat dalam jawaban Anda dengan bahasa dan penyesuaian konteks yang menarik. Jangan sampai Anda terjebak, “apa yang Anda bicarakan tidak sesuai dengan yang Anda tuliskan”.

Juga penting diperhatikan bahwa ― jika melihat surat rekomendasi ― terdapat beberapa indikator penilaian terhadap Anda (sangat bagus, baik, cukup, kurang) dalam beberapa aspek. Menurut hemat saya, psikolog akan berusaha membuktikan ini di dalam proses wawancara. Saya dapati, pewawancara psikolog beberapa kali mengajukan pertanyaan ― yang saya paham maksudnya ― terkait apa yang tertulis di surat rekomendasi tersebut. Berikut beberapa aspek yang dimaksud:

  1. Kepemimpinan
  2. Keterlibatan dalam komunitas
  3. Kepercayaan diri (sangat diamati psikolog)
  4. Kedewasaan (sangat diamati psikolog)
  5. Kemampuan beradaptasi
  6. Potensi untuk berkembang (sangat diamati psikolog)
  7. Potensi untuk menjadi pemimpin (sangat diamati psikolog)
  8. Idealisme terhadap kebenaran (sangat diamati psikolog)
  9. Kemampuan akademik

Tips. Pewawancara sudah mendapatkan gambaran ataupun penilaian terhadap diri Anda jauh sebelum Anda diwawancarai. Mereka sudah membaca data yang Anda submit dan membacanya juga pada saat proses wawancara. Masing-masing pewawancara memiliki laptop di depan mereka, saya dapati beberapa pertanyaan muncul setelah mereka mengamati laptop beberapa saat. Besar kemungkinan itu adalah data diri dan berkas pendaftaran Anda. Jadilah diri sendiri, jangan berkamuflase.

Menyambung indikator penilaian di atas, ketika itu pewawancara utama menyanyakan apa yang saya lakukan setelah tamat kuliah S1 lalu? Saya jawab bekerja di sebuah institusi (……). Saya bertugas sebagai (….), beberapa kali terlibat dalam (….), pekerjaan ini meningkatkan kapasitas (….) saya yang akhinya membuat saya mampu (…..). Ceritakanlah mendalam, jangan poin-poinnya saja, namun perhatikan yang kiranya berhubungan dengan tujuan studi Anda. Jika sebelumnya Anda bekerja sebagai peneliti, maka pengalaman bekerja dan menyelesaikan penelitian (….) membuat Anda memiliki kemampuan dan keinginan untuk melakukan (…), saya yakin dengan pengalaman yang saya miliki akan sangat membantu saya kedepannya.

Cermat memilih hal yang akan diangkat atau dicontohkan. Saya sadar bahwa saya menggunakan jalur Afirmasi (khusus anak daerah) dan mereka menginginkan peserta yang punya visi pengabdian untuk daerah, punya misi mengembangkan daerah dan terutama mereka yang punya potensi berkembang dan memimpin daerah untuk kemajuan ― sesuai visi misi LPDP. Terang saja, saya sampaikan pada pewawancara bahwa pengalaman saya di organisasi telah membawa saya bersentuhan dengan dinamika pembangunan di daerah, saya sering mengunjungi daerah di Bengkalis dan terutama di Riau dalam rangka (….), hal ini sedikit banyak telah mendorong saya untuk memikirkan kemajuan dan berbuat banyak untuk daerah. Hal ini semakin meningkat terutama berkat pengalaman saya bekerja dan menjalankan beberapa proyek di daerah. Saya pernah terlibat dalam proyek rancangan dan pembangunan infrastruktur (…..) untuk desa-desa di Riau ― yang mengharuskan saya mengunjungi beberapa daerah untuk mendapatkan data dsb. Saya menikmati proses tersebut, sampai disini pewawancara seolah berhasil saya rebut ­attention­-nya ― terutama psikolog. Psikolog bertanya, “juga berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan juga melakukan (…)”, ternyata saya mengangkat contoh yang tepat (kontribusi terhadap daerah). Saya benarkan pertanyaan psikolog dan memang benar adanya, selain saya juga berkomunikasi dengan instansi-instansi di daerah. Beberapa kali psikolog mencoba meng-explore lebih dalam pengalaman saya ini. Interviewer lainnya turut menyumbangkan follow up question dengan pertanyaan sesuai bidang dan kapasitasnya.

Tips: Selalu beri jawaban yang cukup lengkap, jangan hanya singkat-singkat saja, lengkapi dengan tanggung jawab Anda dalam pekerjaan tersebut dan apa nilai-nilai ataupun apa kemampuan yang Anda dapatkan selama bekerja yang meningkatkan kapasitas diri Anda dan apa dalam pekerjaan tersebut yang menurut Anda adalah kontribusi terbaik yang pernah Anda berikan atau pengaruh positif apa yang Anda berhasil ciptakan. Berikan jawaban seperti ini dalam bahasa yang menarik, komunikatif dan tidak membosankan (gunakan intonasi berbicara, tatapan mata, penekanan kalimat dan sedikit ‘drama’, serta satu hal yang sangat penting adalah berkomunikasi dengan menggunakan gesture ― gunakan tangan Anda untuk memaparkan hal-hal tersebut, ini akan membuat Anda terlihat lebih meyakinkan dan berkualitas, jangan monoton!). Jangan ragu untuk berbicara banyak, pewawancara tidak akan langsung memotong bicara Anda selama Anda tidak bertele-tele dan pastikan tidak terlalu panjang lebar dan memakan banyak waktu.

Setelah saya menjelaskan pertanyaan di atas, pewawancara psikolog kemudian mengajukan pertanyaan yang sedikit menyela ataupun meragukan, contohnya kenapa Anda tidak lakukan saja hal tersebut (….), kenapa Anda malah mengambil tindakan (….). Nah, pada kasus saya pertanyaan itu berhasil saya identifikasi sebagai gugatan atas ‘idealisme saya terhadap kebenaran’, disini Anda jangan sampai terjebak. Tenang dan pahami pertanyaan tersebut, jawablah dengan baik, jangan menunjukkan emosi dan ketersinggungan. Ingat, jawablah tegas dan jujur ― jika memang itu salah ataupun apa yang disebutkan psikolog/pewawancara adalah benar adanya ― maka akuilah lalu nyatakan bahwa Anda sudah berupaya untuk memperbaikinya dan Anda sudah jauh lebih baik sekarang ini. Intinya arahkan kepada hal yang positif.

Tips. Pertanyaan ataupun follow-up question seperti di atas mungkin akan sering Anda temui mengacu pada indikator di atas (mungkin itu mengukur potensi Anda untuk berkembang, kemampuan adaptasi dsb). Maka, Anda harus bisa konsiten.

Pewawancara memberikan follow-up pertanyaan pada saya, Anda pernah mengikuti pertukaran pelajar, bagaimana cara Anda membiayai keberangkatan? Nah, di kasus ini jangan langsung to the point, ini bisa jadi mengukur kepemimpinan, jaringan, kualitas usaha, relasi dengan tokoh dan upaya cerdas yang Anda lakukan. Lagi, rangkailah jawaban Anda menjadi suatu yang menarik tanpa kehilangan esensi utama dari pertanyaan tersebut. Saya menambahkan hal ini pada jawaban saya, kurang lebih poinnya seperti ini, pendanaan saya dapatkan dari beberapa sponsor seperti kampus, perusahaan dan pemerintah. Saya berkomunikasi dengan Rektor dan beliau bersedia mendukung pendanaan, selain itu saya juga berkomunikasi dengan Bupati daerah saya, kebetulan dalam beberapa kegiatan saya sebelumnya kerap bertemu dan bincang-bincang dengan beliau dengan demikian saat saya sampaikan mohon pendanaan Beliau dengan sangat baik merespon saya (kalimat ini tidak persis seperti apa yang saya sampaikan pada saat wawancara). Namun disini dapat ditangkap pesan bahwa kita adalah orang yang mampu membangun komunikasi dengan pihak elit, tentu tidak sembarang orang bisa seperti ini dan mensyiratkan ‘potensi untuk menjadi pemimpin’ dan ‘potensi untuk berkembang’. Cermati setiap pertanyaan.

Tips. Apapun pertanyaan pewawancara, terutama mengenai prestasi. Upayakan bahwa Anda tidak hanya berhasil meraih prestasi tersebut, tetapi kebermanfaatan apa yang Anda bisa berikan dengan memperoleh hal tersebut ― manfaat yang anda dapat bagikan ke orang banyak, bukan berupa prestige pribadi. Contohnya, saya juga mengatakan bahwa kesempatan pertukaran pelajar yang saya dapatkan telah membuka wawasan dan pengetahuan saya. Seketika pulang, saya langsung tergerak untuk menciptakan inovasi dan program follow-up seperti menduplikasi program dan menginisiasi kegiatan serupa di daerah/kampus. Berhasil mengikuti pertukaran pelajar, saya mengadakan pembinaan kepada adik-adik junior berupa kiat-kiat memperoleh beasiswa, menulis esai dsb. Saat ini ― yang dulunya sangat sedikit mahasiswa yang bisa menembus pengalaman internasional ― akhirnya satu dua orang adik-adik junior telah berhasil mendapatkan pengalaman serupa. Tentunya transfer motivasi dan ilmu sedikit banyaknya memberikan kontribusi terhadap perubahan positif ini. Saya merasa dengan mendapatkan kesempatan yang besar saya mampu membuat banyak perubahan dan semakin terpacu untuk menginspirasi banyak orang (tidak persis seperti ini jawaban saya pada saat wawancara kemarin. Intinya, terangkan kebermanfaatan.

Mengenai struktur pertanyaan, saya mendapati kasus yang berbeda dari hampir seluruh cerita yang dibagikan di internet. Sebagian besar orang akan ditanyakan begitu sistematis dan runut, bahkan di beberapa kasus sampai diberikan pertanyaan psikologi yang personal, seperti:

  1. Anda anak keberapa?
  2. Apa profesi saudara kandung Anda?
  3. Apakah Anda sudah memiliki ‘pendamping’ atau sudah berencana ‘menikah’?
  4. Apakah Anda sudah pernah tinggal jauh dari orang tua?
  5. Apakah Anda yakin bias bertahan tinggal jauh dari lingkungan Anda saat ini?

Pada kasus saya, tidak satupun pertanyaan ‘personal’ seperti ini muncul. Bahkan di beberapa cerita kawan-kawan yang lain, pewawancara ‘melemahkan’ Anda dengan tipikal pertanyaan tersebut. Ketika Anda termasuk orang yang belum pernah bepergian jauh, belum pernah tinggal sendiri dalam waktu yang lama, maka pewawancara jelas akan mencoba meragukan Anda ‘apa bisa survive nanti saat sekolah jauh’? Beberapa peserta bahkan sampai dibuat nangis menjawab pertanyaan seperti ini. Hati-hati!

PERTANYAAN WAWANCARA

Sangat penting untuk kita melakukan riset (browsing, membaca buku panduan beasiswa, bertanya pada penerima beasiswa dsb) tentang pertanyaan apa yang kerap muncul pada saat wawancara. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk mendapatkan gambaran dan mempersiapkan konsep jawaban apa yang akan Anda berikan nantinya. Untuk ini, saya berterima kasih pada senior-senior saya yang dengan senang hati membantu, memberikan dokumen pendukung, menjawab pertanyaan yang saya ajukan terkait proses wawancara. Mereka diantaranya adalah bang Budi Waluyo (mahasiswa Ph.D Comparative and International Education di Lehigh University Amerika), bang Robi Kurniawan (penerima beasiswa Fullbright master degree TESOL di Central Michigan University, Amerika) dan bang Pahmi (Penerima beasiswa LPDP magister luar negeri di University of Manchester, Inggris). Selain itu juga dari sahabat saya dari YIB (Yayasan Insancita Bangsa) HMI yang sudah lebih dahulu menjadi awardee, Fitria Amin (Awardee LPDP Carnegie mellon University, Amerika) dan Yasir Mubarok (Awardee LPDP UGM – berencana naik grade ke University of York, Inggris).

Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, maka inilah daftar pertanyaan yang biasa muncul:

  1. Please introduce yourself to us in details!
  2. Why do you choose university of (….)?
  3. Tell me about life and study in that country/city!
  4. Why do yo choose to study abroad?
  5. What is the topic for your thesis?
  6. How is your previous study, research or experience relevant to the topic you are proposing?
  7. Have you search for programs at universities that offer what are you looking for?
  8. How can the universities help you for this research?
  9. All of your publication are not about the research topic you are proposing, how it could be relevant to support your study?
  10. You seem to have finished your bachelor degree more than four years. If we give this scholarship to you, are you can finish within the time limit?
  11. Your English is not very good, how can you manage to study abroad?
  12. Have you contact the professor or do research about the university and its requirements?
  13. What were you do since graduated until now?
  14. Explain about your organization?
  15. If you are offered for working in foreign company with high salary, will you accept?
  16. Does your parent support you for continuing study?
  17. What is your type of leadership?
  18. What do you think about nasionalism and integrity?
  19. What is your motto?
  20. What is your parent’s advice that you still remember?
  21. What is your strength and weakness?
  22. What career do you want to pursue after you study?
  23. What kinds of contribution will you give on your return home?
  24. After finishing your study, what specific priority will you do?
  25. How will you implement the knowledge on your return home?
  26. How will your country gain benefits from your country?
  27. How do you socialize with people?
  28. How will you manage the condition in your family during your study abroad?

Jika kita kelompokkan, maka garis besar pertanyaan tersebut adalah seputar motivasi mendaftar beasiswa, latar belakang dan aktifitas saat ini, tujuan dan rencana studi, pengetahuan tentang universitas tujuan dan professor pengajar, penelitian dan manfaatnya, karir dan kontibusi yang akan diberikan untuk daerah/negara, kualifikasi bahasa. Pertanyaan lainnya hanyalah pelengkap, ataupun pertanyaan counter atas jawaban kita.

Beberapa peserta kadang menemukan pertanyaan tentang wawasan nasional, seperti apa yang pernah dialami teman saya:

  1. Sebutkan isi pancasila dalam bahasa Inggris!
  2. Bisakan Anda menyanyikan salah satu lagu nasional?
  3. Pendidikan di dalam Undang-Undang diatur dalam pasal berapa?

Kadang hal seperti ini sering kita abaikan. Maka penting kiranya untuk memahami kembali beberapa pengetahuan nasional sebelum menjalani seleksi wawancara.

Menyoal kembali daftar pertanyaan yang sering muncul di atas, lead interviewer bertanya pada saya, mengapa mau studi di universitas tujuan saya ― Technische Universitat Munchen School of Education. Berdasarkan tips dari bang Budi Waluyo, maka jawablah pertanyaan seperti itu dengan jawaban yang akademis, misalnya: “saya memilih universitas ini karena tenaga pengajar dan fasilitas yang ada disana sangat mendukung studi S2 saya nanti. Saya juga sudah membaca banyak literatur di bidang saya dan saya menemukan sebagian besar penulis mengajar di universitas ini.” Pertanyaan ini juga merupakan kesempatan Anda untuk restating visi pengabdian Anda untuk Indonesia.

