Category

My Story

Article, My Story, My Thought, Travelling

Urgensi soft skill dan hard skill dalam pergaulan

Salah seorang tetangga saya ― sekitar 10 tahun lalu ― pernah mengatakan, “belajarlah main gitar, nanti itu akan berikan banyak manfaat untuk pergaulan kamu”. Dulu, saya tidak begitu mengerti maksudnya. Sejauh apa yang saya pahami adalah ― melihat lingkungan sekitar ― mereka yang pandai memainkan alat musik tersebut lebih mudah berbaur dan berinteraksi dalam lingkungan sosialnya.

[dropcap style=”flat”]K[/dropcap]ala itu saya meng-iya-kan ucapan beliau. Saya belajar gitar dan sampai beberapa tahun kemudian saya mampu menguasai beberapa teknik dan bahkan pernah ‘manggung’ untuk menunjukkan kebolehan dalam bermain gitar. Beberapa video saya bermain gitar bisa dilihat disini: 1. Kehilangan, Judika 2. To be with you, Mr. Big

Pergaulan membutuhkan social intelligence, sebuah istilah yang oleh Sean Foleno diartikan sebagai “person’s competence to understand his or her environment optimally and react appropriately for socially successful conduct”. Kehidupan erat hubungannya dengan interaksi sosial, sebagaimana Edward Thorndike, seorang psikolog kenamaan Amerika, yang pertama kali menjelaskan pengertian kecerdasan sosial pada tahun 1920 yaitu “the ability to understand and manage men and women, boys and girls, to act wisely in human relations”. Sehingga kita bisa pahami bahwa memang orang yang peka terhadap lingkungan dapat lebih sukses dalam hidupnya. Jika sebelumnya Anda mengenal interpersonal competency maka istilah tersebut equivalent dengan social intelligence. (Wikipedia).

Intercultural friendship - foto bersama teman-teman di Jerman

Saya menuliskan tentang ini setelah sebelumnya di Facebook saya memposting desain spanduk yang saya buat untuk salah seorang teman. Dari sana saya terbawa ke masa yang saya terangkan di atas, dan beberapa masa kemudian dalam rangka refleksi bagaimana social intelligence telah membawa pengaruh yang signifikan dalam hidup saya.

Tidak jarang kita temui bahwa sebagian besar orang sangat ‘melejit’ dalam kehidupannya, sementara di beberapa kasus sebagian yang lain tampak ‘gamang’. Mereka yang ‘lincah’ sering diasosiakan dengan naluri alamiah yang dianggap mereka dapatkan sejak lahir, tidak jarang juga dihubungkan dengan usia. Sejatinya usia bukanlah ukuran kedewasaan dimana manusia sudah bisa mandiri dalam kehidupan sosialnya, ada juga orang-orang yang bahkan di umur ­quarter life masih belum bisa deal dengan lingkungan sosial. Melalui artikel ini saya ingin berbagi wawasan dan pengalaman hidup tentang dua hal yang akan menunjang Anda dalam social interaction, yaitu ­soft skill dan hard skill.

Memahami dan menguasai soft skill

Apa itu ­soft skill dan hard skill? Istilah bahasa Inggris ini memiliki pengertian personal attributes that enable someone to interact effectively and harmoniously with other people. Sesuatu yang melekat pada diri seseorang yang membuatnya mampu berinteraksi secara efektif dan harmonis dengan orang lain. Hal apa saja yang termasuk soft skill, Wikipedia menyebutkan bahwa diantaranya adalah personality traits, social graces, communication, language, personal habits, friendliness, managing people, leadership, etc. Soft skill juga diidentifikasi sebagai EQ (Emotional Intelligence Quotient), keterampilan ini berbeda dengan hard skill yang umumnya mudah diukur dan dikuantifikasi seperti contohnya pengetahuan dan keterampilan melakukan suatu hal. (Wikipedia). Bermain gitar termasuk dalam kategori hard skill.

Soft skill itu ― seperti yang dijelaskan di atas ― adalah karakter kepribadian. Orang dengan kepribadian seperti apakah yang dapat sukses dalam pergaulan? Sebelum lebih lanjut, mungkin ada baiknya juga Anda mengetahui tipe kepribadian Anda. Ada tiga tipe kepribadian manusia: introvert, extrovert dan ambievert. Orang dengan karaker introvert cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka tidak menyukai kegiatan soliter dan tidak nyaman dengan pertemuan dan kegiatan sosial. Sedangkan extrovert adalah kebalikan introvert, mereka lebih cenderung membuka diri terhadap dunia luar. Suka keramaian, interaksi dan aktivitas sosial. Mereka tidak suka dengan kesendirian, namun biasanya memiliki antusiasme yang tinggi, mudah bergaul dan aktif. Yang terakhir adalah ambievert, adalah gabungan dari kedua karakter sebelumnya. Mereka nyaman dengan interaksi sosial dan tidak bermasalah dengan kesendirian. Saya sepertinya termasuk tipe ambievert. (Anda bisa Googling untuk tahu lebih banyak mengenai ini).

Di dalam kehidupan kita menemui berbagai orang dengan beragam karakter, sikap dan tingkah laku. Jika kita ingin berhasil, satu-satunya cara adalah dengan membaur. Namun ada hal yang perlu diperhatikan bahwa Anda seyogiyanya tetap menjadi diri sendiri. Seperti ikan, yang tidak asin sekalipun ia hidup di air asin. Sudah menjadi fakta umum bahwa orang yang luas pergaulannya dan baik komunikasi sosialnya lebih sukses dibanding rata-rata orang lainnya. Keluarlah dari posisi nyaman Anda, beranilah untuk mengahadapi tantangan yang diberikan oleh lingkungan. Tidak bisa tidak, mau tidak mau, Anda harus berlatih untuk itu. Beruntunglah jika mungkin membaca ini Anda masih pelajar ataupun mahasiswa, karena Anda masih punya kesempatan untuk berbenah diri. Dunia kerja dan kehidupan paska studi lebih kejam jika Anda tidak pandai bersosialisasi.

Jujur, dulunya saya tidak memiliki soft skill yang baik. Namun segera saya menyadari bahwa jika begini saja, maka jarak saya dengan sukses akan tetap lebar ― saya akan bawa Anda untuk merefleksi apa yang saya lakukan untuk memperbaikinya sejak masa kuliah. Periode studi ini saya manfaatkan dengan aktif berorganisasi. (Bisa dibaca jawaban wawancara saya tentang manfaat berorganisasi: Wawancara tokoh inspiratif). Berorganisasi akan membiasakan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain, paling tidak sesama pengurus organisasi. Hal ini memang membutuhkan adaptasi dan semua orang mengalami masa yang tidak singkat untuk hal ini, maka Anda pun demikian hanya perlu untuk kuat-kuat bertahan jika mungkin banyak karakter orang dan hal-hal yang membuat Anda kurang nyaman. Tantangan Anda adalah untuk beradaptasi dengan baik, pertama sekali bacalah karakter diri Anda, apa yang bermasalah ataupun kurang dari Anda. Fikirkan bagaimana Anda bisa diterima ditengah-tengah pergaulan, karakter Anda seperti apakah yang membuat Anda dapat diterima oleh orang lain. Saran saya cobalah tumbuhkan empati dalam diri Anda, yaitu kemampuan memahami orang lain.  Memahami perasaan, fikiran, menghargai pribadi, akan membuat Anda diterima oleh mereka. Anda harus memiliki pendirian dan fleksibilitas. Kelemahan lainnya mungkin Anda tidak berani berbicara di depan publik, kurang pandai mengolah bahasa yang menarik, tidak percaya diri berada satu forum dengan banyak orang dsb. Dengan berorganisasi maka Anda akan terbiasa untuk melakukan itu semua. Organisasi merupakah ruang belajar soft skill yang baik.

