Mencermati hasil survei Indeks Demokrasi Global sangat mengejutkan pelbagai pihak. Betapa tidak, hasil survei lembaga kredibel Economist Intelligence Unit tahun 2010 menunjukkan Indonesia hanya berada di peringkat 60 dari 167 negara yang disurvei. Indonesia kalah dibandingkan Thailand (ke-57), Papua Nugini (ke-59), bahkan jauh tertinggal dibanding negara Timor Leste (ke-42). Menurut Burhanuddin Muhtadi dalam bukunya Perang Bintang 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres (2013), mengatakan Indeks demokrasi rendah disebabkan lemahnya variable budaya politik, partisipasi, dan isu-isu kebebasan sipil.

Para pendiri Republik ini adalah kaum terdidik yang tercerahkan, berintegritas. Mereka berkesempatan hidup nyaman tapi mereka pilih untuk berjuang. Mereka mengedepanan keteladanan yang menggerakkan. Hal inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia dewasa ini, anak-anak bangsa yang terdidik harus berdiri di garda terdepan untuk mengupayakan kemajuan bangsa. Indonesia dalam kurun waktu 2010 sampai 2035 akan mengalami bonus demografi, dimana kaum muda produktif adalah komposisi terbesar, dividen akan diperoleh jika pendidikan berhasil. Masa ini harus mampu dijadikan titik balik kebangkitan.

“Aktivis itu energinya matahari, besar tapi sayang kekuatannya menyebar, tidak seperti energi laser yang kuat dan fokus.”, ucap Prof Laode dalam sambutannya di acara penutupan Pelatihan TOEFL bagi calon penerima beasiswa yang diselenggarakan oleh Yayasan Insancita Bangsa (YIB). Latihan yang berat itu adalah memfokuskan diri, sambung Prof. Laode.

The most affecting news story a few days ago was that one of provinces in Indonesia would build the HIV-AIDS hospital. Honestly this news directly made volunteers combating HIV-AIDS and Buddies (Volunteers who work to advocate HIV-AIDS Victims) was shocked. It becomes more difficult to achieve the goal of combating HIV-AIDS program especially in CST (Care and Support Treatment) for human living with HIV.

Education is a long-term investment. The result is impossible to be acquired within a short time. As Confusius said, “If you want one year prosperity, grow seeds. If you want ten years prosperty, plant trees. If you want one hundred year prosperity, educate people”. What Confusius’s says has very strong implisit meaning. There is a hidden powerful effect of education. In the modern management education view, education is functiones to be technical-economic. The functionrefers to itcontribution to economy. Education guides the students to improve their knowledge and develop their skill, shape attitudes and good behaviour. All of this aspect is everything they need to lead their life and to compete in the competitive economy. So therefore, we could say that education is not only an instrument for the economic development, but also for economic growth.

A dream is only a dream without action. It is a very simple rule for every dreamer. There is no dream that is too high except the low optimism and effort. Dream will not wait, we chase for them and if we get it, ready or not, we must be ready. Having said like that, I bear in mind that I should keep on focus. I will make it. Germany, I’m coming!

Silahkan isikan data dan lengkapi kuesioner berikut untuk penyelenggaraan acara reuni dan buka bersama alumni 2008 SMA N 3 Mandau tahun 2014. Data dapat disimpan sebagai personal copy agar dapat mempermudah komunikasi dan silaturahmi di masa yang akan datang.