Selain itu saya juga ditanya sudah sejauh apa persiapan untuk masuk ke universitas tersebut, sudah memiliki LOA (Letter o Acceptance)? Kadang kita harus jujur pada diri sendiri bahwa banyak kekurangan yang kita miliki, namun tidak selamanya pula kelemahan akan dianggap kelebihan bagi pewawancara. Mereka menginginkan mereka yang siap, Anda mau lanjut studi tapi universitasnya saja tidak tahu, jelas ini akan sangat mengurangi poin Anda. Karenanya Anda perlu melakukan riset terhadap jurusan, universitas dan pengajar disana. Saya terangkan cukup detail mengenai jawaban tersebut, fakultas yang saya tuju adalah Faculty of Teacher Training and Educational Research, ada 17 jurusan didalamnya dan jurusan yang akan saya masuki adalah Emprical Social Research. Ketua department-nya adalah Prof. Manfred Prenzel, Beliau adalah seorang peneliti PISA (Program for International Student Assessment), saya paparkan mengenai beliau cukup dalam, lalu saya korelasikan kenapa Professor ini sangat penting untuk penelitian saya mengenai Quality Assurance of Education. Jika Anda dapat menjelaskan ini dengan yakin dan tanpa menunjukkan gejala keragu-raguan, maka setidaknya Anda sudah membuat interviewer terkesima.

Di sesi wawancara ini cobalah juga lemparkan senyum pada pewawancara dan bahkan candaan ringan yang mencairkan suasana, tidak harus joke sebenarnya, cara Anda memaparkan dan mengkoparasikan sesuatu jika ‘didramatisir’ sedikit bisa membuat pewawancara ‘tersungging’ senyumnya.

Selain pertanyaan di atas, interviewers juga secara halus menyinggung saya, ‘dengan relasi yang kamu dapatkan di pergaulan internasional, apa gak mau meningkatkan skor bahasa? Saya langsung tangkap intinya bahwa memang skor bahasa saya masih harus ditingkatkan. Saya paparkan dengan keseriusan, disini Anda harus mampu menunjukkan komitmen. Berulang kali para pewawancara menyinggung soal ini ― Anda bisa sedikit menggunakan teknik komunikasi ― tatap mata mereka dengan serius dan ucapkan dengan tegas bahwa Anda akan berusaha sekeras mungkin. Dalam kasus saya, saya katakan bahwa saat ini saya sedang menjalani kursus IELTS di The British Institute Fatmawati, Jakarta Maret ini saya akan ujian IELTS dan optimis bisa memperoleh skor yang menjanjikan.

Namun, ada beberapa hal yang saya coba berargumentasi dengan mencatut tokoh tertentu, malah pewawancara mengatakan ‘ya yang argument kamu saja, itu kan mereka’. Saya mencoba klarifikasi bahwa itu adalah penafsiran saya dan saya hubungkan dengan hal lainnya sesuai tujuan saya. Attitude itu sangat penting, jaga etika komunikasi. Beberapa kali saya hampir memotong pertanyaan pewawancara, namun saya ingat harus coba tenang dan stabil.

Kiranya itu yang saya bisa ceritakan mengenai pengalaman wawancara. Menandakan selesai, pewawancara akan mengatakan bahwa wawancara kiranya cukup dan Anda dipersilahkan mengemasi dokumen dan meninggalkan tempat

Tips. Sebelum berdiri, sempatkan ucapkan terima kasih atas panggilan wawancara ini dan katakan bahwa ini adalah kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga untuk Anda. Tapi jangan langsung pergi, rapikan dokumen saat Anda masih di meja ― jangan sambil berdiri. Jika sudah, maka berdirilah dengan baik dan beri salam dan jabat tangan pewawancara.

Selain itu, belajar dari teknik pitching ide bisnis yang saya dapatkan di Filipina. Sangat dianjurkan jika Anda membuat presentasi dan memparkannya pada investor, idealnya Anda juga meninggalkan hard-copy dokumen yang Anda buat untuk mereka baca belakangan ― Ini akan berguna sebagai pengingat bagi mereka dan memudahkan menemukan identitas Anda. Dalam wawancara ini, saya berikan masing-masing pewawancara kartu nama saya. Agar tidak terkesan lain, saya katakan bahwa saya selalu memberikan ini kepada orang yang saya temui, terutama pada mereka yang membuat saya terkesan. Jelas saja, mereka amati kartu nama saya. [/spoiler]

[spoiler title=”Seleksi LGD (Leaderless Group Discussion)” style=”fancy”]

Anda mungkin mendapatkan jadwal LGD pada sesi pertama, baru kemudian wawancara ― atau sebaliknya. Pembagian ini sepenuhnya domain LPDP. Kasus saya, jadwal wawancara di hari pertama dan menyusul LGD di hari kedua. Masing-masing peserta memiliki nomor kode kelompok, baik untuk wawancara dan LGD ― nomor ini tercantum di email undangan wawancara yang dikirimkan oleh LPDP. Nomor wawancara dan LGD berbeda, saya mendapatkan nomor kelompok 17 untuk wawancara dan nomor 13 D untuk LGD.

Apa itu LGD? Menurut American Psycological Association (APA), LGD adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur potensi kepemimpinan. Penguji LGD akan mengamati dan menilai penampilan peserta LGD, di mana satu kelompok peserta LGD menjalani sebuah diskusi dalam jangka waktu tertentu tanpa ada penunjukan salah seorang menjadi pimpinan diskusi. Seleksi LGD menguji keterampilan mengkomunikasiden ide dan gagasan, kemampuan berinteraksi, daya inisiatif dan kemampuan berkerjasama dalam tim untuk mengambil keputusan.

Sejumlah 8-9 orang akan berada dalam kelompok yang sama. Saya mendapatkan komposisi kelompok yang terdiri atas 9 orang dengan pembagian yang acak, ada peserta yang berasal dari jalur Afirmasi dan juga ada yang Reguler, begitupun dengan tujuan studi ada yang dalam dan luar negeri. Beberapa kelompok juga akan mendapati peserta dengan tujuan studi doktor.

PROSES SEBELUM LGD

Panitia seleksi akan terlebih dahulu memanggil nama kelompok Anda untuk berkumpul menghadap panitia. Maka peserta yang memiliki nomor kelompok yang sama akan maju ke depan, panitia akan mengabsen nama-nama anggota kelompok. Panitia juga akan memberikan beberapa instruksi seperti alat komunikasi seperti handphone harus dinonaktifkan dan disimpan di dalam tas, selain itu panitia akan menunjukkan ruang dimana LGD akan dilaksanakan.

Biasanya ada waktu jeda sekitar 15 menit dari fase berkumpul hingga masuk ruangan LGD. Nah, disini dinamika mulai terjadi. Ambillah kesempatan itu untuk berkenalan (ingat nama teman-teman Anda), coba sekilas baca karakter mereka. Sekalipun ini adalah LGD yang berarti leaderless, tetap saja dalam keadaan ini Anda harus mampu berkompromi karena LGD bukan hanya diskusi kosong, kelompok Anda harus menghasilkan atau mendapatkan jawaban/kesimpulan hasil diskusi. Dalam waktu yang singkat, dengan orang-orang yang baru Anda kenal dan diawasi bayang-bayang penilaian, maka terkadang keadaan seperti ini susah untuk mendapatkan persatuan dan kompromi, satu atau dua orang mungkin akan menguasai forum dan ingin menonjol (mungkin dengan maksud dapat nilai tinggi), padahal substansi LGD bukan seperti itu.

Seluruh proses LGD akan berlangsung lebih kurang 40 menit. Sekitar 3 menit pegarahan dari pengawas. Pengawas akan memberikan kertas catatan dan fotokopi artikel koral mengenai suatu topik. Anda diberikan waktu 5 menit untuk membacanya. Jika sudah selesai 5 menit, selanjutnya salah seorang pengawas akan memberikan kode untuk kita memulai diskusi.

Perhatikan dengan seksama informasi penting yang muncul dalam artikel tersebut. Saya contohnya mendapat artikel koran tentang Narkoba, di dalam artikel dituliskan fakta dan data pengguna narkoba di Indonesia berdasarkan sumber dari BNN, disebutkan juga bahwa mayoritas pengguna adalah anak muda. Diterangkan bahwa upaya pemberantasan narkoba telah berjalan cukup signifikan, namun diperlukan upaya dan kerja sama dari berbagai pihak untuk memberantas secara maksimal. Penting diperhatikan juga bahwa di dalam artikel tersebut terdapat sub-headline (biasanya dicetak tebal), pada artikel saya terdapat satu sub dengan judul ‘Hukuman Mati’. Saya mengamati bahwa sub-headline ini bisa menjadi pengecoh saat diskusi berlangsung. Penting untuk Anda mencatat poin-poin apa yang akan Anda sampaikan pada kertas yang coretan yang disediakan panitia. Ingat, bawalah pena! Panitia tidak menyediakan pena.

Data-data dan informasi penting di artikel tersebut dapat Anda gunakan untuk mengelaborasi pendapat yang akan Anda kemukakan. Tentunya jika didukung dengan data tambahan yang bersumber dari pengetahun Anda sendiri akan lebih baik. Kala itu saya menambahkan UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang menyatakan bahwa hukuman maksimal untuk terpidana narkotika adalah hukuman mati. Hukuman mati sudah diatur dalam konstitusi, sehingga hukuman tersebut tidak melanggar aturan. Hukuman tersebut akan menyebabkan efek jera dan memberi peringatan pada masyarakat bahwa penggunaan narkotika adalah pelanggaran yang dapat dihukum berat. Sebenarnya tidak masalah jika Anda tidak punya wawasan tambahan, Anda bisa saja pandai-pandai mengolah data yang disajikan di dalam artikel.

Hal penting lainnya adalah pembagian peran. Anda diminta untuk memilih salah satu diantara beberapa peran yang tersedia, seperti: Akademisi, Pengamat, Aktivis dan Praktisi (seingat saya hanya itu). Saat Anda hendak mulai menyampaikan pendapat, maka ingatlah untuk mengatakan bahwa Anda adalah (akademisi/pengamat/aktivis/praktisi). Waktu baca yang Anda miliki gunakan untuk memikirkan poin-poin apa yang akan Anda sampaikan berdasarkan peran yang Anda pilih. Ingat, selalu beri kalimat signal yang menandakan peran Anda, jika Anda memilih menjadi seorang pengamat maka Anda dapat mengatakan seperti, “Saya telah mengamati…”, “Kejadian ini saya amati…” dsb. Rasionalisasi yang Anda berikan haruslah sesuai dengan peran Anda. “Jangan sampai Anda mencontohkan peran praktisi sementara Anda adalah seorang pengamat.

Ada baiknya ― sebelum masuk ruangan ― Anda bersama kelompok melakukan kesepakatan bersama dengan teman-teman Anda guna mencapai tujuan bersama. Anda mungkin bisa menentukan ― jika tidak boleh dikatakan pemimpin/moderator ― orang yang berperan sebagai pengatur jalannya diskusi. Orang ini akan memulai pembicaraan pada saat diskusi, memberikan pandangan dan mengatur forum agar berjalan dinamis dan demokratis serta mengarahkan forum agar mampu menghasilkan keputusan dalam waktu yang telah ditentukan. Satu perangkat lagi yang penting adalah notulen ― sekalipun setiap orang mungkin mencatat ―  dengan begitu akan didapatkan kesimpulan yang mampu merangkum ide dan gagasan yang muncul pada saat diskusi.

Tempat duduk dalam LGD diatur menurut pengawas. Anda akan dipanggil masuk satu persatu dan menempati kursi yang sudah ditentukan.

Tips. Anda harus perhatikan. Di dalam ruang LGD nanti akan ada dua orang pengawas (menurut saya keduanya adalah psikolog). Pengawas akan memberikan pengarahan dan penekanan tentang beberapa hal seperti pembagian peran dan LGD itu sendiri. Pengawas mengingatkan bahwa,  “ini adalah diskusi tanpa pemimpin, maka Anda tidak perlu membentuk panitia ataupun perangkat diskusi”. Lalu bagaimana caranya? Jalankan secara non-formal, jangan sampai terlihat forum seperti sudah di atur. Orang yang telah ditunjuk sebagai pengatur diskusi bisa membuka diskusi seperti dengan mengatakan “Assaamu’alaikum wr.wb. Teman-teman yang saya banggakan, mohon maaf jika saya mengambil inisiatif untuk berbicara pertama, sebagaimana pengawas telah mempersilahkan kita untuk memulai diskusi ini. Baiklah, kita telah diberikan waktu membaca mengenai artikel (…..) dan kita mendapatkan pertanyaan yang harus kita jawab melalui kesimpulan diskusi ini. (….)’. Sampai disini, kiranya cukup untuk basa basi mengantar diskusi.

LGD BERLANGSUNG

Ingat, setiap Anda equal dalam LGD. Maka setiap Anda berhak berbicara. Sebagai pembuka diskusi, Anda sangat disarankan langsung memaparkan pandangan Anda terkait topik yang sedang dibahas dan memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang muncul. Dalam kasus saya, saya menjadi pembuka diskusi. Ada beberapa hal yang membuat posisi pembuka diskusi ini menguntungkan:

  1. Anda dapat mengarahkan opini peserta lainnya. Setelah memaparkan fakta dan opini saya mengenai kasus yang diangkat, lalu saya sampai beberapa poin yang menjadi usulan solusi dari saya (Pertanyaan artikel: program apa saja yang bisa dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mencegah bahaya narkoba). Saya menjelaskan bahwa ada tiga program yang harus diwujudkan: Pembinaan keluarga dan penguatan peran keluarga melalui kementerian sosial dsb, program sosialisasi melalui saluran Negara dan juga bekerja sama dengan organisasi kemasyarakat, organisasi kepemudaan dan mahasiswa dsb serta program pemberdayaan generasi muda melalui menguatkan aktivitas produktif di organisasi, minat dan bakat serta ajang kompetisi prestasi dsb bekerja sama dengan kementerian pemuda dan olahraga. Saya juga menyinggung soal hukuman mati yang menjadi sub-headline dan memberikan pendapat mengenai patut atau tidaknya diterapkan hukuman tersebut. Saya menghabiskan waktu sekitar 5 menit. Ternyata jawaban saya diikuti oleh peserta lainnya, ada yang membenarkan, ada yang menambahkan dan ada yang menyarankan hal-hal teknis. Tentunya ini menjadi point-plus.
  2. Sebagaimana saya katakan di atas, dalam LGD tidak ada leader. Namun, pengatur yang sudah kita tunjuk tetap penting. Oleh karena itu peran dan ‘gaya main’ –nya mesti soft and natural, gunakan bahasa diskusi tanpa pemimpin. Anda tidak perlu mengatur pembagian urutan memberikan komentar, biarkan berjalan natural, yang harus Anda lakukan adalah memastikan masing-masing peserta kebagian jatah menyampaikan pendapat. Buat forum menjadi dinamis namun tetap demokratis.
  3. Pengatur diskusi mempunyai kesempatan berbicara lebih banyak, Anda dapat mempersilahkan peserta lainnya berbicara (ini akan menjadi poin tambahan bagi Anda karena menunjukkan perhatian Anda untuk equality dan mau mendengar pendapat orang lain. Anda dapat membenarkan dan mengapresiasi pendapat seseorang (ini juga poin), namun jangan sampai terbaca polanya Anda terus-terusan mengatur diskusi, biarkan saja berjalan dinamis.
  4. Anda akan mampu mengatur waktu dan mengarahkan kepada tujuan diskusi sesungguhnya. Seperti saya katakan di atas, sub-headline kadang meragukan, beberapa peserta bisa terpancing untuk membahas lebih dalam dan sedikit menonjolkan ego terkait sub tersebut, padahal yang sebenarnya harus didapatkan di dalam diskusi bukanlah itu ― ada pertanyaan khusus yang harus dijawab. Nah disini Anda bisa mengatur dinamika forum agar kembali kepada topik. Jika semua peserta sudah selesai berbicara, maka saatnya Anda mengarahkan pada kesimpulan ― karena waktu terbatas. Namun sebelum itu, coba untuk menanyakan lagi apakah masih ada tanggapan ataupun koreksi yang ingin disampaikan. Beberapa orang biasanya akan memberikan opini tambahan, namun jangan biarkan terlalu lama, sebab 5 menit menjelang akhir salah seorang pengawas akan memberikan kode bahwa waktu diskusi sudah hampir habis. Disinilah Anda harus mengarahkan forum agar mampu menarik kesimpulan.
  5. Notulen ― jika tidak boleh dikatakan demikian ― saatnya berperan. Tidak usah ditunjuk langsung di forum bahwa dia yang menyampaikan kesimpulan, buatlah dinamika seolah masing-masing peserta mencoba menyimpulkan dan memancing siapa yang berinisiatif untuk menyampaikan.