Ada quote yang menarik dari Bill Cosby, “I don’t know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody”. Anda tidak mungkin bisa menyenangkan atau membuat semua orang tertarik kepada Anda, dan memberikan upaya yang besar pada hal tersebut hanyalah sia-sia. Tetaplah tampil dengan karakter baik, kerja dan komitmen yang Anda punya. Konsistensi yang Anda lakukan akan melahirkan apresiasi. Ayah saya pernah mengatakan, “sebanyak itu yang suka, sebanyak itu pula yang benci”. Jadilah diri sendiri, namun humanis dan bersahabat.

Ramah dan humoris - bersama teman-teman di Jerman

Berorganisasi juga mengajarkan saya bagaimana bekerja dalam tim. Soft skill ini tidak kalah pentingnya. Mengkomunikasikan ide, menyelaraskan tujuan, meraih target bersama dsb menuntut Anda untuk mampu memahami satu sama lain. Anda hidup di dunia dan berkomunikasi dengan manusia, sederhananya, Anda membutuhkan orang lain untuk mewujudkan ide brilian yang Anda punya. Bagaimana jika Anda tidak pandai mengkomunikasikannya? Anda seorang pakar teknologi, tidak selamanya Anda berbicara dengan rangkaian alat elektronik dan robot, Anda butuh berkomunikasi dengan orang lain untuk mewujudkan inovasi Anda, atau mungkin untuk meyakinkan investor agar berinvestasi pada riset Anda. Terlebih sekarang mulai trend istilah co-founder, co-worker dan alike. Waktu saya di Filipina, saya dikenalkan pada co-lab, dimana orang-orang berkumpul dan mengagas kerja-kerja yang dilakukan bersama. Disana kemampuan Anda untuk mengelola manusia dan kepemimpinan Anda akan diasah. Selain itu, hal ini juga akan membantu Anda untuk mendapatkan soft skill kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis, bernegoisasi, resolusi konflik, menciptakan pengaruh, mengajak dan mengarahkan orang lain dsb. Dunia dewasa ini sudah sangat paham pentingnya kerjasama, dan organisasi adalah kebutuhan manusia modern.

Kegiatan lainnya yang saya lakukan adalah menjadi volunteer. Saat ini banyak bermunculan gerakan aksi dan kerja sosial, Anda dapat bergabung disana untuk berinteraksi dengan mereka. Hal ini akan memperluas wawasan, jaringan perkenalan dan bahkan bermanfaat untuk jaringan profesional Anda. Anda tidak mesti berteman hanya dengan mereka yang sama fikiran dan kecenderungan dengan Anda. Bagaimana Anda bisa menjalin hubungan baik dengan berbagai ragam tipe orang akan membuat kualitas soft skill Anda semakin tinggi. Sikap saling menghargai wajib dijunjung tinggi dalam hal ini. Privacy  juga menjadi hal yang Anda bisa mengerti. Salah seorang teman saya orang Jerman contohnya, ia tidak mengatakan tidak menyukai profilnya tampil di internet ketika saya meminta ia untuk menuliskan testimony tentang saya. Tentu hal ini harus saya hormati, dan kami tetap berkomunikasi aktif sampai saat ini via email. Anda tidak bisa dan tidak elok untuk terlalu memaksakan kehendak kepada orang lain. Dalam sebuah kerja tim di Filipina contohnya, saya memiliki anggota dari beberapa Negara seperti Bostwana, Canada, Brunei, Indonesia dan Vietnam. Ketika kami merembukkan ide apa yang akan kami angkat, setiap orang memilki pandangan tersendiri. Beberapa telihat ngotot, namun kami tahu, hal yang kami lakukan haruslah berdiskusi dengan dingin dan menghargai setiap masukan, lalu menyepakati yang terbaik. Dengan demikian tujuan bersama dapat tercapai.

Pertukaran pelajar juga bisa menjadi hal sangat penting untuk Anda pertimbangkan. Saya mengikuti intercultural student exchange beberapa kali dengan mahasiswa asing dan Indonesia dari berbagai daerah yang dilaksanakan di dalam dan di luar negeri. Ini bahkan lebih menantang dari yang Anda takutkan, bagaimana Anda bisa berbaur, bertukar fikiran dan bekerjasama dengan orang yang sama sekali berbeda. Belum lagi kendala bahasa, ingat bahasa juga merupakan soft skill, maka perlu kiranya untuk membekali diri sebaik mungkin. Kita hidup di zaman globalisasi, Anda akan hanyut jika tidak mampu menyelam di dalamnya.

Travel backpacker juga bisa menjadi latihan bagi Anda. Jauh di negeri yang mungkin tidak seorang pun Anda kenal membuat Anda tidak punya pilihan selain berkomunikasi dengan orang lain dan menghadapi berbagai macam karakter manusia ― beberapa mungkin sangat aneh dan Anda tidak bisa memaksa mereka sesuai keinginan Anda. Saya bisa survive berjalan ke daerah-daerah di Indonesia dengan modal komunikasi yang baik, berkeliling di Jakarta, Jogjakarta dsb, bahkan menetap dalam waktu yang cukup lama. Bahkan juga saya mampu melakukan perjalanan ke luar negeri seorang diri, Singapura, Malaysia, Filipina dsb tanpa mengalami hambatan yang berarti (Alhamdulillah), terutama karena saya mengembangkan soft skill komunikasi dalam diri saya.

Sebuah nasihat bijak dari seorang teman saya mengatakan, “diluar sana terdapat banyak dan sangat banyak orang yang lebih pintar dan lebih hebat daripada kita, namun tidak semua orang memiliki sikap yang baik dan bersahaja”. Perhatikanlah bahwa orang dengan soft skill yang baik lebih cendrung disenangi banyak orang. Soft skill bisa menjadi pembeda karakter Anda, maka dari itu memilki soft skill yang baik adalah keuntungan.

Memahami dan menguasi hard-skill

Hard skill bisa juga diartikan sebagai job skill atau occupation. Keterampilan seperti menulis, matematika, melukis, membuat pernak-pernik, mahir pemograman komputer, microsoft office ataupun software, menginstal laptop atau bahkan memasak, dan mungkin juga menjahit dan membuat boneka, juga termasuk dalam kelompok ini.

Skill ini akan menjadi nilai plus Anda dalam pergaulan, atau bahkan untuk kehidupan Anda sesungguhnya. Karena jika dikelola dengan baik maka tidak menutup kemungkinan itu akan menjadi sumber pendapatan bagi Anda. Dalam sebuah buku yang diberikan oleh teman saya berjudul “one person multiple career”, dijelaskan bahwa mempunyai additional skill  dipandang sudah merupakan keharusan di zaman ini. Memilki keterampilan yang banyak bukan merupakan suatu yang mustahil, sebagaimana nyatanya seseorang bisa memilki lebih dari satu karir.

Dalam pergaulan dan pertemanan yang baik, pihak yang ada di dalamnya haruslah mampu saling berbagi manfaat. Saya tipe orang yang suka berkolaborasi dengan orang lain, seperti membuat project bersama tentang suatu hal. Bayangkan dalam pergaulan Anda tersedia orang-orang dengan kemampuan yang dibutuhkan, tentu apa yang Anda rencakan dapat lebih mudah terwujud. Dari sanalah, selalu dalam pergaulan saya akan mencari tahu lebih banyak mengenai teman-teman saya. Saya percaya semua orang punya potensi dan keahlian. Berteman bagi saya tidak sekedar ‘kenal’, saya harus tahu ‘kurang’ dan ‘lebihnya’ karena dengan begitu saya bisa saling mendukung, saling mengisi dan saling berbagi.

Ilustrasi bekerja salam tim - foto bersama dengan teman-teman di Jerman

Bagaimana caranya memiliki hard skill? Ada beberapa cara yang Anda bisa tempuh untuk hal tersebut. Namun pertama yang harus Anda ketahui adalah Anda akan lebih mudah untuk menguasai sesuatu hal jika Anda mencintai hal tersebut. Coba fikirkan apa yang Anda sukai, ataupun Anda fikir sangat perlu untuk Anda kuasai demi menunjang kehidupan masa depan, atau mungkin kuliah yang Anda jalani saat ini, tuntutan pekerjaan Anda nantinya dsb.