Jika sudah sampai disini, maka LGD berarti selesai. Pengawas akan mempersilahkan Anda untuk meninggalkan ruangan dan membiarkan artikel dan catatan tetap di meja Anda. Jika Anda sudah menyelesaikan wawancara dan LGD, maka dengan demikian tahapan seleksi Anda pun sudah selesai. Anda boleh pulang dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan ― yang biasanya diterbitkan dalam satu atau dua minggu ke depan.[/spoiler]

[/accordion]

Anda sudah menjalani tahap ini dengan baik. Percayalah, hasil tidak akan mengingkari usaha. Ia akan berbading lurus. Perjuangan sudah Anda lalui dengan penuh percaya diri, meminjam ucapan Sutan Sjahrir, hidup yang tidak diperjuangkan, tidak dapat dimenangkan.

Catatan (+) wawancara: Jika sebelumnya Anda adalah aktivis, atau memiliki pengalaman organisasi, sering melakukan presentasi, barangkali Anda juga pernah memiliki pengalaman wawancara kerja atau wawancara program non-degree seperti pertukaran pelajar dsb. Makah al tersebut akan memudahkan Anda, Anda akan terbantu untuk sesi wawancara dan LGD berkat pengalaman yang Anda punya. Saya mencontohkan, selama di HMI dan beberapa organisasi lainnya, saya cukup sering melakukan wawancara untuk recruitment (screening test istilah HMI) kepada calon pengurus ataupun calon kader, di jenjang perkaderan HMI juga saya diharuskan menjalani screening-test misalnya untuk mengikuti Latihan Kader II. Saya juga beberapa kali mengikuti pertukaran pelajar dan merasakan wawancaranya.

Catatan (+) LDG: Sama dengan wawancara, jika Anda punya pengalaman yang saya sebutkan di atas maka beruntunglah Anda cukup memahami dinamika forum diskusi, terbiasa menyampaikan opini bahkan berdebat, Anda cukup paham membaca karakter peserta diskusi, bagaimana menangkal opini dan mengarahkan pada tujuan dsb. Khusus kader HMI biasanya memiliki kelebihan dalam hal ini. Bagi yang aktif di ruang-ruang kuliah juga biasanya cukup terbantu. Di dalam proses seleksi apapun, Anda mesti ingat bahwa Anda berhadapan dengan manusia, kemampuan berkomunikasi adalah syarat yang utama, berapapun jeniusnya Anda.

Demikian apa yang dapat saya bagikan kepada Anda semua. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Mohon maaf jika terdapat kekurangan di dalamnya. Jika boleh, selipkanlah do’a untuk kelulusan saya pada seleksi LPDP ini. Pengumuman kelulusan akan keluar pada tanggal 10 Maret 2015 nanti. Semoga sukses untuk kita semua.

Jakarta, 02 Februari 2015.

Salam, sahabatmu.

Adhitya Fernando

 

Article, My Story

25 intisari kiat sukses masa muda

*Tulisan ini saya buat dalam rangka memperingati hari lahir saya ke-24 tahun (09 november 1990 –  09 November 2014).

[dropcap style=”flat”]S[/dropcap]etiap yang dilahirkan ke dunia ini akan mengalami suatu masa tempuh yang dinamakan kehidupan. Kehidupan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah fase peralihan. Manusia, makhluk yang melangsungkan hidup di dunia ini sudah terlebih dahulu melalui alam ruh (alam sebelum jasad manusia diciptakan) dan alam rahim (alam kandungan ibu). Setiap manusia, walau tidak sama masa hidupnya, kelak setelahnya akan beralih ke dua masa lagi, alam kubur dan alam akhirat. Demikian, sampailah ia pada masa yang kekal, tak seperti hidup di alam dunia yang terbatas masanya.

25 inspirasi kiat sukses masa muda_Adhitya Fernando

Perguliran masa hidup manusia dihitung menurut hitungan tahun. Lazimnya, manusia melakukan perayaan setiap berlalu satu tahun masa hidup pada hari lahirnya. Perayaan ini, sekalipun tidak termasuk amal ketaatan,  namun ia adalah amal kebaikan selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Di zaman ini perayaan tersebut dilakukan dengan beragam cara, bagi saya yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan makna. Ulang tahun sesungguhnya adalah momentum evaluasi dan refleksi terhadap tahun-tahun yang telah berlalu.

Mengingat masa lampau dan kematian
Allah Swt mengingatkan kita: “Perhatikan masa lampaumu untuk hari esokmu” (QS al Hasyr 59:18). Terhadap masa-masa yang sudah berlalu, adalah dosa dan kesalahan yang pernah dengan ataupun tidak sengaja saya lakukan, menjadi refleksi utama. Hal tersebut membawa ingatan saya pada hadist Nabi Muhammad Saw, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah).

Hari ulang tahun juga merupakan momentum yang bahagia, selain mengingat dan bersyukur atas segala pencapaian yang telah berhasil diraih, ditambah suka cita dari ucapan salam dan selamat juga do’a dari keluarga, rekan dan karib kerabat. Banyak diantara ucapan yang saya terima adalah “Semoga panjang umur”. Saya tahu bahwa ucapan tersebut bukanlah hitungan matematis, karenanya saya artikan sebagai pengingat agar saya senantiasa mengisi umur dengan hal-hal yang baik, dengan amal sholeh dan karya yang bermanfaat untuk seluruh umat manusia, sehingga aliran pahala darinya akan terus berjalan sekalipun hayat tak lagi dikandung badan.

Psikologis usia 25 tahun
Jika usia 17 tahun dianggap merupakan masa remaja, dan masa yang paling indah, tidak demikan halnya dengan usia 25. Laverne Antrobus, seorang psikolog dari Clinic London menyatakan bahwa usia 25 merupakan masa remaja akhir, dan masa yang cukup rentan. Di usia 25 tahun inilah otak mulai mereorganisasi sendiri. Seseorang mulai memandang dan memikirkan suatu hal secara berbeda, pikiran menjadi lebih matang dan dewasa.

Sebuah penelitian baru yang diungkap oleh National Geographic menyatakan bahwa usia 25 adalah usia terbaik manusia. Adalah Kristina Streiner, doktor psikologi dari University of New Hampshire yang melakukan penelitian tersebut. Sesungguhnya sangat banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada masa usia 25, baik perubahan yang terjadi oleh dorongan sendiri ataupun karena dorongan dari lingkungan orang sekitar, seperti halnya berubahnya cara pandang orang terhadap diri Anda sehingga memaksa Anda meninggalkan cara berifikir remaja.

Polemik yang muncul
Pada usia 25 tahun, orang pada umumnya akan memandang Anda sebagai karakter tersendiri, lepas dari keluarga. Jika Anda mempunyai kendaraan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Anda mendapatkannya dari usaha sendiri atau dari orang tua. Contoh lainnya, fokus pertanyaan bukan lagi sudah berapa lama Anda belajar, tetapi dimana Anda sekarang bekerja. Pertanyaan-pertanyaan seperti dimana Anda bekerja, apa profesi Anda, apakah Anda sudah menikah, akan lebih sering dijumpai.

Perubahan paragima di lingkungan sosial pun terjadi, Anda seolah mempunyai jati diri baru. Nama besar orang tua, karib kerabat sudah tidak melekat secara nyata, tetapi apa yang sudah dan akan Anda capailah yang akan menentukan eksistensi Anda. Akan banyak tekanan yang terjadi pada usia ini. Dalam pergaulan sosial contohnya, Anda tidak akan lagi dengan mudah menemukan teman yang dapat menemani Anda hang out. Dunia seolah hanya membicarakan waktu produktif dan memikirkan aktivitas-aktivitas yang dapat menjamin kelangsungan hidup. Teman-teman Anda seolah menjauh karena mengejar impainnya masing-masing. Anda tidak lagi memiliki waktu bersama untuk bersenang-senang dengan mereka.  Perbincangan mengenai karir, jodoh dan masa depan menuntut keseriusan Anda. Jika Anda kaget akan hal ini, barangkali Anda masih terjebak pada mental remaja.

Selain itu, masalah kemandirian juga merupakan hal yang barangkali menjadi tekanan bagi Anda. Anda sudah merasa malu untuk menggantungkan hidup sepenuhnya pada orang tua. Namun disaat yang sama Anda masih belum mampu untuk lepas dari mereka, barangkali karena paska pendidikan Anda masih belum menemukan karir, atau Anda masih dalam perjalanan menggapai sesuatu yang Anda impikan dsb. Pengertian orang tua masih terasa pada masa ini, biasanya sesekali orang tua masih memberikan perhatian (biaya) untuk memastikan Anda dapat terus berjalan dan tidak mundur kebelakang. Keputusan-keputusan sulit juga akan banyak muncul di usia ini. Namun, ini adalah masa yang menarik. Masa ini adalah masa pembelajaran dimana keseriusan hidup benar-benar diuji, dan cara Anda bertahan dalam melalui masa-masa ini akan sangat menentukan keberhasilan Anda di masa depan.

Membagi kisah hikmah
25 tahun sudah perjalanan hidup saya. Segala hal yang saya utarakan diatas sedang dan masih akan saya lalui. Namun setidaknya bagi saya pribadi, masalah kepribadian, masalah sosial dan faktor-faktor psikologis bukan lagi termasuk kendala yang merintangi perjalanan hidup saya. Sementara itu, dalam hal kemandirian, pengalaman bekerja dan menghasilkan uang juga sudah saya lakukan, walau tidak secara formal, namun cukup untuk menyambung hidup dan memodali impian saya, bahkan lebih baik daripada pekerja diumur seusia saya. Masih dalam ekonomi, di usia ini kita dituntut untuk dapat menemukan ataupun menciptakan sumber pendapatan yang dapat menjamin keberlangsungan hidup, apakah Anda memilih untuk bekerja di perusahaan, menjadi PNS, berwirausaha ataupun usaha lainnya.

Sampai setengah abad ini, alhamdulillah telah banyak hal yang saya lakukan, banyak hal yang telah saya capai, banyak hal yang telah saya pelajari, banyak yang telah saya kuasai. Ditengah semua itu, tidak dinafikkan bahwa masih banyak kelemahan dan kekurangan yang saya rasakan, banyak hal yang masih harus saya pelajari, saya capai dan saya laksanakan. Adapun terhadap semua hal yang telah dan akan saya capai sejauh ini, bagi saya adalah suatu yang luar biasa, dalam bahasa tepatnya “ketidakmungkinan yang menjadi kenyataan”, banyak hal yang diluar ekspektasi banyak orang bisa saya taklukkan. Pengakuan ini semata sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada saya. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan untuk kita berusaha dan memberikan karya-karya nyata untuk kehidupan ini.

Di momentum ulang tahun, saya meminta kado dari Anda sekalian. Ups..bukan. Tulisan ini adalah kado untuk Anda, sahabat yang setia menemani dan mendukung perjalanan saya. Saya ingin membagikan 25 catatan refleksi tentang kehidupan yang sudah saya jalani dan rencana kehidupan saya dimasa yang akan datang. Semoga dapat Anda ambil sebagai pelajaran dan hikmah dari perjalanan hidup saya. Selamat datang di dunia sesungguhnya!

[accordion]
[spoiler title=”1. Taqwa membawa kebaikan” style=”fancy”] Allah Swt adalah pemilik alam semesta dan segala isinya ini, Dia lah yang mengatur setiap makhluk dan ketentuan di alam ini. Selain mengenal jati diri, di usia ini Anda hendaknya sudah mempunyai kematangan iman, punya pengetahuan yang baik tentang agama dan mampu melaksanakan perintah agama dengan baik. Agama akan menuntun Anda untuk bisa memperoleh kehidupan yang sukses di dunia dan di akhirat kelak.

Kehidupan ini keras, maka lembutkanlah dengan ketaatanmu pada Allah Swt. Jalani perintahnya dan jauhi larangannya, Ia akan mengangkat derajatmu di dunia. Perhatikanlah kisah hidup orang besar, mereka selalu menjaga kedekatan-Nya dengan Allah Swt, mereka melaksanakan amal yang lebih dari orang pada umumnya. Banyak dari mereka yang merutinkan tahajjud, shalat dhuha, puasa senin-kamis, infaq dan sedekah serta amalan lainnya.

Memintalah padaNya, bawalah hati Anda dekat pada-Nya, niscaya Ia akan menjadi penerang yang menuntut jalan Anda mencapai apa yang Anda inginkan. [/spoiler]

[spoiler title=”2. Dukungan keluarga adalah yang utama” style=”fancy”] Tiada yang lebih menentramkan selain berada ditengah-tengah keluarga. Keluarga adalah tempat terdekat dimana Anda bisa mengadu, tempat dimana Anda bisa mendapat perhatian lebih. Dalam keluarga pula sesunggunya energi kehidupan yang lebih besar bisa Anda dapatkan. Sebesar apapun baiknya sahabat, keluarga jualah yang akhirnya akan menjadi sandaran Anda. Bangunlah hubungan yang baik dengan keluarga, kepada kedua orang tua khususnya. Perbaikilah hubungan yang mungkin saat remaja sempat renggang. Sesungguhnya do’a dan restu orang tualah yang akan mengantarkan Anda kepada kehidupan yang baik lagi sukses di masa depan.

Pada usia ini, Anda akan mendapatkan tempat yang lebih utama di dalam keluarga, Anda akan lebih dihargai, baik pendapat, pola fikir dan pilihan-pilihan yang Anda ambil, karena Anda dianggap sebagai pribadi dewasa yang mampu bertanggung jawab. Jangan sungkan berkonsultasi dengan orang tua, mereka telah melalui pahit-getir kehidupan, mereka akan memberikan saran-saran yang akan membangun Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Di usia ini, mulai melekat rasa tanggung jawab pada diri Anda untuk membantu keluarga dan lebih peduli kepada mereka. Usahakan agar Anda sudah dan sesegera mungkin mulai meringankan beban mereka, baik mungkin secara finansial ataupun fikiran. Perhatian Anda sangat berarti, mulailah dengan membantu memecahkan masalah-masalah keluarga.

Mulai sekarang, pastikan Anda membangun jalinan yang erat dengan orang tua. Rasakan hangatnya keberadaan mereka, jika Anda tinggal jauh dari mereka, relakanlah beberapa menit waktu Anda untuk menanyakan kabar mereka. [/spoiler]

[spoiler title=”3. Lingkungan memiliki pengaruh besar” style=”fancy”] “Berteman dengan penjual parfum, Anda akan kebagian harum aromanya”. Lingkungan dan orang-orang di sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri Anda, mereka akan dominan membentuk pola pikir, cara pandang dan tujuan hidup Anda. Maka bergaullah degan orang-orang baik yang akan membawa kebaikan untuk hidup Anda. Terlebih di usia seperti ini, Anda dituntut untuk dapat lebih selektif dan tegas, harus mampu berkata tidak pada hal-hal yang hanya membawa keburukan, pada kebiasan-kebiasaan buruk, pada pola pikir remaja. Anda harus hadir sebagai pribadi dewasa yang matang dan siap menempuh kehidupan baru sebagai manusia dewasa.

Selain itu, lingkungan berpengaruh pada impian yang Anda capai. “Get linked”, berkenalan, berkomunikasi dan bangunlah hubungan dengan orang-orang yang punya ketertarikan, punya pengalaman dan punya latar belakang yang terkait dengan impian Anda. Hal ini akan sangat membantu langkah Anda menuju sukses. [/spoiler]

[spoiler title=”4. Lakukan selagi muda” style=”fancy”] Anda akan merasakan ruang gerak Anda tidak sebebas dulu ketika remaja. Anda tidak akan dengan mudah dapat melakukan eksperimen-eksperimen misi hidup, tidak mudah melakukan sesuatu sesuai keinginan. Keadaan ini terkadang mengerikan, banyak hal yang seolah memenjara langkah Anda. Mulai dari usia, keuangan, dunia sosial yang tidak sama lagi.

Hanya di usia remaja lah Anda bisa melakukan segalanya sesuka hati. Itulah masa dimana Anda begitu bertenaga, banyak keinginan, penuh semangat dan daya juang yang idealis. Sayang sekali jika masa ini Anda manfaatkan hanya dengan bersenang-senang, bermalas-malasan, seolah hidup selalu mudah. Inilah masa dimana karakter Anda berkembang cepat, di masa remaja ini Anda harus seharusnya bisa menganalisa kelebihan, keunikan, dan kekurangan diri Anda sendiri.

Ikutilah berbagai kegiatan, dengan begitu soft skill dan jiwa kepemimpinan Anda akan terlatih. Ikuti organisasi, banyak pelajaran yang tidak Anda dapatkan di kelas ataupun bangku kuliah. Selain itu berorganisasi mendorong Anda untuk berinteraksi dengan banyak orang, dan hal tersebut akan membangun kepribadian yang mantap. Cobalah gapai keinginan-keinginan tertinggimu selagi muda, ikuti kegiatan nasional, ikut konferensi internasional, ikut lomba kemana-kemana, melakukan perjalanan dengan teman-teman dsb, hal tersebut jika dilakukan dengan baik maka akan menjadi modal yang sangat berharga untuk masa depan Anda. Itulah pengalaman yang tidak bisa dibeli.

Beli masa depan Anda dengan harga hari ini. Anda harus belajar berbagai hal sebanyak mungkin, tekun, giat, karena masa depan harganya mahal bagi orang yang tidak berilmu. Jangan takut salah dan jangan jadi peragu. Anda bisa memperbaiki kesalahan Anda selagi muda. Latih diri Anda mengambil keputusan. Melakukan kesalahan itu biasa, yang tidak dibolehkan adalah melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Semakin banyak Anda melakukan kesalahan, semakin kecil kemungkinan Anda melakukan kesalahan baru. Semakin sedikit hal yang harus susah payah Anda pelajari selanjutnya dan menyingkirkannya dari kehidupan Anda, yang mungkin akan merintangi langkah sukses Anda di masa depan. [/spoiler]

[spoiler title=”5. Prioritas akan membentuk Anda” style=”fancy”] Rutinitas yang Anda harus hadapi setiap hari mungkin acap kali membuat Anda merasa bosan. Namun tanpa disadari ia berpengaruh besar terhadap masa-masa yang akan datang. Prioritas, satu atau beberapa hal yang benar-benar Anda sukai dan fokus mengerjakannya akan membentuk suatu interaksi energi, disana terlibat ilmu, komunitas dan kesempatan.

Jika Anda sungguh-sungguh dalam suatu hal tertentu, biasanya Anda akan banyak berinteraksi dengan orang-orang yang punya latar belakang yang sama. Dari sini akan tercipta peluang dan kesempatan, setiap kesempatan yang Anda manfaatkan akan memperkaya pengetahuan Anda.

Anda juga harus belajar bagaimana mengatur prioritas, membagi waktu ditengah lingkaran rutinitas. Anda bisa melakukannya dengan membuat skala prioritas, membuat rencana sebaik mungkin sehingga dapat dijadikan panduan. Atur waktu dan prioritas Anda sebaik mungkin, kesibukan yang Anda jalani jangan sampai membuat Anda lupa bahwa Anda hidup di masa sekarang. Jalani hidupmu saat ini sebaik dan sebahagia mungkin. Kerja keras tidak akan sia-sia. [/spoiler]

[spoiler title=”6. Pengalaman mempermudah jalan” style=”fancy”] Pengalaman adalah ilmu dan guru yang paling berharga, demikian ucapan bijak yang sering kita dengar. Hidup ini adalah pembelajaran, dan orang-orang yang belajar dengan cepat dan sigap akan sampai lebih awal. Raihlah berbagai pengalaman, ini akan mempermudah Anda melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak ada usaha dalam hidup ini yang tidak trial and error, keberhasilan tidak diraih semudah membalikkan telapak tangan, dan membutuhkan waktu.

Ilmu dari berbagai pengalaman yang Anda raih semuda mungkin akan banyak memangkas waktu yang harus Anda investasikan dalam proses  Anda mencapai impian-impian yang Anda rencanakan, dengan demikian membuat Anda lebih gesit dan lebih efisien dalam melangkah dibanding orang lain yang hanya punya sedikit pengalaman, mereka cenderung lebih kaku, Anda bisa menjadi unggul lebih cepat.

Maka perhatikanlah bahwa ada ilmu, keterampilan dan kemampuan yang harusnya sudah Anda kuasai sejak muda, sadarilah secepatnya. Jangan sampai usaha Anda di masa depan terkendala oleh hal tersebut yang seharusnya sudah Anda kuasai, dan yang seharusnya bisa Anda pelajari di waktu luang, yaitu di masa muda. [/spoiler]

[spoiler title=”7. Jangan terjebak pada comparison gap” style=”fancy”] Setiap orang adalah identitas yang unik, mempunyai jati diri yang berbeda dan pilihan hidup yang berbeda pula. Anda tidak bisa dan tidak elok jika membandingkan diri Anda dengan orang lainnya. Jadilah diri Anda sendiri, diri yang asli, bukan replika orang lain. Ciptakan langkah hidup Anda sendiri, Anda juga akan berhasil jika kerja keras dan sungguh-sungguh. Ingat bahwa “hasil tidak pernah mengingkari usaha”. Syukuri apapun keadaan Anda saat ini, percayalah bahwa diri Anda merupakan anugerah terbaik dari Allah Swt.

Membandingkan dengan orang lain cenderung membuat Anda minder, merasa rendah diri dan dipenuhi dengan ketakutan. Hal tersebut tentu akan sangat merugikan Anda. Setiap manusia dibekali dengan kemampuan yang sama. Jika Anda perhatikan orang-orang sukses di dunia ini sungguh mereka mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda dan cara perjuangan yang berbeda-beda, “tidak hanya satu jalan menuju Roma”, ucapan orang bijak. Mari ciptakan kesuksesan asli diri Anda.

Bukan berarti Anda tidak boleh melihat perkembangan orang lain, terutama bacalah kisah-kisah sukses orang besar saat ini. Baca biografi mereka, apa yang mereka lakukan pada waktu seusia Anda. Jadikan itu sebagai panduan dan bahan untuk mengukur langkah Anda. [/spoiler]

[spoiler title=”8. Lakukan perjalanan” style=”fancy”] Percaya atau tidak, perjalanan akan lebih mudah Anda lakukan disaat muda. Waktu muda adalah masa pertualangan dan berbagai kesempatan. Disaat adrenalin hidup Anda sangat tinggi dan keinginan untuk bersenang-senang masih kuat, disaat yang sama Anda berada pada keadaan harus berjuang untuk mengatasi kecemasan tentang pekerjaan, pengangguran, utang dan hubungan. Inilah yang disebut quarter life crisis.

Anda membutuhkan banyak pelajaran hidup untuk kebaikan masa depan, dan perjalanan akan memberikan hal tersebut. Perjalanan akan membuat Anda berani menghadapi tantangan, Anda belajar mengatasi kendala-kendala yang harus mampu Anda hadapi seorang diri dan harus mampu melaluinya dengan baik. Hal-hal yang Anda lihat dan Anda rasakan selama perjalanan akan membuka cara pandang Anda terhadap dunia, mata Anda akan lebih terbuka dan wawasan Anda akan lebih luas, karenanya Anda akan mampu membuat jalan yang lebih luas berkat wawasan Anda. Perjalanan juga membantu Anda belajar melihat dengan cara pandang yang berbeda, melatih melihat dari berbagai sudut pandang, dan mengubah pandangan Anda terhadap sesorang. Bertemu orang dengan berbagai latar belakang budaya dan sifat akan sangat membantu Anda dalam berinteraksi dalam masyarakat maupun di dunia profesionalitas Anda.

Masa muda adalah masa untuk melakukan hal gila, bukan dalam arti sebenarnya, melainkan penegasan untuk tidak ragu melakukan sesuatu. Perjalanan akan menjadi cerita menarik untuk masa tua Anda, mendaki gunung, bertualang ke negeri orang, beradaptasi dengan budaya baru, mengunjungi tempat-tempat indah, bertemu orang-orang baru akan membuat Anda bisa merasa lebih hidup. Hal ini tak menunggu pengaruh sampai Anda tua, namun berpengaruh langsung untuk perjalanan hidup masa muda Anda. Kebahagiaan tersebut akan mengisi sanubari Anda, biasanya Anda akan merasa bahagia dan lebih optimis menjalani hidup dan kehidupan ini.

Saat Anda memasuki usia dewasa, Anda akan dibebani dengan banyak tanggung jawab yang harus Anda hadapi. Mungkin akan lebih sulit bagi Anda untuk kembali melakukan hal “gila”. Jalani masa muda Anda sebaik mungkin dan berikan yang terbaik! [/spoiler]

[spoiler title=”9. Waspada quarter life crisis” style=”fancy”] Istilah ini umum di negara-negara Barat. Dr. Oliver Robinson dari University of Greenwich menjelaskan bahwa quarter life crisis biasanya dirasakan oleh orang-orang yang berada pada usia peralihan dari remaja akhir ke dewasa (20-30 tahun). Di mana orang-orang biasanya akan mengalami tekanan sehingga mulai merasakan tidak nyaman dengan kehidupannya, mereka mulai meragukan hidupnya, meragukan jalan hidup yang saat ini mereka dapatkan.

Penelitian Robinson mengungkapkan bahwa  86% dari 1.100 anak muda mengakui mereka tertekan terkait rencana menikah, keuangan dan pekerjaan yang harus didapatkan sebelum usia 30 tahun. Dua dari lima orang khawatir mengenai uang, mereka tidak mempunyai penghasilan yang cukup. 32 % merasa tertekan mengenai pernikahan dan keinginan untuk segera mempunyai anak sebelum usia 30 tahun. 6 persen diantaranya berencana untuk berpindah tempat (hijrah), sementara 21 % lainnya ingin mendapatkan karir yang benar-benar baru.

Keadaan ini tercipta karena mental yang tidak benar-benar siap menjadi dewasa dan memikul segala konsekuensinya, seperti menanggung hidup sendiri, menentukan karir, menghadapi dinamika sosial masyarakat. Semuanya menuntut Anda lepas dengan sempurna dari masa remaja, sehingga Anda merasa dunia begitu berbeda. Terkadang hal ini menimbulkan ketakutan, depresi, kesepian dan murung. Masa ini memang bukan perkara yang mudah, namun bukan tidak mungkin dilewati. Seiring waktu biasanya adaptasi akan membuahkan hasil dan seseorang menjadi terbiasa. Semakin cepat Anda menyadari dan berubah dengan baik, maka peluang Anda untuk mencapai kehidupan masa depan yang sukses akan terbuka lebar.

Selain itu, pembiasaan di masa remaja juga sangat mempengaruhi mental Anda. Remaja yang terbiasa manja, suka bersenang-senang, malas-malasan, tidak suka berfikir keras biasanya sulit “move on”. Karenanya latihlah diri Anda semuda mungkin, jadilah pribadi pembelajar yang giat.

Robinson menyatakan bahwa quarter life crisis bisa jadi pengalaman yang positif, bergerak dari keadaan yang suram hingga memaksa kita ingin cepat berubah sampai akhirnya siap dan berhasil membangun kehidupan baru. [/spoiler]

[spoiler title=”10. Andalkan diri sendiri” style=”fancy”] Tidak ada yang bisa menolong Anda kecuali diri sendiri. Menggantungkan harapan pada orang lain hanya akan membuahkan kekecewaan, gantungkanlah harapan pada usaha Anda sendiri.

Di usia ini akan akan lebih dihargai berkat hasil yang Anda peroleh berkat kerja keras Anda sendiri, bukan karena orang tua dan sebagainya. Di masa ini Anda juga akan merasa lebih bangga terhadap pencapaian Anda, etos kerja keras biasanya akan lebih berkembang, terlepas apapun hal yang memicunya. Jika Anda mengandalkan diri sendiri, tidak mudah berpangku tangan, maka Anda akan benar-benar tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan mandiri.

Mengandalkan diri sendiri bukan berarti Anda lepas dari segalanya. Jangan lupa bahwa hasil yang Anda peroleh bukan semata hasil kerja keras, itu adalah anugerah dari yang Maha Kuasa, Allah Swt. Dekatkanlah diri Pada-Nya, tidak ada kekuatan dan pertolongan selain dari Ia yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Selain itu, yang harus disadari yaitu manusia adalah makhluk sosial. Anda tidak akan dapat meraih sesuatu tanpa bantuan orang lain, sekalipun Anda memiliki kemampuan yang tinggi, dan sumber daya yang banyak. Dengan kata lain, penekanan untuk mengandalkan diri sendiri adalah sebuah prinsip agar Anda memiliki etos kerja yang tinggi, kompeten, dan mempunyai daya saing yang baik. Kehidupan mungkin terasa sangat keras di usia Anda saat ini, ujian hidup seakan melebihi yang Anda bisa pikul, tetapi yakinlah Anda diciptakan dengan kemampuan yang luar biasa besar dan ujian tidak diberikan melebihi kemampuan Anda. Orang besar tidak dicoba dengan ujian kecil. Menangkan hidup Anda!  [/spoiler]

[spoiler title=”11. Jaringan pertemanan” style=”fancy”] Seribu teman yang Anda biasanya sering berinteraksi, saat ini akan menghilang secara perlahan. Sehingga sekalipun Anda memiliki banyak teman, namun keadaan yang Anda hadapi adalah seperti Anda hanya memiliki beberapa diantaranya. Ini wajar, karena hidup tidak selamanya untuk bersenang-senang. Anda sudah harus membangun jaringan pertemanan yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan-tujuan masa depan Anda. Anda tetap butuh bersosial, namun rekan yang produktif akan lebih berharga di masa ini.