Saat ini sudah banyak lembaga kursus keterampilan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah ataupun swasta. Anda hanya perlu giat mencari tahu. Saya pernah mengikuti PKBM tentang keterampilan membuat souvenir dan sablon yang diselenggarakan oleh pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta. Keterampilan seperti ini, mungkin bagi sebagian orang dianggap remeh. Tetapi sungguh kejelian kita memanfaatkannya yang akan membuatnya berbeda. Tidak hanya bisa ditransformasikan menjadi bernilai ekonomis, tetapi juga bernilai sosial. Anda bisa menjadi orang yang sangat bermanfaat dalam pergaulan jika misalnya Anda dapat membantu teman-teman yang tidak pandai dalam suatu hal. Dengan begitu Anda akan menjadi pribadi yang disenangi. Ini yang saya sebut sebagai pentingnya hard skill dalam pergaulan.

Kemampuan membaca trend perkembangan karir dan masa depan juga dapat membantu Anda. 10-15 tahun lalu misalnya di saat computer mulai booming, sebagian besar orang tidak tertarik karena tidak mampu melihat masa depan teknologi ini, namun sebagian yang lain dengan cerdas memahaminya dan mengambil langkah-langkah untuk belajar, sepertinya misalnya mengikuti kursus mengetik, kursus perbaikan komputer dsb, sampai pada masanya komputer sudah semakin berkembang dan orang-orang baru mulai tersadar, nah dia sudah lebih dahulu menguasai hal tersebut. Tentu ini akan menjadi percepatan bagi Anda untuk sukses dalam kehidupan berbekal skill.

Anda juga bisa belajar otodidak. Saya contohnya berfikir bahwa keterampilan desain grafis sangat bagus untuk saya pelajari. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mulai belajar, saya menyempatkan mempelajarinya disela-sela waktu luang, di masa liburan dsb. Ternyata keahlian ini sangat bermanfaat, terutamanya untuk keperluan pribadi saya. Desain foto, buku, spanduk tidak lagi saya upahkan ke orang lain. Saya bahkan juga bisa menghasilkan uang dari skill ini. Dan otomatis dalam pergaulan banyak teman yang mendapat manfaat dari keterampilan saya ini, saya dapat membantu mereka terkait keperluan desain. Bahkan di organisasi yang saya ikuti, saya mampu memberikan banyak sumbangsih dalam hal publikasi kegiatan yang membutuhkan desain grafis. Saya diingat dan dikenal sebagai orang yang mahir dalam bidang ini. Hal itu secara tidak langsung menegaskan posisi Anda dalam pergaulan sosial.

Cara lainnya adalah dengan begabung ke komunitas hobi. Sebagian orang senang berbagi dan memperluas pengetahuannya dengan berkumpul di komunitas hobi tertentu. Apalagi saat ini komunitas semacam itu tumbuh subur. Tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya. Jika Anda, misalnya, adalah penggiat pemograman website, maka Anda tinggal temukan informasi megenai keberadaan komunitas tersebut. Ruang seperti itu memberikan sumber daya yang luas untuk pengembangan keahlian dan kehidupan sosial Anda. Jika mungkin Anda adalah blogger, ratusan bahkan ribuan komunitas blogger sudah berkembang pada saat ini. Selain menambah ilmu, juga akan menambah jaringan perkenalan dan profesional.

Saya contohnya, juga menguasai hard skill WordPress. Sebuah Content Management System (CMS) untuk pembuatan website. Visi mendorong saya untuk membuat sebuah media publikasi. Lagi, saya belajar otodidak dan bergabung dengan komunitas WordPress untuk belajar dan sharing mengenai ilmu tersebut. Dan otomatis di sisi lainnya orang-orang yang berada di lingkungan saya mendapatkan manfaat dari skill saya ini. Di dunia teknologi saat ini sepertinya tidak ada lagi alasan untuk kita tidak bisa belajar mengenai sesuatu hal. Banyak informasi yang kita bisa dapatkan dan pelajari asal ada kemauan.

Memiliki hard skill adalah kelebihan yang akan menunjukkan kualitas diri dan meninggikan selling-point pribadi Anda. Namun, sehebat apapun hard-skil yang Anda punya, Anda tetap butuh berkomunikasi untuk marketingnya. Maka dari itu, sebuah kombinasi ­soft dan hard skill akan membuat Anda benar-benar diperhitungkan dalam kehidupan ini.

Jakarta, 24 Februari 2015

Article, My Story

25 intisari kiat sukses masa muda

*Tulisan ini saya buat dalam rangka memperingati hari lahir saya ke-24 tahun (09 november 1990 –  09 November 2014).

[dropcap style=”flat”]S[/dropcap]etiap yang dilahirkan ke dunia ini akan mengalami suatu masa tempuh yang dinamakan kehidupan. Kehidupan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah fase peralihan. Manusia, makhluk yang melangsungkan hidup di dunia ini sudah terlebih dahulu melalui alam ruh (alam sebelum jasad manusia diciptakan) dan alam rahim (alam kandungan ibu). Setiap manusia, walau tidak sama masa hidupnya, kelak setelahnya akan beralih ke dua masa lagi, alam kubur dan alam akhirat. Demikian, sampailah ia pada masa yang kekal, tak seperti hidup di alam dunia yang terbatas masanya.

25 inspirasi kiat sukses masa muda_Adhitya Fernando

Perguliran masa hidup manusia dihitung menurut hitungan tahun. Lazimnya, manusia melakukan perayaan setiap berlalu satu tahun masa hidup pada hari lahirnya. Perayaan ini, sekalipun tidak termasuk amal ketaatan,  namun ia adalah amal kebaikan selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Di zaman ini perayaan tersebut dilakukan dengan beragam cara, bagi saya yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan makna. Ulang tahun sesungguhnya adalah momentum evaluasi dan refleksi terhadap tahun-tahun yang telah berlalu.

Mengingat masa lampau dan kematian
Allah Swt mengingatkan kita: “Perhatikan masa lampaumu untuk hari esokmu” (QS al Hasyr 59:18). Terhadap masa-masa yang sudah berlalu, adalah dosa dan kesalahan yang pernah dengan ataupun tidak sengaja saya lakukan, menjadi refleksi utama. Hal tersebut membawa ingatan saya pada hadist Nabi Muhammad Saw, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah).

Hari ulang tahun juga merupakan momentum yang bahagia, selain mengingat dan bersyukur atas segala pencapaian yang telah berhasil diraih, ditambah suka cita dari ucapan salam dan selamat juga do’a dari keluarga, rekan dan karib kerabat. Banyak diantara ucapan yang saya terima adalah “Semoga panjang umur”. Saya tahu bahwa ucapan tersebut bukanlah hitungan matematis, karenanya saya artikan sebagai pengingat agar saya senantiasa mengisi umur dengan hal-hal yang baik, dengan amal sholeh dan karya yang bermanfaat untuk seluruh umat manusia, sehingga aliran pahala darinya akan terus berjalan sekalipun hayat tak lagi dikandung badan.

Psikologis usia 25 tahun
Jika usia 17 tahun dianggap merupakan masa remaja, dan masa yang paling indah, tidak demikan halnya dengan usia 25. Laverne Antrobus, seorang psikolog dari Clinic London menyatakan bahwa usia 25 merupakan masa remaja akhir, dan masa yang cukup rentan. Di usia 25 tahun inilah otak mulai mereorganisasi sendiri. Seseorang mulai memandang dan memikirkan suatu hal secara berbeda, pikiran menjadi lebih matang dan dewasa.

Sebuah penelitian baru yang diungkap oleh National Geographic menyatakan bahwa usia 25 adalah usia terbaik manusia. Adalah Kristina Streiner, doktor psikologi dari University of New Hampshire yang melakukan penelitian tersebut. Sesungguhnya sangat banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada masa usia 25, baik perubahan yang terjadi oleh dorongan sendiri ataupun karena dorongan dari lingkungan orang sekitar, seperti halnya berubahnya cara pandang orang terhadap diri Anda sehingga memaksa Anda meninggalkan cara berifikir remaja.