Ingat, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran, melainkan juga kecerdasan Anda berkomunikasi dan membina hubungan baik dengan orang lain. Mulailah membangun jaringan pertemanan dan relasi yang baik, berkenalan dengan orang-orang baru. Di masa ini, dengan siapa Anda bergaul, siapa saja kenalan Anda, biasanya akan mempengaruhi respek orang terhadap Anda. Teman-teman Anda di berbagai daerah, di berbagai negera akan sangat bermanfaat di masa ini dan masa depan nanti. Arus informasi yang masuk kepada Anda juga semakin besar dan beragam karena bersumber dari berbagai daerah, selain itu di masa ini mereka akan sangat membantu jika Anda ingin melakukan perjalanan ataupun menetap di suatu daerah, bahkan jika Anda memutuskan untuk berkarir di daerah tersebut.

Berteman dengan lebih banyak orang lebih baik dari pada memiliki musuh. Anda sudah mulai harus menurunkan ego, bukan untuk menahan perasaan tetapi untuk kebaikan yang mungkin Anda bisa dapatkan dari orang tersebut. Siapa tahu jaringan pertemanan Anda akan berkembang menjadi jaringan profesional yang akan membantu karir Anda di masa depan. [/spoiler]

[spoiler title=”12. Jalani yang Anda yakini” style=”fancy”] Manusia adalah makhluk komunal, individu menjadi topik menarik untuk dibicarakan dan biasanya akan setiap individu akan terprogram menjadi seragam dengan komunitas dimana dia berada. Jika Anda mempunyai jalan fikiran yang berbeda, pilihan hidup yang berbeda, biasanya orang akan sangat merespon Anda. Terkait keinginan pun begitu, jika apa yang Anda harapkan diluar kebiasaan orang pada umumnya, entah itu terlalu tinggi atau dianggap mustahil, maka siap-siaplah jika akan ada banyak orang yang akan meragukan, merendahkan, meremehkan dan bahkan menghina Anda.

Impian besar diuji dengan kesungguhan yang besar. Biasanya orang yang mampu melalui ini akan lahir menjadi pribadi yang sukses luar biasa. Tidak ada yang mustahil, bermimpilah setinggi-tingginya dan berkerjalan dengan cerdas dan sekeras-kerasnya. Terhadap orang lain yang menentang Anda, meminjam nasihat Mario Teguh, maka doakan saja semoga mereka berumur panjang agar bisa melihat keadaan disaat Anda berhasil meraih sukses nanti. Itu lebih baik daripada Anda berkesal hati, apalagi berputus asa. [/spoiler]

[spoiler title=”13. Orientasi hidup yang jelas” style=”fancy”] Jadilah seperti busur dan anak panah yang melesat hanya pada target yang terukur dan terencana. Anak panah tidak lepas dari busurnya hanya untuk kesia-siaan. Anda harus metapkan tujuan hidup yang jelas, tuliskan apa yang akan Anda capai, tuliskan impian-impian hidup Anda. Buatlah hidup Anda menjadi lebih terarah, sesuatu yang jelas akan lebih mudah tercapai. Jangan seperti orang kebanyakan yang prinsip hidupnya seperti air, biarkan saja mengalir. Itu salah, bahkan airpun punya tujuan yang jelas, yaitu ke muara. Pegang prinsip air di mana ia tidak akan berhenti mengalir sekalipun terbendung, ia akan tetap mencari celah untuk dilalui.

Jika Anda tidak menetapkan orientasi hidup, maka Anda seolah hanya akan menjalai hidup dengan percuma, Anda tidak dapat mengukur sejauh mana yang telah Anda capai ataukah sampai saat ini Anda masih jalan atau berputar ditempat. Maka dari itu Anda sudah harus punya gambaran bagaimana hidup Anda 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun bahkan untuk masa-masa setelahnya. Sehingga dengan demikian Anda akan dapat memlihat prioritas kerja apa yang harus Anda lakukan untuk meraihnya, langkah hidup Anda pun bisa terarah dan Anda bisa menghindari melakukan sesuatu yang akan menjauhkan Anda dari tujuan yang Anda ingin capai. Raihlah kesenangan dunia, tapi jangan lupa akhiratmu. [/spoiler]

[spoiler title=”14. Hilangkan gengsi” style=”fancy”] Anda pasti tahu Starbucks, bukan? Perusahaan kopi ternama yang gerainya tersedia diseluruh penjuru dunia. Namun tahukan Anda bahwa Howard Schultz, CEO perusahaan raksasa itu dulunya hanyalah seorang salesman?

Masa-masa ini memang masa yang sulit, dengan gelar akademis yang baru saja diraih, tanpa pengalaman bekerja dan riwayat hidup yang cukup meyakinkan, biasanya Anda akan kesulitan untuk langsung mendapatkan pekerjaan yang layak, namun bukan tidak mugkin. Bahkan Lionel Messi muda harus bekerja di Cafe untuk membiayai hobinya latihan dan bermain bola. Gengsi adalah penyakit mematikan. Biasanya gengsi terkait dengan harga diri, seseorang akan enggan melakukan sesuatu karena dirinya memandang ia tidak pantas berada di posisi itu. Pastikan Anda siap melakukan apapun, yang penting halal.

Perasaan gengsi menjangkiti manusia dalam banyak hal, malu berkomunikasi juga merupakan salah satunya. Dalam masa perkembangan ini, berbagai masalah yang Anda hadapi terkadang membutuhkan bantuan orang lain, selain agar Anda lebih cepat menyelesaikan masalah tersebut juga agar Anda dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak. Berbicaralah pada orang lain, mungkin dosen Anda, paman, atau seseorang profesional. Orang lain tidak dapat membantu masalah Anda jika Anda tidak berbicara pada mereka. Jangan ragu untuk mengatakan bahwa Anda membutuhkan pekerjaan, atau mungkin Anda membutuhkan pinjaman biaya, atau juga barangkali Anda membutuhkan saran untuk karir Anda. Ungkapkanlah dengan baik dan jelas, dan belajarlah berkomunikasi dengan baik sehingga Anda dianggap sebagai rekan yang dihargai. [/spoiler]

[spoiler title=”15. Jangan turunkan standar impian” style=”fancy”] Tekanan dan kesulitan yang Anda hadapi mungkin memaksa Anda untuk mengubah haluan hidup Anda, impian yang Anda bangun sejak Anda dengan sekejap bisa pudar hanya karena Anda merasa bahwa itu bukanlah takdir Anda. Walt Disney pernah berujar, apa yang Anda bisa bayangkan akan bisa Anda wujudkan. Tak ada yang mustahil. Kapal boleh berbelok menghindari karang, tetapi tak boleh merubah haluan. Jadikan langkah hidup Anda saat ini sebagai batu lompatan, Anda memang harus memijaknya karena hanya itu tempat yang mungkin menyelamatkan Anda untuk bertahan, tetapi pastikan setelah itu Anda segera berpindah dan melompat lagi ke pijakan lainnya yang semakin mendekatkan Anda kepada impian yang ingin Anda capai.

Sesungguhnya masa-masa setelah usia remaja adalah masa yang sangat susah untuk menjaga komitmen, perubahan hidup yang drastis dan lingkungan yang dinamis sangat mempengaruhi pola fikir. Kejadian atau nasihat kecil yang Anda dapatkan mungkin saja langsung membuat fikiran Anda berubah, bahkan Anda menjadi bingung. Karenanya yang harus Anda miliki adalah komitmen untuk menjalani hidup yang lebih baik, Anda harus memiliki tujuan hidup dan gambaran masa depan. Termasuk yang utama adalah Anda harus menjaga komitmen terhadap impian-impian Anda. Impian adalah anugerah, tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk bermimpi besar. Jangan disia-siakan, Anda mempunyai potensi besa untuk mewujudkannya menjadi nyata.

Bekerjalah sepenuh hati untuk impian-impian Anda. Sesungguhnya 20 tahun mendatang Anda akan lebih menyesal pada apa yang dulu tidak Anda lakukan daripada apa yang telah Anda lakukan. Jika Anda tidak bekerja untuk impian-impian Anda, maka Anda akan dipekerjakan orang lain untuk impian mereka. Jadilah orang yang ambisius, pantang menyerah, sekali Anda bermimpi maka semesta akan bahu membahu mendukung Anda. [/spoiler]

[spoiler title=”16. Jaga idealisme” style=”fancy”] Tan Malaka pernah mengatakan bahwa idealisme adalah harta terakhir yang dimiliki oleh anak muda. Darah muda, istilah Rhoma Irama memang benar adanya dimiliki oleh anak muda. Anak muda selalu ingin yang ideal untuk hidupnya, segala yang tidak sesuai dengan pikirannya biasanya akan ditentang. Anak muda juga menjunjung baik norma-norma kebenaran, mereka sangat kritis terhadap kesewenang-wenangan. Para aktivis contohnya, demonstrasi di jalanan menjadi kesenangan bagi mereka karena dapat mengekspresikan fikiran dan idealismenya.

Dunia tidak selamanya seperti yang Anda bayangkan. Kadang ia sama sekali tidak ramah. Namun, hidup di alam dewasa, sebagaimana yang saya terangkan diatas, penuh tekanan, biasanya kehidupan akan menarik Anda sekuatnya sehingga idealisme yang Anda junjung tinggi perlahan pudar. Pertebal lah idealisme Anda, seiring bertambahnya waktu ia akan berkurang, saat nanti hidup Anda menjadi lebih baik, maka Anda dapat lagi menumbuhkan idealisme tersebut.

Selain itu, hal yang paling penting dalam menyikapi kehidupan dan menjaga idelaisme Anda adalah dengan belajar fleksibel. Fleksibel bukan berarti Anda dengan gampang merubah idealisme, melainkan Anda mencoba hidupp lentur dengan tetap menjaga idealisme tersebut. Cobalah memandang kehidupan bukan sebagai musuh tetapi sebagai pasangan berlatih yang bersahabat. Akan lebih banyak kegembiraan jika Anda bersikap fleksibel, jika Anda kaku mungkin Anda akan terpental. Terlalu kaku juga membuat Anda susah bergerak, dan bisa membuat Anda merasa terpukul. Belajarlah hidup dengan bijaksana. [/spoiler]

[spoiler title=”17. Pelihara produktivitas fikiran” style=”fancy”] Belajar tidak boleh berhenti. Barangkali Anda sudah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pendidikan formal dan memilih untuk memfokuskan diri pada karir. Faktanya, meskipun kita sudah berusia dewasa, kita masih belum cukup banyak mengetahui segala sesuatu dan masih banyak yang harus kita pelajari. Sebagai orang dewasa, orang-orang menganggap Anda serba berpengetahuan, Anda dianggap sebagai orang yang banyak tahu, luas pemahamannya dan dalam ilmunya. Karena itu, pilihan Anda hanyalah terus belajar untuk meningkatkan ilmu dan wawasan.

Belajar dan membaca adalah aktifitas yang mampu memelihara kesehatan otak. Biasakan untuk menyisihkan waktu membaca buku dan sumber bacaan lainnya, terus perkaya diri dengan informasi. Dunia saat ini sangat cepat berubah, mereka yang berhenti belajar akan dilupakan sejarah dan terlindas zaman. Selain membaca, aktifitas lain yang bisa dilakukan menulis. Orang boleh pintar setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang ditelan zaman, ujar Pramoedya Ananta Toer.

Baca bacaan, bukan hanya pesan chatting dan tulisan facebook. Ini adalah zamannya fikiran dan akal, bukan zaman otot. Ilmu selalu mengalami perkembangan, Anda tidak dapat mengandalkan hanya pengetahuan dan ilmu yang dulu Anda dapat di bangku kuliah. Jika Anda ingin dapat pekerjaan dan hidup yang baik, maka pilihannya adalah dengan mengandalkan otak (akal dan fiiran), bukan tenaga. Orang yang sukses adalah orang yang mampu berfikir besar, bukan bekerja kasar. [/spoiler]

[spoiler title=”18. Perhatikan personal branding” style=”fancy”] Branding bukan hanya soal merek produk, tetapi juga terkait diri pribadi.  Personal branding adalah citra diri, bagaimana Anda mengelola persepsi orang lain terhadap Anda.  Keberhasilan membangun personal branding akan berdampak besar terhadap kesuksesan yang akan Anda raih.

Personal branding, menurut defenisi yang berkembang, berarti cara Anda memasarkan diri Anda kepada khalayak. Seperti sebuah produk, apa yang Anda fikirkan mengenai iPhone? Tentu dengan cepat terlintas dalam benak Anda bahwa nama tersebut adalah sebutan untuk produk yang canggih, berkelas dan mewah. Demikianlah personal branding bekerja, mencitrakan seseorang sebagaimana kualitas dan kapasitas yang dimilikinya.

Membangun personal branding, akan banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan. Jika Anda berhasil membangun personal branding yang baik dan kuat, maka Anda akan lebih mudah dikenali oleh orang lain karena Anda memiliki identitas yang beda dari orang kebanyakan. Menjadi dikenal, Anda akan dapat dengan mudah mendapat kepercayaan dan hormat dari orang lain. Pengaruh baik ini akan mengundang banyak kesempatan dan kebaikan untuk Anda. Dewasa ini, personal branding sangat menentukan peluang karir yang mungkin Anda dapatkan. Perusahaan cenderung menerima orang-orang yang memiliki track record personal branding yang baik.

Bidang keilmuan juga merupakan identitas yang akan menjadi personal brand seseorang. Jika Anda mahir dalam suatu keilmuan, maka orang-orang akan dengan mudah mengasosiasikan Anda dengan hal tersebut. Dengan ketekunan, maka Anda akan jadi pionir dan dengan demikian identitas Anda akan dikenal dengan kuat.

Citra diri juga termasuk visualitas, penampilan Anda yang terlihat oleh orang lain secara fisik. Cara Anda berpakaian, tampilan rambut dan hal-hal yang terlihat pada diri Anda juga sangat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri Anda, seperti orang yang terlihat rapi dan bersih akan lebih disenangi. Di usia ini, menjaga penampilan fisik sudah harus benar-benar Anda perhatikan. Namun sebenarnya, hakikat personal branding mencakup banyak hal. Sikap dan tutur kata yang baik juga merupakan hal yang dapat meningkatkan citra diri. Cintra diri bukan menuntut Anda menjadi sesuatu yang bukan diri Anda, salah jika Anda artikan begitu. Setiap orang adalah identitas yang unik, tugas Anda adalah memunculkan diri Anda sebenarnya, tanpa manipulasi, dan dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Personal branding guru, Dan Schawbel mengatakan ada 4 langkah dalam membangun personal brand yang baik dan berkualitas, yaitu Discover, Create, Communicate, dan Maintain. Discover: Sangat penting untuk mengetahui dan mengenal siapa diri Anda, seperti apa passion Anda. Create: Anda membutuhkan toolkit sebagai alat branding seperti blog, website, kartu nama, video, portfolio dan lainnya. Communicate: Komunikasikan diri Anda pada dunia. Semakin banyak yang mengenal Anda maka personal brand yang Anda bangun akan semakin kuat. Maintain: Sesuatu yang Anda bangun akan cepat punah jika tidak dijaga.