Polemik yang muncul
Pada usia 25 tahun, orang pada umumnya akan memandang Anda sebagai karakter tersendiri, lepas dari keluarga. Jika Anda mempunyai kendaraan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Anda mendapatkannya dari usaha sendiri atau dari orang tua. Contoh lainnya, fokus pertanyaan bukan lagi sudah berapa lama Anda belajar, tetapi dimana Anda sekarang bekerja. Pertanyaan-pertanyaan seperti dimana Anda bekerja, apa profesi Anda, apakah Anda sudah menikah, akan lebih sering dijumpai.

Perubahan paragima di lingkungan sosial pun terjadi, Anda seolah mempunyai jati diri baru. Nama besar orang tua, karib kerabat sudah tidak melekat secara nyata, tetapi apa yang sudah dan akan Anda capailah yang akan menentukan eksistensi Anda. Akan banyak tekanan yang terjadi pada usia ini. Dalam pergaulan sosial contohnya, Anda tidak akan lagi dengan mudah menemukan teman yang dapat menemani Anda hang out. Dunia seolah hanya membicarakan waktu produktif dan memikirkan aktivitas-aktivitas yang dapat menjamin kelangsungan hidup. Teman-teman Anda seolah menjauh karena mengejar impainnya masing-masing. Anda tidak lagi memiliki waktu bersama untuk bersenang-senang dengan mereka.  Perbincangan mengenai karir, jodoh dan masa depan menuntut keseriusan Anda. Jika Anda kaget akan hal ini, barangkali Anda masih terjebak pada mental remaja.

Selain itu, masalah kemandirian juga merupakan hal yang barangkali menjadi tekanan bagi Anda. Anda sudah merasa malu untuk menggantungkan hidup sepenuhnya pada orang tua. Namun disaat yang sama Anda masih belum mampu untuk lepas dari mereka, barangkali karena paska pendidikan Anda masih belum menemukan karir, atau Anda masih dalam perjalanan menggapai sesuatu yang Anda impikan dsb. Pengertian orang tua masih terasa pada masa ini, biasanya sesekali orang tua masih memberikan perhatian (biaya) untuk memastikan Anda dapat terus berjalan dan tidak mundur kebelakang. Keputusan-keputusan sulit juga akan banyak muncul di usia ini. Namun, ini adalah masa yang menarik. Masa ini adalah masa pembelajaran dimana keseriusan hidup benar-benar diuji, dan cara Anda bertahan dalam melalui masa-masa ini akan sangat menentukan keberhasilan Anda di masa depan.

Membagi kisah hikmah
25 tahun sudah perjalanan hidup saya. Segala hal yang saya utarakan diatas sedang dan masih akan saya lalui. Namun setidaknya bagi saya pribadi, masalah kepribadian, masalah sosial dan faktor-faktor psikologis bukan lagi termasuk kendala yang merintangi perjalanan hidup saya. Sementara itu, dalam hal kemandirian, pengalaman bekerja dan menghasilkan uang juga sudah saya lakukan, walau tidak secara formal, namun cukup untuk menyambung hidup dan memodali impian saya, bahkan lebih baik daripada pekerja diumur seusia saya. Masih dalam ekonomi, di usia ini kita dituntut untuk dapat menemukan ataupun menciptakan sumber pendapatan yang dapat menjamin keberlangsungan hidup, apakah Anda memilih untuk bekerja di perusahaan, menjadi PNS, berwirausaha ataupun usaha lainnya.

Sampai setengah abad ini, alhamdulillah telah banyak hal yang saya lakukan, banyak hal yang telah saya capai, banyak hal yang telah saya pelajari, banyak yang telah saya kuasai. Ditengah semua itu, tidak dinafikkan bahwa masih banyak kelemahan dan kekurangan yang saya rasakan, banyak hal yang masih harus saya pelajari, saya capai dan saya laksanakan. Adapun terhadap semua hal yang telah dan akan saya capai sejauh ini, bagi saya adalah suatu yang luar biasa, dalam bahasa tepatnya “ketidakmungkinan yang menjadi kenyataan”, banyak hal yang diluar ekspektasi banyak orang bisa saya taklukkan. Pengakuan ini semata sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada saya. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan untuk kita berusaha dan memberikan karya-karya nyata untuk kehidupan ini.

Di momentum ulang tahun, saya meminta kado dari Anda sekalian. Ups..bukan. Tulisan ini adalah kado untuk Anda, sahabat yang setia menemani dan mendukung perjalanan saya. Saya ingin membagikan 25 catatan refleksi tentang kehidupan yang sudah saya jalani dan rencana kehidupan saya dimasa yang akan datang. Semoga dapat Anda ambil sebagai pelajaran dan hikmah dari perjalanan hidup saya. Selamat datang di dunia sesungguhnya!

[accordion]
[spoiler title=”1. Taqwa membawa kebaikan” style=”fancy”] Allah Swt adalah pemilik alam semesta dan segala isinya ini, Dia lah yang mengatur setiap makhluk dan ketentuan di alam ini. Selain mengenal jati diri, di usia ini Anda hendaknya sudah mempunyai kematangan iman, punya pengetahuan yang baik tentang agama dan mampu melaksanakan perintah agama dengan baik. Agama akan menuntun Anda untuk bisa memperoleh kehidupan yang sukses di dunia dan di akhirat kelak.

Kehidupan ini keras, maka lembutkanlah dengan ketaatanmu pada Allah Swt. Jalani perintahnya dan jauhi larangannya, Ia akan mengangkat derajatmu di dunia. Perhatikanlah kisah hidup orang besar, mereka selalu menjaga kedekatan-Nya dengan Allah Swt, mereka melaksanakan amal yang lebih dari orang pada umumnya. Banyak dari mereka yang merutinkan tahajjud, shalat dhuha, puasa senin-kamis, infaq dan sedekah serta amalan lainnya.

Memintalah padaNya, bawalah hati Anda dekat pada-Nya, niscaya Ia akan menjadi penerang yang menuntut jalan Anda mencapai apa yang Anda inginkan. [/spoiler]

[spoiler title=”2. Dukungan keluarga adalah yang utama” style=”fancy”] Tiada yang lebih menentramkan selain berada ditengah-tengah keluarga. Keluarga adalah tempat terdekat dimana Anda bisa mengadu, tempat dimana Anda bisa mendapat perhatian lebih. Dalam keluarga pula sesunggunya energi kehidupan yang lebih besar bisa Anda dapatkan. Sebesar apapun baiknya sahabat, keluarga jualah yang akhirnya akan menjadi sandaran Anda. Bangunlah hubungan yang baik dengan keluarga, kepada kedua orang tua khususnya. Perbaikilah hubungan yang mungkin saat remaja sempat renggang. Sesungguhnya do’a dan restu orang tualah yang akan mengantarkan Anda kepada kehidupan yang baik lagi sukses di masa depan.

Pada usia ini, Anda akan mendapatkan tempat yang lebih utama di dalam keluarga, Anda akan lebih dihargai, baik pendapat, pola fikir dan pilihan-pilihan yang Anda ambil, karena Anda dianggap sebagai pribadi dewasa yang mampu bertanggung jawab. Jangan sungkan berkonsultasi dengan orang tua, mereka telah melalui pahit-getir kehidupan, mereka akan memberikan saran-saran yang akan membangun Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Di usia ini, mulai melekat rasa tanggung jawab pada diri Anda untuk membantu keluarga dan lebih peduli kepada mereka. Usahakan agar Anda sudah dan sesegera mungkin mulai meringankan beban mereka, baik mungkin secara finansial ataupun fikiran. Perhatian Anda sangat berarti, mulailah dengan membantu memecahkan masalah-masalah keluarga.