Bukanlah hal yang gampang untuk membangun personal branding, namun bukan pula hal yang tidak mungkin. Konsistensi sangat diperlukan, sampai akhirnya Anda mendapat reputasi yang baik. Tidak selesai sampai disitu saja, Anda harus  terus berinovasi agar bangunan branding Anda tidak cepat runtuh. Ingat, membangun selalu butuh waktu lebih lama daripada menghancurkan. [/spoiler]

[spoiler title=”19. Fokuskan bidang keahlian” style=”fancy”] Sinar matahari yang difokuskan melalui kaca pembesar akan mampu membakar kertas. Begitulah hebatnya pengaruh fokus. Segala sesuatu yang Anda lakukan dengan sungguh-sugguh besar kemungkinan akan berhasil. Sebuah pepatah Arab mengatakan “man jadda wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Memasuki usia dewasa, Anda dituntut untuk dapat menguasai suatu keilmuan secara khusus yang akan Anda jalani di masa depan. Manusia abad 21 sangat berbeda dengan manusia generasi puluhan abad yang lalu yang prodigy, mampu menguasai banyak hal dengan tingkat pehamanan yang tinggi. Meskipun demikian, kita dituntut untuk dapat menguasai keilmuan dan mendedikasikan hidup kita di dalamnya.

Seringkah Anda amati orang-orang disekitar Anda tumbuh dan menjadi besar dengan satu keilmuan atau keahlian yang sangat digemarinya? Seorang pakar kimia misalnya, atau ahli mesin motor, mereka menguasai ilmu tersebut dan menjadi ahli. Mereka bisa hidup dengannya dan menjadi dikenal.

Memasuki usia ini, Anda sudah harus menentukan bidang keilmuan yang akan menjadi identitas diri Anda di masa depan. Anda tidak bisa mengandalkan banyak pengetahuan yang Anda pelajari di waktu kuliah, tetapi Anda harus menjadi pakar di suatu bidang tertentu. Keilmuan dan keterampian ini akan menjadi bekal yang berharga untuk hidup Anda di masa depan.

Ada orang yang mendedikasikan dirinya dalam bidang pendidikan, ada yang dalam perbankan dsb. Lalu bagaimana Anda menentukan bidang keahlian Anda? Pertama, coba cari tahu tahu hal yang Anda sukai, apa passion Anda. Jika Anda senang berbicara negara, kebijakan pemerintah, barangkali Anda akan bagus jika mendalami politik. Fikirkanlah suatu bidang yang Anda tidak merasa terbebani untuk bekerja keras berkat kecintaan Anda pada apa yang Anda lakukan. Lalu dalamilah ilmu tersebut, dan berikan perhatian lebih besar pada hal tersebut.

Dedikasikan hidup Anda pada sesuatu. Jadilah pakar, jangan jadi orang biasa. Anda harus hebat dalam satu ataupun beberapa hal. Dengan menjadi ahli, Anda akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dan nyata untuk dunia. [/spoiler]

[spoiler title=”20. Jaga selera humor” style=”fancy”] Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ternyata humor dan tawa membawa efek positif terhadap kesehatan psikologis dan kehidupan sosial. Humor akan membawa kebahagiaan yang biasanya diekspresikan dengan tawa. Humor meningkatkan kepercayaan diri dan memberikan kekuatan mental untuk menghadapi konflik dan tantangan dalam hidup. Menjaga selera humor dapat membantu Anda keluar dari kecemasan dan depresi, memudahkan Anda melupakan semua ketegangan dalam kehidupan.

Orang-orang dengan selera humor yang baik biasanya juga mudah mendapatkan kesempatan-kesempatan baik dalam hidupnya. Ia akan dikenal baik oleh banyak orang. Peliharalah selera humor Anda, tubuh Anda membutuhkan rileksasi. Humor membuat tubuh Anda lebih ringan dan bugar, sementara ketegangan akan memicu stress dan berdampak buruk terhadap kesehatan Anda.

Seorang yang periang, selalu senyum biasanya akan mendapatkan tempat yang baik dalam kehidupan sosialnya. Humor juga membantu Anda menjaga hubungan baik dengan orang-orang disekitar Anda. Jika Anda terlihat stres mungkin orang akan ragu mendekati Anda sehingga kehidupan sosial Anda memburuk. Humor, seperti diterangkan di atas, menmbantu kesegaran badan dan fikiran. Mendapatkan hal tersebut, kerja dan usaha- usaha yang Anda lakukan akan lebih terasa ringan dan akal Anda dapat berfikir lebih jernih. Hal ini akan memberikan dampak besar bagi kesuksesan Anda di masa depan.  [/spoiler]

[spoiler title=”21. Tingkatkan kepedulian” style=”fancy”] Jangan tinggal diam, demikian ucapan yang cukup sering kita dengar ditengah masyarakat. Sementara dalam dunia mahasiswa istilahnya lebih sering disebut apatis. Acuh tak acuh terhadap segala sesuatu. Adakah Anda peduli terhadap orang lain, peduli terhadap keluarga, terhadap negara, terhadapan agama Anda sb? Orang yang tidak memiliki rasa kepedulian, biasanya mendapat tempat terkucil di pergaulan hidupnya.

Nenek moyang kita sudah mengajarkan kepedulian, mereka tidak mengenal konsep apatisme. Gotong royong tidak akan menjadi identitas bangsa jika nenek moyang dahulu tidak mentradisikan hal tersebut. Itulah warisan berharga nenek moyang kita yang sedang luntur pada generasi saat ini. Gotong royong merupakan buah dari persatuan. Gotong royong memiliki daya dorong, kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah terwujud jika mayoritas anak bangsa tidak memiliki kepeduliaan untuk sama-sama berjuang, tidak memiliki semangat persatuan.

Kehidupan modern dewasa ini menciptakan manusia yang individualis. Semua orang cenderung lebih mementingkan diri sendiri. Keadaan seperti ini menjadi masalah akut di negeri ini, setiap orang hanya mementingkan diri sendiri dan abai terhadap kepentingan bersama. Sikap seperti ini adalah virus yang mengancam kehidupan manusia dan bertentangan dengan kodrat manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial.

Pada usia ini, memang kehidupan memaksa Anda untuk lebih banyak memikirkan keberlangsungan hidup Anda. Ditambah beban di tempat kerja atau kewajiban-kewajiban yang harus Anda tunaikan semakin besar membuat ruang gerak Anda terbatas. Anda tidak boleh kalah dengan keadaan, Anda harus mampu mengasah kepeduliaan Anda dalam keadaan apapun. Orang-orang dengan tingkat kepeduliaan tinggi biasanya akan mendapat tempat dan perhatian yang baik di masyarakat. Nilai-nilai dalam Islam mengajarkan kita bahwa kepeduliaan adalah bentuk konkrit keimanan sesorang. Artinya, peduli adalah perkara penting yang mesti diasah terus menerus. Sebab, peduli bukan sikap yang bisa dibangun semata atas landasan logika, tetapi keimanan dan ketaqwaan.

Jadilah anak muda yang memiliki tingkat kepeduliaan tinggi. Perhatikan lah orang-orang disekitar Anda, berilah perhatian Anda. Apalagi terhadap bangsa dan negera ini, siapa lagi yang akan membangun kemajuan bangsa ini selain anak-anak muda yang peduli. Negara ini membutuhkan anak-anak muda yang baik dan peduli, karena menurut Anies Baswedan, orang baik tumbang bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena orang baik lainnya diam dan mendiamkan. [/spoiler]

[spoiler title=”22. Jangan cepat merasa puas” style=”fancy”] Manusia memang makhluk yang memiliki banyak keinginan, tidak pernah puas, setidaknya itu yang sering kali kita sebut sebagai fitrah manusia. Rasa tidak puas  seringkali diidentikkan dengan sikap tamak, rakus, serakah dan tidak bersyukur.

Rasa syukur sebenarnya tidak bisa diidentikkan dengan rasa puas, dua hal tersebut jelas berbeda. Syukur adalah bentuk rasa terima kasih dan pengakuan kita atas segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt, sedangkan puas adalah suatu perasaan senang, lega dan gembira karena sesuatu keinginan dan harapan sudah terpenuhi. Bersyukur pada Allah Swt bukan berarti kita harus berpuas diri ataupun merasa cukup sampai di situ saja.

Allah Swt memerintahkan manusia untuk selalu bersyukur. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (Al-Baqarah: 152). Dalam ayat lain, Allah Swt menjelaskan, “Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur“. (Az-Zumar: 66)

Salah satu pengaruh buruk rasa cepat puas adalah meyebabkan rasa nyaman yang berlebihan. Rasa ini akan membuat Anda malas untuk berusaha meraih hal-hal yang lebih baik. Bertentangan dengan kewajiban kita untuk selalu berusaha. Andrew Grove, pendiri Intel mengatakan, “Keberhasilan menumbuhkan kepuasan. Kepuasan menumbuhkan kegagalan. Hanya orang-orang yang selalu khawatir yang akan bertahan.” Kata lain untuk kepuasan adalah kesombongan.

Cepat puas juga berhubungan dengan sikap bangga dan besar hati. Tidak ada manusia yang sempurna, sebanyak apapun ilmu yang Anda miliki, kekayaan harta, kekuasaan dsb itu belum berarti apa-apa. Ingatlah, langit tidak diciptakan dengan satu lapisan. Di atas langit masih ada langit. Sehebat apapun Anda, masih ada orang lain yang lebih hebat daripada Anda.

Perasaan cepat puas akan mematikan langkah, akan membunuh naluri Anda untuk terus berkembang dan semakin maju. Benar kiranya istilah orang barat, “sukses adalah perjalanan”. Kesuksesan tidak mengenal puncak, tidak mengenal akhir. Jika Anda merasa telah sampai di puncak, maka tidak ada arah yang bisa Anda tempuh lagi selain ke bawah. Jadilah pribadi yang terus belajar, terus bertumbuh. Jangan cepat puas dengan keberhasilan temporer, Anda harus memastikan kesuksesan sepanjang hidup Anda, bahkan pada hidup setelah kematian, demikian yang kita pahami sebagai seorang muslim. [/spoiler]

[spoiler title=”23. Berikan nilai tambah” style=”fancy”] Baju yang dipajang di etalase kaca akan dipandang lebih indah dan bernilai mahal. Restoran yang pelayannya ramah akan lebih disenangi. Pekerja yang mampu memberikan hasil kerja yang lebih akan disenangi. Tidak ada orang yang tidak suka mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari harapannya.

Nilai tambah atau added value merupakan nilai lebih yang Anda berikan pada sesuatu. Nilai tersebut diaplikasikan pada banyak hal, tidak hanya pada jasa, pekerjaan, kewajiban, produk dsb namun juga pada diri pribadi. Anda pasti tahu produk elektronik LG, coba kita perhatikan. LG tidak hanya menciptakan produk, tetapi ia juga menciptakan daya tambah pada konsumennya seperti layanan servis dsb. Produknya dihargai disenangi banyak konsumen karena kualitas yang tahan lama. Produknya dibuat dengan teknologi yang baik, bahan yang baik dan model yang terbaik serta harga yang terjangkau. Sehingga wajar orang-orang menyukainya, karena produk ini mempunyai berbagai kelebihan, mempunyai nilai tambah yang tidak dipunyai oleh produk lainnya. Begitulah kiranya nilai tambah bekerja.

Pada diri pribadi, nilai tambah bisa diaplikasikan dalam kerja yang Anda berikan. Jika Anda ditugaskan untuk melakukan sesuatu, Anda tidak membuatnya asal jadi, melainkan dengan penuh kesungguhan, dedikasi dan inovasi sehingga menghasilkan karya yang sempurna. Hasil seperti ini akan disenangi banyak orang, Anda akan diangap sebagai orang di atas rata-rata. Anda dapat melakukan seperti ini hanya jika Anda menaruh cinta pada setiap yang Anda kerjakan.

Selain itu, nilai tambah sebagai individu diwujudkan dalam banyak hal lain. Jika saat ini Anda mampu menguasai bahasa Inggris, pastikan Anda memiliki kelebihan misalnya Anda juga mengajari bahasa Inggris pada orang lain. Keterampilan dan keilmuan yang Anda kuasai juga merupakan nilai tambah bagi diri Anda. Jika saat ini orang-orang hanya menguasai bahasa Inggris, sementara Anda bisa menguasai 3 bahasa lainnya seperti bahasa Jerman, Jepang dan Mandarin, maka Anda mempunyai nilai tambah dari orang lainnya. Orang-orang akan menghargai apa yang Anda bisa, apa yang Anda kuasai. Pengalaman yang miliki juga merupakan nilai tambah, jika Anda memiliki riwayat melakukan penelitian di luar negeri maka hal itu menjadi nilai tambah Anda. Seseorang yang memiliki nilai tambah paling disenangi oleh masa depan yang baik. Jangan hanya menjadi orang biasa, jangan menjadi orang rata-rata, Anda harus memastikan diri Anda menjadi orang yang luar biasa. [/spoiler]

[spoiler title=”24. Rencana menikah” style=”fancy”] Teman-teman seusia Anda di masa ini mungkin telah cukup banyak yang melangsungkan pernikahan, bahkan ada yang sudah memiliki anak. Anda akan lebih sering menerima undangan pernikahan dari teman-teman Anda. Keadaan ini, sebagaimana penelitian quarter life crisis menyebutkan, adalah salah satu faktor terbesar yang memberikan tekanan pada kebanyakan anak muda.

Memang di usia ini adalah usia yang ideal untuk melangsungkan pernikahan. Laki-laki (25 tahun) dan perempuan (21 tahun). Menikah bukanlah persoalan satu atau dua tahun, tetapi seumur hidup. Oleh karena itu dibutuhkan mental yang tangguh. Psikolog Ana Surti Ariani mengatakan “Usia memanglah tak jadi dasar mutlak kesiapan mental. Tetapi dengan batas itu diharapkan pengalaman serta kesiapan mental lebih baik, dibanding umur yang lebih muda. Selain tentunya kesiapan dari segi medis”.

Di usia ini, Anda dituntut untuk mampu mengartikan cinta dengan lebih matang. Keadaan diri Anda yang sudah dewasa menuntut pola fikir yang dewasa pula, bagaimana orang dewasa mengartikan cinta tidak sama dengan anak remaja. Jika saat remaja Anda menganggap cinta hanya untuk berbagai kebahagiaan, maka cinta orang dewasa sudah menyangkut kehidupan, susah dan senang bercampur di dalamnya. Anda tidak bisa lagi mengisi sepanjang waktu Anda hanya bersama dengan seseorang yang Anda cintai, Anda sudah harus memikirkan waktu produktif. Kedewasaan berfikir sudah harus dimiliki. Jika dalam hubungan remaja pertanyaannya adalah apakah dia bisa membuat saya bahagia, maka cinta dewasa menanyakan apakah dia bisa menjadi pendamping saya seumur hidup. Anda harus menyadari bahwa cinta dewasa adalah tentang mengisi peran, membangun kehidupan, bersinergi dan menjamin keberlangsungan hidup bersama.