Mulai sekarang, pastikan Anda membangun jalinan yang erat dengan orang tua. Rasakan hangatnya keberadaan mereka, jika Anda tinggal jauh dari mereka, relakanlah beberapa menit waktu Anda untuk menanyakan kabar mereka. [/spoiler]

[spoiler title=”3. Lingkungan memiliki pengaruh besar” style=”fancy”] “Berteman dengan penjual parfum, Anda akan kebagian harum aromanya”. Lingkungan dan orang-orang di sekitar mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri Anda, mereka akan dominan membentuk pola pikir, cara pandang dan tujuan hidup Anda. Maka bergaullah degan orang-orang baik yang akan membawa kebaikan untuk hidup Anda. Terlebih di usia seperti ini, Anda dituntut untuk dapat lebih selektif dan tegas, harus mampu berkata tidak pada hal-hal yang hanya membawa keburukan, pada kebiasan-kebiasaan buruk, pada pola pikir remaja. Anda harus hadir sebagai pribadi dewasa yang matang dan siap menempuh kehidupan baru sebagai manusia dewasa.

Selain itu, lingkungan berpengaruh pada impian yang Anda capai. “Get linked”, berkenalan, berkomunikasi dan bangunlah hubungan dengan orang-orang yang punya ketertarikan, punya pengalaman dan punya latar belakang yang terkait dengan impian Anda. Hal ini akan sangat membantu langkah Anda menuju sukses. [/spoiler]

[spoiler title=”4. Lakukan selagi muda” style=”fancy”] Anda akan merasakan ruang gerak Anda tidak sebebas dulu ketika remaja. Anda tidak akan dengan mudah dapat melakukan eksperimen-eksperimen misi hidup, tidak mudah melakukan sesuatu sesuai keinginan. Keadaan ini terkadang mengerikan, banyak hal yang seolah memenjara langkah Anda. Mulai dari usia, keuangan, dunia sosial yang tidak sama lagi.

Hanya di usia remaja lah Anda bisa melakukan segalanya sesuka hati. Itulah masa dimana Anda begitu bertenaga, banyak keinginan, penuh semangat dan daya juang yang idealis. Sayang sekali jika masa ini Anda manfaatkan hanya dengan bersenang-senang, bermalas-malasan, seolah hidup selalu mudah. Inilah masa dimana karakter Anda berkembang cepat, di masa remaja ini Anda harus seharusnya bisa menganalisa kelebihan, keunikan, dan kekurangan diri Anda sendiri.

Ikutilah berbagai kegiatan, dengan begitu soft skill dan jiwa kepemimpinan Anda akan terlatih. Ikuti organisasi, banyak pelajaran yang tidak Anda dapatkan di kelas ataupun bangku kuliah. Selain itu berorganisasi mendorong Anda untuk berinteraksi dengan banyak orang, dan hal tersebut akan membangun kepribadian yang mantap. Cobalah gapai keinginan-keinginan tertinggimu selagi muda, ikuti kegiatan nasional, ikut konferensi internasional, ikut lomba kemana-kemana, melakukan perjalanan dengan teman-teman dsb, hal tersebut jika dilakukan dengan baik maka akan menjadi modal yang sangat berharga untuk masa depan Anda. Itulah pengalaman yang tidak bisa dibeli.

Beli masa depan Anda dengan harga hari ini. Anda harus belajar berbagai hal sebanyak mungkin, tekun, giat, karena masa depan harganya mahal bagi orang yang tidak berilmu. Jangan takut salah dan jangan jadi peragu. Anda bisa memperbaiki kesalahan Anda selagi muda. Latih diri Anda mengambil keputusan. Melakukan kesalahan itu biasa, yang tidak dibolehkan adalah melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Semakin banyak Anda melakukan kesalahan, semakin kecil kemungkinan Anda melakukan kesalahan baru. Semakin sedikit hal yang harus susah payah Anda pelajari selanjutnya dan menyingkirkannya dari kehidupan Anda, yang mungkin akan merintangi langkah sukses Anda di masa depan. [/spoiler]

[spoiler title=”5. Prioritas akan membentuk Anda” style=”fancy”] Rutinitas yang Anda harus hadapi setiap hari mungkin acap kali membuat Anda merasa bosan. Namun tanpa disadari ia berpengaruh besar terhadap masa-masa yang akan datang. Prioritas, satu atau beberapa hal yang benar-benar Anda sukai dan fokus mengerjakannya akan membentuk suatu interaksi energi, disana terlibat ilmu, komunitas dan kesempatan.

Jika Anda sungguh-sungguh dalam suatu hal tertentu, biasanya Anda akan banyak berinteraksi dengan orang-orang yang punya latar belakang yang sama. Dari sini akan tercipta peluang dan kesempatan, setiap kesempatan yang Anda manfaatkan akan memperkaya pengetahuan Anda.

Anda juga harus belajar bagaimana mengatur prioritas, membagi waktu ditengah lingkaran rutinitas. Anda bisa melakukannya dengan membuat skala prioritas, membuat rencana sebaik mungkin sehingga dapat dijadikan panduan. Atur waktu dan prioritas Anda sebaik mungkin, kesibukan yang Anda jalani jangan sampai membuat Anda lupa bahwa Anda hidup di masa sekarang. Jalani hidupmu saat ini sebaik dan sebahagia mungkin. Kerja keras tidak akan sia-sia. [/spoiler]

[spoiler title=”6. Pengalaman mempermudah jalan” style=”fancy”] Pengalaman adalah ilmu dan guru yang paling berharga, demikian ucapan bijak yang sering kita dengar. Hidup ini adalah pembelajaran, dan orang-orang yang belajar dengan cepat dan sigap akan sampai lebih awal. Raihlah berbagai pengalaman, ini akan mempermudah Anda melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak ada usaha dalam hidup ini yang tidak trial and error, keberhasilan tidak diraih semudah membalikkan telapak tangan, dan membutuhkan waktu.

Ilmu dari berbagai pengalaman yang Anda raih semuda mungkin akan banyak memangkas waktu yang harus Anda investasikan dalam proses  Anda mencapai impian-impian yang Anda rencanakan, dengan demikian membuat Anda lebih gesit dan lebih efisien dalam melangkah dibanding orang lain yang hanya punya sedikit pengalaman, mereka cenderung lebih kaku, Anda bisa menjadi unggul lebih cepat.

Maka perhatikanlah bahwa ada ilmu, keterampilan dan kemampuan yang harusnya sudah Anda kuasai sejak muda, sadarilah secepatnya. Jangan sampai usaha Anda di masa depan terkendala oleh hal tersebut yang seharusnya sudah Anda kuasai, dan yang seharusnya bisa Anda pelajari di waktu luang, yaitu di masa muda. [/spoiler]

[spoiler title=”7. Jangan terjebak pada comparison gap” style=”fancy”] Setiap orang adalah identitas yang unik, mempunyai jati diri yang berbeda dan pilihan hidup yang berbeda pula. Anda tidak bisa dan tidak elok jika membandingkan diri Anda dengan orang lainnya. Jadilah diri Anda sendiri, diri yang asli, bukan replika orang lain. Ciptakan langkah hidup Anda sendiri, Anda juga akan berhasil jika kerja keras dan sungguh-sungguh. Ingat bahwa “hasil tidak pernah mengingkari usaha”. Syukuri apapun keadaan Anda saat ini, percayalah bahwa diri Anda merupakan anugerah terbaik dari Allah Swt.

Membandingkan dengan orang lain cenderung membuat Anda minder, merasa rendah diri dan dipenuhi dengan ketakutan. Hal tersebut tentu akan sangat merugikan Anda. Setiap manusia dibekali dengan kemampuan yang sama. Jika Anda perhatikan orang-orang sukses di dunia ini sungguh mereka mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda dan cara perjuangan yang berbeda-beda, “tidak hanya satu jalan menuju Roma”, ucapan orang bijak. Mari ciptakan kesuksesan asli diri Anda.

Bukan berarti Anda tidak boleh melihat perkembangan orang lain, terutama bacalah kisah-kisah sukses orang besar saat ini. Baca biografi mereka, apa yang mereka lakukan pada waktu seusia Anda. Jadikan itu sebagai panduan dan bahan untuk mengukur langkah Anda. [/spoiler]

[spoiler title=”8. Lakukan perjalanan” style=”fancy”] Percaya atau tidak, perjalanan akan lebih mudah Anda lakukan disaat muda. Waktu muda adalah masa pertualangan dan berbagai kesempatan. Disaat adrenalin hidup Anda sangat tinggi dan keinginan untuk bersenang-senang masih kuat, disaat yang sama Anda berada pada keadaan harus berjuang untuk mengatasi kecemasan tentang pekerjaan, pengangguran, utang dan hubungan. Inilah yang disebut quarter life crisis.

Anda membutuhkan banyak pelajaran hidup untuk kebaikan masa depan, dan perjalanan akan memberikan hal tersebut. Perjalanan akan membuat Anda berani menghadapi tantangan, Anda belajar mengatasi kendala-kendala yang harus mampu Anda hadapi seorang diri dan harus mampu melaluinya dengan baik. Hal-hal yang Anda lihat dan Anda rasakan selama perjalanan akan membuka cara pandang Anda terhadap dunia, mata Anda akan lebih terbuka dan wawasan Anda akan lebih luas, karenanya Anda akan mampu membuat jalan yang lebih luas berkat wawasan Anda. Perjalanan juga membantu Anda belajar melihat dengan cara pandang yang berbeda, melatih melihat dari berbagai sudut pandang, dan mengubah pandangan Anda terhadap sesorang. Bertemu orang dengan berbagai latar belakang budaya dan sifat akan sangat membantu Anda dalam berinteraksi dalam masyarakat maupun di dunia profesionalitas Anda.

Masa muda adalah masa untuk melakukan hal gila, bukan dalam arti sebenarnya, melainkan penegasan untuk tidak ragu melakukan sesuatu. Perjalanan akan menjadi cerita menarik untuk masa tua Anda, mendaki gunung, bertualang ke negeri orang, beradaptasi dengan budaya baru, mengunjungi tempat-tempat indah, bertemu orang-orang baru akan membuat Anda bisa merasa lebih hidup. Hal ini tak menunggu pengaruh sampai Anda tua, namun berpengaruh langsung untuk perjalanan hidup masa muda Anda. Kebahagiaan tersebut akan mengisi sanubari Anda, biasanya Anda akan merasa bahagia dan lebih optimis menjalani hidup dan kehidupan ini.

Saat Anda memasuki usia dewasa, Anda akan dibebani dengan banyak tanggung jawab yang harus Anda hadapi. Mungkin akan lebih sulit bagi Anda untuk kembali melakukan hal “gila”. Jalani masa muda Anda sebaik mungkin dan berikan yang terbaik! [/spoiler]

[spoiler title=”9. Waspada quarter life crisis” style=”fancy”] Istilah ini umum di negara-negara Barat. Dr. Oliver Robinson dari University of Greenwich menjelaskan bahwa quarter life crisis biasanya dirasakan oleh orang-orang yang berada pada usia peralihan dari remaja akhir ke dewasa (20-30 tahun). Di mana orang-orang biasanya akan mengalami tekanan sehingga mulai merasakan tidak nyaman dengan kehidupannya, mereka mulai meragukan hidupnya, meragukan jalan hidup yang saat ini mereka dapatkan.

Penelitian Robinson mengungkapkan bahwa  86% dari 1.100 anak muda mengakui mereka tertekan terkait rencana menikah, keuangan dan pekerjaan yang harus didapatkan sebelum usia 30 tahun. Dua dari lima orang khawatir mengenai uang, mereka tidak mempunyai penghasilan yang cukup. 32 % merasa tertekan mengenai pernikahan dan keinginan untuk segera mempunyai anak sebelum usia 30 tahun. 6 persen diantaranya berencana untuk berpindah tempat (hijrah), sementara 21 % lainnya ingin mendapatkan karir yang benar-benar baru.

Keadaan ini tercipta karena mental yang tidak benar-benar siap menjadi dewasa dan memikul segala konsekuensinya, seperti menanggung hidup sendiri, menentukan karir, menghadapi dinamika sosial masyarakat. Semuanya menuntut Anda lepas dengan sempurna dari masa remaja, sehingga Anda merasa dunia begitu berbeda. Terkadang hal ini menimbulkan ketakutan, depresi, kesepian dan murung. Masa ini memang bukan perkara yang mudah, namun bukan tidak mungkin dilewati. Seiring waktu biasanya adaptasi akan membuahkan hasil dan seseorang menjadi terbiasa. Semakin cepat Anda menyadari dan berubah dengan baik, maka peluang Anda untuk mencapai kehidupan masa depan yang sukses akan terbuka lebar.

Selain itu, pembiasaan di masa remaja juga sangat mempengaruhi mental Anda. Remaja yang terbiasa manja, suka bersenang-senang, malas-malasan, tidak suka berfikir keras biasanya sulit “move on”. Karenanya latihlah diri Anda semuda mungkin, jadilah pribadi pembelajar yang giat.

Robinson menyatakan bahwa quarter life crisis bisa jadi pengalaman yang positif, bergerak dari keadaan yang suram hingga memaksa kita ingin cepat berubah sampai akhirnya siap dan berhasil membangun kehidupan baru. [/spoiler]

[spoiler title=”10. Andalkan diri sendiri” style=”fancy”] Tidak ada yang bisa menolong Anda kecuali diri sendiri. Menggantungkan harapan pada orang lain hanya akan membuahkan kekecewaan, gantungkanlah harapan pada usaha Anda sendiri.

Di usia ini akan akan lebih dihargai berkat hasil yang Anda peroleh berkat kerja keras Anda sendiri, bukan karena orang tua dan sebagainya. Di masa ini Anda juga akan merasa lebih bangga terhadap pencapaian Anda, etos kerja keras biasanya akan lebih berkembang, terlepas apapun hal yang memicunya. Jika Anda mengandalkan diri sendiri, tidak mudah berpangku tangan, maka Anda akan benar-benar tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan mandiri.

Mengandalkan diri sendiri bukan berarti Anda lepas dari segalanya. Jangan lupa bahwa hasil yang Anda peroleh bukan semata hasil kerja keras, itu adalah anugerah dari yang Maha Kuasa, Allah Swt. Dekatkanlah diri Pada-Nya, tidak ada kekuatan dan pertolongan selain dari Ia yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Selain itu, yang harus disadari yaitu manusia adalah makhluk sosial. Anda tidak akan dapat meraih sesuatu tanpa bantuan orang lain, sekalipun Anda memiliki kemampuan yang tinggi, dan sumber daya yang banyak. Dengan kata lain, penekanan untuk mengandalkan diri sendiri adalah sebuah prinsip agar Anda memiliki etos kerja yang tinggi, kompeten, dan mempunyai daya saing yang baik. Kehidupan mungkin terasa sangat keras di usia Anda saat ini, ujian hidup seakan melebihi yang Anda bisa pikul, tetapi yakinlah Anda diciptakan dengan kemampuan yang luar biasa besar dan ujian tidak diberikan melebihi kemampuan Anda. Orang besar tidak dicoba dengan ujian kecil. Menangkan hidup Anda!  [/spoiler]

[spoiler title=”11. Jaringan pertemanan” style=”fancy”] Seribu teman yang Anda biasanya sering berinteraksi, saat ini akan menghilang secara perlahan. Sehingga sekalipun Anda memiliki banyak teman, namun keadaan yang Anda hadapi adalah seperti Anda hanya memiliki beberapa diantaranya. Ini wajar, karena hidup tidak selamanya untuk bersenang-senang. Anda sudah harus membangun jaringan pertemanan yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan-tujuan masa depan Anda. Anda tetap butuh bersosial, namun rekan yang produktif akan lebih berharga di masa ini.