Cinta dan membangun pernikahan tidaklah serumit yang difikirkan, Namun hal tersebut bukanah hal yang tidak dapat dipahami oleh akal, sehingga kita dapat membuat persiapan yang baik. Menikah memang butuh persiapan yang matang. Namun bukan berarti Anda harus sempurna baru menikah, orang bijak mengatakan menikahlah maka Anda akan menjadi sempurna.

Di usia ini Anda sudah mulai melihat-lihat siapa yang kiranya bisa Anda jadikan pasangan hidup, sementara sebagian lainnya telah memiliki rencana untuk menikahi seseorang yang telah ia pacari sejak lama (tidak saya anjurkan). Jodoh merupakan misteri, kita tidak tahu kapan dan dimana akan bertemu dengan jodoh. Anda jangan mengira bahwa mereka yang sudah pacaran sekian tahun pasti bisa menikah, tidak ada yang bisa menjanjikan masa depan. Prinsip saya, “jangan lakukan hal yang haram dengan maksud menjadikannya halal”. Bertawakkal kepada Allah, mohonlah kepadaNya agar Anda diberikan jodoh yang baik. Islam juga sudah memberikan panduan dalam kita memliih jodoh, yaitu pastikan Agama (keyakinan, pemahaman) yang dimilikinya menjadi pertimbangan utama Anda.

Menikah adalah tentang membangun generasi. Generasi yang baik akan dilahirkan oleh orang tua yang baik. Maka pastikanlah Anda menjadi orang baik, memilih jodoh yang baik, membangun keluarga yang baik hingga membangun generasi yang baik. Anda harus mempunyai visi masa depan yang matang dan rencanakan dengan seseorang yang mampu menafsirkan visi Anda tersebut dan mampu membangunnya berdua.  [/spoiler]

[spoiler title=”25. Perbanyak bersyukur” style=”fancy”] Bersyukur memang kadang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Tidak dipungkiri bahwa ada saja keluhan yang Anda luapkan setiap harinya, mungkin karena rencana yang tidak berjalan dan harapan-harapan yang tidak kesampaian. Tapi, cobalah untuk tetap bersyukur dalam keadaan apapun. Bersyukur akan segala yang Anda miliki. Karena dengan bersyukur Anda akan dapat menikmati hidupmu lebih baik dan tidak pernah merasa kekurangan. Bersukur membuat Anda lebih tenang dan mampu secara jernih memikirkan langkah-langkah baru untuk hidup Anda.

Hidup ini sulit. Dan bersyukur kepada Allah itu tepat, sebab dengan bersyukur Ia akan menambah nikmat dan karunianya pada kita. Anda tak akan teruji jika semuanya enak, Anda tak akan tertantang dan tertempa. Anda tidak akan tumbuh, belajar, berubah atau memiliki kesempatan untuk membuktikan diri. Jika hidup adalah serangkaian hari-hari indah, niscaya Anda akan segera bosan. Jika semua mudah, niscaya Anda tak akan menjadi kuat.

Maka bersyukurlah karena hidup adalah perjuangan, dan ketahuilah bahwa hanya ikan mati yang mengikuti arus. Ada waktu ketika hidup terasa sulit. Anda harus mengatasi air terjun dan arus deras, namun Anda tidak punya pilihan selain berenang atau hanyut tenggelam. [/spoiler]
[/accordion]

Demikian yang dapat saya persembahkan sebagai rasa terima kasih atas perhatian yang telah sahabat semua berikan terhadap momentum ulang tahun saya ini. Terima kasih atas dukungan dan kebaikan hati teman-teman untuk menjaga komunikasi dengan saya. Semoga saya diberikan kemampuan oleh Allah Swt untuk dapat memberikan dan membagikan manfaat lebih pada persahabatan kita, untuk kehidupan dunia dan umat ini.

Nikmatilah masa muda. Ingat bahwa rumusnya adalah Anda hidup saat ini, bukan di masa lalu dan bukan di masa depan. Hari-hari ini tak akan pernah terulangi lagi. Lakukan yang terbaik!

Adhitya Fernando
Jakarta, 12 November 2014
Article, Re-blogged, Social & Politic

Prospek demokrasi elektoral

[dropcap style=”flat”]M[/dropcap]encermati hasil survei Indeks Demokrasi Global sangat mengejutkan pelbagai pihak. Betapa tidak, hasil survei lembaga kredibel Economist Intelligence Unit tahun 2010 menunjukkan Indonesia hanya berada di peringkat 60 dari 167 negara yang disurvei. Indonesia kalah dibandingkan Thailand (ke-57), Papua Nugini (ke-59), bahkan jauh tertinggal dibanding negara Timor Leste (ke-42). Menurut Burhanuddin Muhtadi dalam bukunya Perang Bintang 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres (2013), mengatakan Indeks demokrasi rendah disebabkan lemahnya variable  budaya politik, partisipasi, dan isu-isu kebebasan sipil. Kinerja pemerintah yang juga diwarnai praktik korupsi dan inefisiensi. Isu-isu toleransi, pluralisme juga menciderai prestasi. Fakta di atas menunjukkan, bahwa tahapan konsolidasi atau proses melamar demokrasi masih menemui jalan buntu dan tidak sebanding lurus dengan substansi demokrasi itu sendiri, meskipun secara virtualitas kita telah berada di panggung demokrasi terbuka selama empat belas tahun. Keberhasilan menggelar Pemilu secara langsung dua periode mulai 2004 dan 2009 setidaknya bisa dijadikan salah satu indikator mengukur keberhasilan demokrasi kita.

Mochammad Thoha

Namun, lagi-lagi muncul persoalan, bahwa praktik demokrasi yang berjalan masih menemui jalan buntu, terutama dalam hal memenuhi kualitas kesejahteraan, keadilan, toleransi dan penegakan hukum. Hal ini menjadikan praktik demokrasi yang kita jalankan masih menyisakan tanda tanya, karena sejak awal cita-cita demokrasi yang dicita-citakan the founding father bangsa adalah untuk  mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun  warabbun  ghafur,  yaitu  negeri  adil,  makmur  dan  sejahtera. Untuk itu, kita dituntut pula untuk terus melakukan resolusi dan perbaikan terhadap demokrasi yang di satu sisi masih gagal dalam menciptakan dan mewujudkan kesejahteraan dan keadilan untuk masyarakat. Dan yang tak kalah pentingnya juga adalah soal kepemimpinan dan penegakan hukum (rule of law) ke depan. Mohammad Hatta dalam bukunya Demokrasi Kita menegaskan bahwa cita-cita demokrasi dalam kalbu bangsa Indonesia bersumber dari tiga hal. Pertama, tradisi kolektivisme dari permusyawaratan desa. Kedua, ajaran Islam yang selalu menuntut kebenaran dan keadilan Ilahi dalam masyarakat serta persaudaraan antarmanusia sebagai makhluk Tuhan. Ketiga, paham sosial Barat yang selalu menarik perhatian para pemimpin pergerakan kebangsaan  karena  dasar-dasar  perikemanusiaan  yang  dibelanya dan menjadi tujuan.

Demokrasi yang sehat dan stabil, menjadi kensicayaan dan mutlak diperlukan dalam menjalankan roda kepemimpinan, terlebih saat ini sistem demokrasi yang sehat merupakan fondasi pokok dalam menggarungi pelbagai  persoalan bangsa terutama di bidang ekonomi, penegakan  hukum (rule  of  law), keadilan dan kesejahteraan rakyat. Jack Snyder dalam From Voting  Violance (2000), menegaskan untuk menciptakan demokrasi tidaklah mudah. Resep menuju demokrasi bukan hanya menyingkirkan penguasa otoriter maka datanglah demokrasi. Demokrasi membutuhkan prasyarat  seperti kondisi ekonomi tertentu, pengetahuan dan keterampilan politik para aktor  politik yang bermain dalam ruang demokrasi, tradisi rule of law, dan perlindungan  terhadap hak asasi manusia. Tetapi persoalannya adalah terletak pada pilar utama  demokrasi, yaitu partai politik semakin kehilangan kepercayaan akibat perilaku para politisi yang cenderung gamang alias ambigu dalam menakar persoalan apa yang dihadapi bangsa ini. Hal ini terlihat dari sikap elite politik yang hanya berorientasi  pada kekuasaan semata tidak  untuk kepentingan rakyat. Penegakan hukum di negeri ini masih menyisakan persoalan terutama ketika dihadapkan dengan kasus yang  kentara aroma politik. Prinsif equality before of law terkubur “melempem” ketika  kasus hukumnya mendera elite politik. Inilah  kendala terbesar dalam membangun demokrasi ke depan.

Kehendak Kolektif

Demokrasi yang kita jalankan saat ini adalah kehendak kolektif. Mendesain demokrasi yang sesuai kebutuhan dibutuhkan langkah yang progresif ke depan bagi lahirnya nilai-nilai kemanfaatan bersama (kolektif), yaitu keadilan dan kesejahteraan. Setidaknya ada empat hal membenahi demokrasi kita ke depan. Pertama,  pentingnya  kesadaran  masif  dari pelbagai pihak sebagai  kehendak  kolektif  membagun sistem demokrasi mestinya dimanivestasikan dalam bentuk kerja nyata yang konkret dengan mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau kelompoknya. Kedua, penegakan hukum (rule of law) mestinya lebih diprioritaskan ke  depan karena  pada hakikatnya indikator demokrasi yang stabil, sehat ketika ada komitmen  bersama  dalam menegakan hukum. Dalam konteks ini penting bagi institusi penegak hukum membangun sinergi antarpenegak hukum, baik KPK Polri dan Kejaksaan. Alexis de Tocqueville dalam Democracy, Revolution, and Society, sebagaimana dikutip Zuhairi Misrawi (2011) dalam tulisannya “Mem-bumikan Empat Pilar” mengatakan, bahwa  akar-akar sosial lahirnya demokrasi bertujuan untuk menegakkan hukum (rule of law). Ketiga, menggugah kesadaran  kritis rakyat  dalam  melawan  penguasa yang saat ini cenderung menindas rakyat kecil. Artinya,  rakyat  sangat  berhak  menuntuk hak-haknya, karena dalam demokrasi rakyat adalah pemilik tunggal icon demokrasi “vox populi vox dei”. Paulo Freire mengutip Fransisco Weffers (2000) menegaskan  kekuasaan tanpa kesadaran kritis melawan penindasan yang dialami rakyat adalah keterancaman lumpuhnya nilai-nilai demokrasi. *****

*Oleh Mochammad Thoha

Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)
Sekjen Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PPMI)
Article, My Thought

Should abortion be legalized?

[dropcap style=”flat”]N[/dropcap]owadays, free sex phenomenon has rapidly increased in our society. Its trigger toward social problem. The number of abortion demand dramatically. While some people argue that the abortion should be legalized by the goverment. In our opinion, it should be banned because of two reasons.

Fetus

First; abortion violates human right. Life is the basic right of every human being that is guaranteed by law number 39, 1990 article 9. It states that every person has right to live and to keep his/her life. Every action that causes the loss of human life is considered as criminal. Although fetus is the first phase of human growth, it is also a living creature. Hence, killing a fetus means killing a human being.

Second; abortion endangered mother’s health. Abortion s usually done by someone who are not expert in medical treatment procedures whereas mothers are in their weaknest condition. This puts mothers in a high risk situation where she can be die. In fact, during the last five years mortality rate because of abortion has increased rapidly.

As abortion is seen a violation of human right and having dangereous impact on mothers. It should not be legalized. By doing so, we have saved infants right to live and at the same time prevented mothers from death. Therefore, based on the above mentioned reasons. It is a clear that abortion brings more disadvantages that advantages.

*Compiled from four group in a writting class during YIB Scholarship Training

Education, Scholarship

Esai LPDP Afirmasi

Sutan Takdir Alisjahbana dalam Alam Terkembang, menjelaskan bahwa kunci perubahan terletak pada hadirnya kaum terpelajar. Hanya mereka yang terpelajar yang hidup hati dan pikirannya yang dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik (Layar Terkembang; hlm.143)

Persoalan kita sekarang adalah bagaimana menemukan apa yang disebut “kaum terpelajar” yang mengutip Anies Baswedan, adalah mereka-mereka yang telah mendapatkan pendidikan sebagai eksalator kemajuan namun memiliki tanggungjawab untuk membaginya pada yang lain. Belum lagi ketika berbicara pendidikan ini dalam konteks demokrasi dan desentralisasi yang dibutuhkan bagi pembangunan daerah.

Ada tiga faktor yang menjadi penentu apakah pembangunan sumber daya manusia terpelajar dapat mendorong pembangunan terutama di daerah dalam kerangka desentralisasi.

Pertama; pendidikan yang dimaksud bukan hanya dapat membangunkan kesadaran akan ilmu pengetahuan tetapi memuncukan juga dignity, harga diri yang tinggi. Bapak pendiri bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dll., adalah mereka yang pada masa-masa pendidikannya bukan hanya menuntut ilmu apa yang dibutuhkan masyarakat namun juga terlibat aktif dalam pendidikan masyarakat.

Kedua; para pendiri republik ini adalah kaum terdidik yang tercerahkan dan berintegritas. Mereka berkesempatan hidup nyaman dengan menjadi kolaborator penjajah, namun mereka memilih untuk berjuang. Mereka mengedepanan keteladanan yang dapat menggerakkan pemuda-pemuda lainnya. Hal inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia dewasa ini, anak-anak bangsa yang terdidik harus mengupayakan kemajuan bangsa. Alasannya adalah Indonesia dalam kurun 2010-2035 akan mengalami bonus demografi, dengan tiga per empat penduduknya adalah kaum muda produktif.

Ketiga; pendidikan harus dapat menciptakan kesadaran nasional dan sektoral. Mengingat luas dan beraneka ragamnya demografi dan budaya bangsa kita, maka tidak mungkin pendidikan yang diberikan bersifat umum-umum saja. Harus ada pendidikan yang sifatnya sektoral, yang dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan sektoral seperti, kehutanan, kelautan, pertanian, peternakan, kesehatan, dan sektor lain yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Mengingat arti pentingnya sektor pendidikan untuk menumbuhkan sektor-sektor lainnya,  maka penulis melihat bahwa  pendidikan adalah bidang yang ingin didalami oleh penulis.

Banyak catatan yang harus diperbaiki dari pendidikan Indonesia, berdasarkan laporan internasional seperti UNESCO (2012) menunjukkan Indonesia berada di peringkat 64 dari 120 berdasarkan penilaian Education Development Index (EDI). Sementara UNDP  (2011) juga telah melaporkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM ) atau Human Development Index (HDI) Indonesia mengalami penurunan dari peringkat 108 pada 2010 menjadi peringkat 124 pada tahun 2012 dari 180 negara.