Ingat, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran, melainkan juga kecerdasan Anda berkomunikasi dan membina hubungan baik dengan orang lain. Mulailah membangun jaringan pertemanan dan relasi yang baik, berkenalan dengan orang-orang baru. Di masa ini, dengan siapa Anda bergaul, siapa saja kenalan Anda, biasanya akan mempengaruhi respek orang terhadap Anda. Teman-teman Anda di berbagai daerah, di berbagai negera akan sangat bermanfaat di masa ini dan masa depan nanti. Arus informasi yang masuk kepada Anda juga semakin besar dan beragam karena bersumber dari berbagai daerah, selain itu di masa ini mereka akan sangat membantu jika Anda ingin melakukan perjalanan ataupun menetap di suatu daerah, bahkan jika Anda memutuskan untuk berkarir di daerah tersebut.

Berteman dengan lebih banyak orang lebih baik dari pada memiliki musuh. Anda sudah mulai harus menurunkan ego, bukan untuk menahan perasaan tetapi untuk kebaikan yang mungkin Anda bisa dapatkan dari orang tersebut. Siapa tahu jaringan pertemanan Anda akan berkembang menjadi jaringan profesional yang akan membantu karir Anda di masa depan. [/spoiler]

[spoiler title=”12. Jalani yang Anda yakini” style=”fancy”] Manusia adalah makhluk komunal, individu menjadi topik menarik untuk dibicarakan dan biasanya akan setiap individu akan terprogram menjadi seragam dengan komunitas dimana dia berada. Jika Anda mempunyai jalan fikiran yang berbeda, pilihan hidup yang berbeda, biasanya orang akan sangat merespon Anda. Terkait keinginan pun begitu, jika apa yang Anda harapkan diluar kebiasaan orang pada umumnya, entah itu terlalu tinggi atau dianggap mustahil, maka siap-siaplah jika akan ada banyak orang yang akan meragukan, merendahkan, meremehkan dan bahkan menghina Anda.

Impian besar diuji dengan kesungguhan yang besar. Biasanya orang yang mampu melalui ini akan lahir menjadi pribadi yang sukses luar biasa. Tidak ada yang mustahil, bermimpilah setinggi-tingginya dan berkerjalan dengan cerdas dan sekeras-kerasnya. Terhadap orang lain yang menentang Anda, meminjam nasihat Mario Teguh, maka doakan saja semoga mereka berumur panjang agar bisa melihat keadaan disaat Anda berhasil meraih sukses nanti. Itu lebih baik daripada Anda berkesal hati, apalagi berputus asa. [/spoiler]

[spoiler title=”13. Orientasi hidup yang jelas” style=”fancy”] Jadilah seperti busur dan anak panah yang melesat hanya pada target yang terukur dan terencana. Anak panah tidak lepas dari busurnya hanya untuk kesia-siaan. Anda harus metapkan tujuan hidup yang jelas, tuliskan apa yang akan Anda capai, tuliskan impian-impian hidup Anda. Buatlah hidup Anda menjadi lebih terarah, sesuatu yang jelas akan lebih mudah tercapai. Jangan seperti orang kebanyakan yang prinsip hidupnya seperti air, biarkan saja mengalir. Itu salah, bahkan airpun punya tujuan yang jelas, yaitu ke muara. Pegang prinsip air di mana ia tidak akan berhenti mengalir sekalipun terbendung, ia akan tetap mencari celah untuk dilalui.

Jika Anda tidak menetapkan orientasi hidup, maka Anda seolah hanya akan menjalai hidup dengan percuma, Anda tidak dapat mengukur sejauh mana yang telah Anda capai ataukah sampai saat ini Anda masih jalan atau berputar ditempat. Maka dari itu Anda sudah harus punya gambaran bagaimana hidup Anda 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun bahkan untuk masa-masa setelahnya. Sehingga dengan demikian Anda akan dapat memlihat prioritas kerja apa yang harus Anda lakukan untuk meraihnya, langkah hidup Anda pun bisa terarah dan Anda bisa menghindari melakukan sesuatu yang akan menjauhkan Anda dari tujuan yang Anda ingin capai. Raihlah kesenangan dunia, tapi jangan lupa akhiratmu. [/spoiler]

[spoiler title=”14. Hilangkan gengsi” style=”fancy”] Anda pasti tahu Starbucks, bukan? Perusahaan kopi ternama yang gerainya tersedia diseluruh penjuru dunia. Namun tahukan Anda bahwa Howard Schultz, CEO perusahaan raksasa itu dulunya hanyalah seorang salesman?

Masa-masa ini memang masa yang sulit, dengan gelar akademis yang baru saja diraih, tanpa pengalaman bekerja dan riwayat hidup yang cukup meyakinkan, biasanya Anda akan kesulitan untuk langsung mendapatkan pekerjaan yang layak, namun bukan tidak mugkin. Bahkan Lionel Messi muda harus bekerja di Cafe untuk membiayai hobinya latihan dan bermain bola. Gengsi adalah penyakit mematikan. Biasanya gengsi terkait dengan harga diri, seseorang akan enggan melakukan sesuatu karena dirinya memandang ia tidak pantas berada di posisi itu. Pastikan Anda siap melakukan apapun, yang penting halal.

Perasaan gengsi menjangkiti manusia dalam banyak hal, malu berkomunikasi juga merupakan salah satunya. Dalam masa perkembangan ini, berbagai masalah yang Anda hadapi terkadang membutuhkan bantuan orang lain, selain agar Anda lebih cepat menyelesaikan masalah tersebut juga agar Anda dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak. Berbicaralah pada orang lain, mungkin dosen Anda, paman, atau seseorang profesional. Orang lain tidak dapat membantu masalah Anda jika Anda tidak berbicara pada mereka. Jangan ragu untuk mengatakan bahwa Anda membutuhkan pekerjaan, atau mungkin Anda membutuhkan pinjaman biaya, atau juga barangkali Anda membutuhkan saran untuk karir Anda. Ungkapkanlah dengan baik dan jelas, dan belajarlah berkomunikasi dengan baik sehingga Anda dianggap sebagai rekan yang dihargai. [/spoiler]

[spoiler title=”15. Jangan turunkan standar impian” style=”fancy”] Tekanan dan kesulitan yang Anda hadapi mungkin memaksa Anda untuk mengubah haluan hidup Anda, impian yang Anda bangun sejak Anda dengan sekejap bisa pudar hanya karena Anda merasa bahwa itu bukanlah takdir Anda. Walt Disney pernah berujar, apa yang Anda bisa bayangkan akan bisa Anda wujudkan. Tak ada yang mustahil. Kapal boleh berbelok menghindari karang, tetapi tak boleh merubah haluan. Jadikan langkah hidup Anda saat ini sebagai batu lompatan, Anda memang harus memijaknya karena hanya itu tempat yang mungkin menyelamatkan Anda untuk bertahan, tetapi pastikan setelah itu Anda segera berpindah dan melompat lagi ke pijakan lainnya yang semakin mendekatkan Anda kepada impian yang ingin Anda capai.

Sesungguhnya masa-masa setelah usia remaja adalah masa yang sangat susah untuk menjaga komitmen, perubahan hidup yang drastis dan lingkungan yang dinamis sangat mempengaruhi pola fikir. Kejadian atau nasihat kecil yang Anda dapatkan mungkin saja langsung membuat fikiran Anda berubah, bahkan Anda menjadi bingung. Karenanya yang harus Anda miliki adalah komitmen untuk menjalani hidup yang lebih baik, Anda harus memiliki tujuan hidup dan gambaran masa depan. Termasuk yang utama adalah Anda harus menjaga komitmen terhadap impian-impian Anda. Impian adalah anugerah, tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk bermimpi besar. Jangan disia-siakan, Anda mempunyai potensi besa untuk mewujudkannya menjadi nyata.