Sejatinya, masalah pendidikan di dalam negeri ini telah menjadi sangat kompleks seperti tertuang dalam rencana strategis Kemendikbud yang antara lain terkait disparitas di berbagai faktor pendidikan. Seperti disparitas akses pendidikan antar provinsi, distribusi guru berkualitas, rasio guru dan siswa, iliterasi, dsb. Ini menjadi persoalan penting, apabila kita melihat rasio-rasio ini dalam perbandingan antar provinsi dan antar kabupaten, dimana persoalan pendidikan bukan hanya persoalan nasional tetapi menjadi masalah bagi pemerintahan-pemerintahan lokal seperti kabupaten dan kota.

Misalnya dengan Kabupaten Bengkalis, dimana penulis berasal adalah kabupaten yang berada di daerah strategis, yaitu berbatasan langsung dengan selat Malaka. Sifat internasional dari selat ini secara langsung mempengaruhi cara pandang masyarakat Bengkalis dimana mereka sebetulnya memiliki akses sekaligus tantangan langsung dari pergaulan dengan kesibukan perdagangan di daerah itu.

Ini menjadi prioritas perhatian saya dalam mengaplikasikan keilmuan. ASEAN Economic Community yang akan dimulai pada tahun 2015 merupakan tantangan besar bagi kabupaten ini terutama di sektor pendidikannya. Berdasarkan laporan BPS Kabupaten Bengkalis lebih dari sepertiga PNS di sini (2011) berpendidikan setara SMA, kurang dari 1 persen berpendidikan setara S2/S3, sementara sebagian besar tenaga kerja berpendidikan setara SMA 30 persen, dan berstatus sebagai buruh atau karyawan hampir 40 persen. Ini tentu menyulut keprihatinan kita bersama mengingat regionalisasi AEC secara khusus menuntut knowledge based competency.

Berangkat dari persoalan tadi, maka tujuan studi dari penulis adalah di bidang penelitian pendidikan. Menguasai bidang ini, saya akan memberikan kontribusi dalam mengurai benang kusut masalah pendidikan di Indonesia dan lebih khusus kepada pembangunan SDM Bengkalis yang terpelajar yang siap menghadapi regionalisasi kawasan.

Hal ini bukan mustahil untuk diwujudkan, penulis memiliki pengalaman organisasi dan pendidikan yang baik untuk membangun optimisme tadi. Di sini penulis melihat bahwa beasiswa LPDP dapat menjadi kunci penguatan kemampuan analisa dengan mendapatkan kesempatan pendidikan di luar negeri dan menggunakan ilmu yang didapat guna mewujudkan cita-cita penulis memberikan kontribusi terbaik bagi penguatan SDM terpelajar bangsa Indonesia secara umum dan Kabupaten Bengkalis secara khusus.

*Dibuat untuk melengkapi syarat beasiswa LPDP Program Afirmasi Kementerian Keuangan RI

Article

Aktivis energi matahari

Matahari adalah sumber energi terbesar di alam semesta ini. Bola gas yang berukuran lebih dari 100 kali diameter bumi ini memiliki peran penting terhadap kehidupan di bumi, energi yang dihasilkan matahari adalah sumber energi utama bagi makhluk hidup. Energi matahari dihasilkan dari reaksi inti, yaitu proses bergabungnya atom-atom hidrogen membentuk atom-atom helium. Reaksi inti ini disebut juga reaksi fusi. Energi yang dihasilkan oleh reaksi ini sangat besar, dan ternyata energi ini dimiliki oleh para aktivis? Fakta ini dekemukakan Prof. Laode Kamaluddin, seorang professor Indonesia lulusan Amerika.

Energi yang diperoleh dari reaksi fusi sangat besar dibandingkan yang dibebaskan dari reaksi kimia biasa seperti yang terjadi dalam ledakan TNT atau bom lainnya. Sebagai perbandingan setiap detiknya matahari menggunakan 4000 – 5000 juta ton hidrogen untuk menghasilkan energi sebanyak 100.000 megaton TNT (1 megaton = 1 juta ton). Energi matahari dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

“Aktivis itu energinya matahari, besar tapi sayang kekuatannya menyebar, tidak seperti energi laser yang kuat dan fokus.”, ucap Prof Laode dalam sambutannya di acara penutupan Pelatihan TOEFL bagi calon penerima beasiswa yang diselenggarakan oleh Yayasan Insancita Bangsa (YIB). Latihan yang berat itu adalah memfokuskan diri, sambung Prof. Laode.

Ritme kegiatan aktivis memang syarat akan berbagai aktivitas, namun menurut beliau meskipun demikian jangan sampai kita tidak memliki skala prioritas. Kita harus mampu menentukan prioritas untuk satu waktu tertentu. Setiap perjuangan dan impian besar harus dikerjakan dengan fokus, antara fikiran dan usaha harus klop. Kesempatan itu tidak datang untuk orang yang mampu melihatnya, tetapi kepada orang yang mampu menangkapnya. Salah satu faktor yang membuat gagal biasanya adalah kegagalan kita untuk bersungguh-sungguh, untuk fokus. Menyalahkan lingkungan dan faktor eksternal lainnya adalah sikap yang tidak bijaksana. Perjuangan yang dilalui saat ini harus diyakini memberikan manfaat besar di masa yang akan datang, “Perjuangan satu buan bisa jadi nikmat untuk 40 tahun mendatang”. Itu yang kadang tak klop dalam diri kita. “Kita semua mempunyai kemauan dan segala persyaratan untuk menjadi orang besar”, sanjung beliau kepada hadirin.

YIB adalah yayasan yang didirikan oleh Jusuf Kalla, alumni HMI yang saat ini menjadi wakil presiden RI terpilih. “Pak Jusuf Kalla memiliki impian besar melihat adik-adiknya mampu menggantikan beliau, mampu berhasil lebih tinggi lagi”, ujar Prof Laode. Dalam suatu kesempatan berbincang dengan alumni HMI lainnya, yaitu kakanda Andi Hakim, mengatakan bahwa dalam banyak kesempatan kunjungan Jusuf Kalla ke luar negeri beliau selalu heran mengapa yang menyambutnya bukan kader-kader HMI. Oleh karena itu, ujar kanda Andi, program pengiriman kader-kader HMI ke luar negeri adalah upaya Jusuf Kalla untuk semakin meningkatkan eksistensi alumni HMI di kancah internasional.

Selain fokus, perhatian terhadap hal-hal detail juga merupakan faktor utama yang membantu kesuksesan. Berikutnya adalah cinta, jika kita mencintai apa yang kita lakukan maka bukan mustahil kita akan mendapatkan yang diinginkan. Segala tantangan jangan dianggap sebagai beban, tugas kita adalah kembali rekonsiliasi dengan jiwa.

Dalam sambutannya, Prof. Laode juga berbagi pengalamannya berjuang mendapatkan kesempatan studi ke Amerika. “Saya belajar bahasa dengan keras waktu itu, juga belajar GRE dan GMAT karena Amerika mensyaratkan itu. Dulu bahan belajar tidak sebanyak sekarang. Dulu itu saya belajar tanpa ada yang mengajari seperti kalian saat ini, tetapi saya berusaha sendiri untuk mencari bacaan-bacaan bahasa inggris dan radio berbahasa inggris. Tapi saya tidak pernah menyerah karena saya berkeyakinan bahwa kalau saya tidak lolos kesempatan ini maka masa depan saya selesai”, ungkap Prof. Laode menguatkan peserta. Saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan sumber bacaan bahasa Inggris, seperti dari koran dan media online. “Kalian sudah harus berlangganan koran berbahasa Inggris untuk belajar”, tambah beliau. Beberapa peserta mengeluhkan biaya berlangganan, namun segera ditampik Prof. Laode, “Habiskan baca satu sampai selesai baru beli baru”. Seketika peserta pun tertawa.

Tantangan untuk kalian saat ini adalah switch mental dari aktivis ke scientist. Untuk menjadi ahli harus mempu menguasai ilmu fokus, termasuk menghilangkan sikap selalu berargumentasi dan menyalahkan lingkungan. Peluang masih terbuka, tinggal dibutuhkan special effort. “Untuk membuat garis, dibutuhkan dua titik atau lebih agar bisa disambung”, ujar Prof. Laode, menekankan agar terus berusaha membuat titik-titik keberhasilan. Aktivis itu sudah punya mental petarung, saat di switch sudah mudah saja, tambah beliau.

Dalam akhir sambutannya, Prof. Laode menyimpulkan beberapa hal yang harus diperbaiki aktivis untuk menghadapi masa depan, yaitu memperbaiki mentalitas, tingkat konsentrasi dan lupakan sejenak dreaming politik sampai Anda punya pendidikan yang tinggi. “Semua ada fasenya, kalian ini masih fase Makkiyah, fase perjuangan dan bekerja keras menumpas kejahiliyahan. Jangan langsung ingin masuk fase Madaniyah”, kias Prof. Laode.

Prof. Laode lalu menyampaikan perkataan Jusuf Kalla bahwa pertarungan masa depan adalah Knowledege Based Competition. Ilmu pengetahuan harus menjadi investasi untuk masa depan. Sekali layar terkembang, pantang surut kebelakang. Once you make decission, you just go!

Prof. Laode Kamaluddin
Ketua Yayasan Insancita Bangsa dan Ketua Dewan Pakar KAHMI
Article, Science & Technology, Yayasan Insancita Bangsa

The hospital specifically for Hiv-Aids (Controversial topic)

[dropcap style=”flat”]T[/dropcap]he most affecting news story a few days ago was that one of provinces in Indonesia would build the HIV-AIDS hospital. Honestly this news directly made volunteers combating HIV-AIDS and Buddies (Volunteers who work to advocate HIV-AIDS Victims) was shocked. It becomes more difficult to achieve the goal of combating HIV-AIDS program especially in CST (Care and Support Treatment) for human living with HIV.

Saivol Virdaus

Stigma and discrimination will increase because of this plan. Our people have not been ready yet when they know their neighbor, family member or people around them are infected by HIV. Our societies have not understood well yet about it. They still believe in myth that the human living with HIV is the human having bad moral and think that the virus will infect easily. In this way our societies will know the status and the stigma and discrimination will increase in the middle of our society. Actually their status is protected by regulation of health minister number 21, 2013.

As the evidences that our societies has not comprehensively understood yet how HIV spreads to others, frightened to be infected is very high. Because they don’t understand that HIV just infects through three medias (blood, sperm and mother’s milk). They still consider that it can infect through wind, contact each other, living together and many others which just make them afraid and avoid somebody living with HIV.

Moreover our societies still consider that somebody infected by HIV is bad person and has bad moral because of free sex. In fact, many victims in HIV are housewife and children. They don’t know anything and never do anything in high risk, thus they are just the victims maybe from their husband.

The effects of discrimination towards a HIV-infected person are very dangerous. Sometimes they will feel depressed and will infect to others with unsafe sex. The worker who advocates them can’t control what they do, because actually in this situation they need support and care from others.

In my opinion this idea will be useless. I have the following suggestions are the first, it well be better if the money that will be used to fund the hospital to support the human living with HIV. The second is to build shelter building for them to easily get together and do some activities. The third is to educate our societies about what HIV is and how HIV infect. And the last is to subsidize antiretroviral virus (ARV) when the foreign funding in combating HIV program is not here anymore.

*Written by Saivol Virdaus

Education

Accelerating the result of Indonesian education

Life is learning. People says, “Learning and being educated , not only through school, but also through life lesson is something so incredibly important  and the more we go out in society”. That expression is not wrong, but learning have a context. Life’s learning is a thing that is not programmed. It is different from education.According to Indonesian dictionary, education is a programmed learning experience in the form of formal education. We quite often hear that people say they do not need education, while without attending school they cansucceed and even more than the others. How should we see education, and what is it really does not have strong impact.

Education is a long-term investment. The result is impossible to be acquired within a short time. As Confusius said, “If you want one year prosperity, grow seeds. If you want ten years prosperty, plant trees. If you want one hundred year prosperity, educate people”. What Confusius’s says has very strong implisit meaning. There is a hidden powerful effect of education. In the modern management education view, education is functiones to be technical-economic. The functionrefers to itcontribution to economy. Education guides the students to improve their knowledge and develop their skill, shape attitudes and good behaviour. All of this aspect is everything they need to lead their life and to compete in the competitive economy. So therefore, we could say that education is not only an instrument for the economic development, but also for economic growth.

The recent studies, shows that in this modern era, education has a significant correlation to people prosperity. In the United States in 1992, someone with the Doctoral education has revenue $ 55 million per year, Master $ 40 million, and bachelor $ 33 million. Meanwhile, people with high school backgorund only has average income for $ 19 per year.

The same thing happens in Indonesia. Let’s take the avarage income of rural and urban of Indonesian society. The university graduate is about Rp. 3.5 million per month. Diploma graduate around Rp. 3 million, high school graduate Rp. 1.9 million and elementary school graduate is only Rp. 1.1 million. This fact shows that how education can really changes a people life, even building a nation. The higher number of educated people, and higher the progress of the nation will be, and it is directly proportional to the number of residents. This study has been realized in this modern age. We can take a look at comparation between our country and Malaysia. “The number of Doctoral in specific field in Indonesia is only 98 persons. It is not as comparable as the total number of Indonesian residents. Compared to Malaysia, this country has 599 Doctor in avarage in the specific field”. And now let’s see the prosperity of both country.

Indonesian education today still has a large number of problems. Low quality, limited access to education, the teachers that are not distributed evenly, and the quality of the teachers. Various constraints of the education have made adverse effect now and in the future. Evenmore, Indonesia in the upcoming years will have demographical bonus. The illustration given by Anies Baswedan shows that 5,6 millions children attend elementary school, but only 2.3 million who graduate. What is missing is total 3.3 million per year, if it is allowed to stand for about 10 years, then it will be 33 million in total. We call it a demographical bonus, and itdangerous. “Big, young, uneducated”, said Anies Baswedan. This condition is very influential on the progress of the nation.

As we have stated above, we will feel the impact of education for about ten years next. At the same time, the global challenges become stronger and harder. Globalisation if not supported by the resiliency of a country will only become a problem. Education is the only key solution, but a big question arises. That is how to accelerate the results of education. Is there possibility or another solution? This is not a lucky situation for Indonesia.

There are several things to be addressed well to accelerate the result of education, ranging from technical education to practical education. But before comeing to it, we should see the big picture of our country, Indonesian people have to be the focus of our development. All this time, Indonesia only priorities to it natural resources, meanwhile we can run out of natural resources. We should change our priority to the human resources. This is the era of human capital. Investment on people will have impact.It is not too late, we should stay optimistic. Once we set our priority to the human, now it’s time for us to think about how to organize this big idea,how to transform the idea into implementation.

Education is not only about teacher, it is everyone’s responsibility. We should make a massive movement, and it should involve a very large number of human. And actually Indonesia has got the resource. The major composition of Indonesian population is young age and the character of youth is fast-moving, creative, innovative, active and energetic. Youth must become part of this movement. Indonesia Mengajar is one of best examplesof how to organize the youth to help fix the education in this country. “Indonesian mother’s womb still spawned fighters”, Anies Baswedan said. Yes that is true. We all can that see the spirit of Indonesian youth makes us proud. Investment on youth, involving them in the education movement is one of the keys to accelerate the result of Indonesian education.

*Written as a task in the writing class. Scholarship Training by Yayasan Insancita Bangsa.

Close