Bekerjalah sepenuh hati untuk impian-impian Anda. Sesungguhnya 20 tahun mendatang Anda akan lebih menyesal pada apa yang dulu tidak Anda lakukan daripada apa yang telah Anda lakukan. Jika Anda tidak bekerja untuk impian-impian Anda, maka Anda akan dipekerjakan orang lain untuk impian mereka. Jadilah orang yang ambisius, pantang menyerah, sekali Anda bermimpi maka semesta akan bahu membahu mendukung Anda. [/spoiler]

[spoiler title=”16. Jaga idealisme” style=”fancy”] Tan Malaka pernah mengatakan bahwa idealisme adalah harta terakhir yang dimiliki oleh anak muda. Darah muda, istilah Rhoma Irama memang benar adanya dimiliki oleh anak muda. Anak muda selalu ingin yang ideal untuk hidupnya, segala yang tidak sesuai dengan pikirannya biasanya akan ditentang. Anak muda juga menjunjung baik norma-norma kebenaran, mereka sangat kritis terhadap kesewenang-wenangan. Para aktivis contohnya, demonstrasi di jalanan menjadi kesenangan bagi mereka karena dapat mengekspresikan fikiran dan idealismenya.

Dunia tidak selamanya seperti yang Anda bayangkan. Kadang ia sama sekali tidak ramah. Namun, hidup di alam dewasa, sebagaimana yang saya terangkan diatas, penuh tekanan, biasanya kehidupan akan menarik Anda sekuatnya sehingga idealisme yang Anda junjung tinggi perlahan pudar. Pertebal lah idealisme Anda, seiring bertambahnya waktu ia akan berkurang, saat nanti hidup Anda menjadi lebih baik, maka Anda dapat lagi menumbuhkan idealisme tersebut.

Selain itu, hal yang paling penting dalam menyikapi kehidupan dan menjaga idelaisme Anda adalah dengan belajar fleksibel. Fleksibel bukan berarti Anda dengan gampang merubah idealisme, melainkan Anda mencoba hidupp lentur dengan tetap menjaga idealisme tersebut. Cobalah memandang kehidupan bukan sebagai musuh tetapi sebagai pasangan berlatih yang bersahabat. Akan lebih banyak kegembiraan jika Anda bersikap fleksibel, jika Anda kaku mungkin Anda akan terpental. Terlalu kaku juga membuat Anda susah bergerak, dan bisa membuat Anda merasa terpukul. Belajarlah hidup dengan bijaksana. [/spoiler]

[spoiler title=”17. Pelihara produktivitas fikiran” style=”fancy”] Belajar tidak boleh berhenti. Barangkali Anda sudah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pendidikan formal dan memilih untuk memfokuskan diri pada karir. Faktanya, meskipun kita sudah berusia dewasa, kita masih belum cukup banyak mengetahui segala sesuatu dan masih banyak yang harus kita pelajari. Sebagai orang dewasa, orang-orang menganggap Anda serba berpengetahuan, Anda dianggap sebagai orang yang banyak tahu, luas pemahamannya dan dalam ilmunya. Karena itu, pilihan Anda hanyalah terus belajar untuk meningkatkan ilmu dan wawasan.

Belajar dan membaca adalah aktifitas yang mampu memelihara kesehatan otak. Biasakan untuk menyisihkan waktu membaca buku dan sumber bacaan lainnya, terus perkaya diri dengan informasi. Dunia saat ini sangat cepat berubah, mereka yang berhenti belajar akan dilupakan sejarah dan terlindas zaman. Selain membaca, aktifitas lain yang bisa dilakukan menulis. Orang boleh pintar setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang ditelan zaman, ujar Pramoedya Ananta Toer.

Baca bacaan, bukan hanya pesan chatting dan tulisan facebook. Ini adalah zamannya fikiran dan akal, bukan zaman otot. Ilmu selalu mengalami perkembangan, Anda tidak dapat mengandalkan hanya pengetahuan dan ilmu yang dulu Anda dapat di bangku kuliah. Jika Anda ingin dapat pekerjaan dan hidup yang baik, maka pilihannya adalah dengan mengandalkan otak (akal dan fiiran), bukan tenaga. Orang yang sukses adalah orang yang mampu berfikir besar, bukan bekerja kasar. [/spoiler]

[spoiler title=”18. Perhatikan personal branding” style=”fancy”] Branding bukan hanya soal merek produk, tetapi juga terkait diri pribadi.  Personal branding adalah citra diri, bagaimana Anda mengelola persepsi orang lain terhadap Anda.  Keberhasilan membangun personal branding akan berdampak besar terhadap kesuksesan yang akan Anda raih.

Personal branding, menurut defenisi yang berkembang, berarti cara Anda memasarkan diri Anda kepada khalayak. Seperti sebuah produk, apa yang Anda fikirkan mengenai iPhone? Tentu dengan cepat terlintas dalam benak Anda bahwa nama tersebut adalah sebutan untuk produk yang canggih, berkelas dan mewah. Demikianlah personal branding bekerja, mencitrakan seseorang sebagaimana kualitas dan kapasitas yang dimilikinya.

Membangun personal branding, akan banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan. Jika Anda berhasil membangun personal branding yang baik dan kuat, maka Anda akan lebih mudah dikenali oleh orang lain karena Anda memiliki identitas yang beda dari orang kebanyakan. Menjadi dikenal, Anda akan dapat dengan mudah mendapat kepercayaan dan hormat dari orang lain. Pengaruh baik ini akan mengundang banyak kesempatan dan kebaikan untuk Anda. Dewasa ini, personal branding sangat menentukan peluang karir yang mungkin Anda dapatkan. Perusahaan cenderung menerima orang-orang yang memiliki track record personal branding yang baik.

Bidang keilmuan juga merupakan identitas yang akan menjadi personal brand seseorang. Jika Anda mahir dalam suatu keilmuan, maka orang-orang akan dengan mudah mengasosiasikan Anda dengan hal tersebut. Dengan ketekunan, maka Anda akan jadi pionir dan dengan demikian identitas Anda akan dikenal dengan kuat.

Citra diri juga termasuk visualitas, penampilan Anda yang terlihat oleh orang lain secara fisik. Cara Anda berpakaian, tampilan rambut dan hal-hal yang terlihat pada diri Anda juga sangat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri Anda, seperti orang yang terlihat rapi dan bersih akan lebih disenangi. Di usia ini, menjaga penampilan fisik sudah harus benar-benar Anda perhatikan. Namun sebenarnya, hakikat personal branding mencakup banyak hal. Sikap dan tutur kata yang baik juga merupakan hal yang dapat meningkatkan citra diri. Cintra diri bukan menuntut Anda menjadi sesuatu yang bukan diri Anda, salah jika Anda artikan begitu. Setiap orang adalah identitas yang unik, tugas Anda adalah memunculkan diri Anda sebenarnya, tanpa manipulasi, dan dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Personal branding guru, Dan Schawbel mengatakan ada 4 langkah dalam membangun personal brand yang baik dan berkualitas, yaitu Discover, Create, Communicate, dan Maintain. Discover: Sangat penting untuk mengetahui dan mengenal siapa diri Anda, seperti apa passion Anda. Create: Anda membutuhkan toolkit sebagai alat branding seperti blog, website, kartu nama, video, portfolio dan lainnya. Communicate: Komunikasikan diri Anda pada dunia. Semakin banyak yang mengenal Anda maka personal brand yang Anda bangun akan semakin kuat. Maintain: Sesuatu yang Anda bangun akan cepat punah jika tidak dijaga.

Bukanlah hal yang gampang untuk membangun personal branding, namun bukan pula hal yang tidak mungkin. Konsistensi sangat diperlukan, sampai akhirnya Anda mendapat reputasi yang baik. Tidak selesai sampai disitu saja, Anda harus  terus berinovasi agar bangunan branding Anda tidak cepat runtuh. Ingat, membangun selalu butuh waktu lebih lama daripada menghancurkan. [/spoiler]

[spoiler title=”19. Fokuskan bidang keahlian” style=”fancy”] Sinar matahari yang difokuskan melalui kaca pembesar akan mampu membakar kertas. Begitulah hebatnya pengaruh fokus. Segala sesuatu yang Anda lakukan dengan sungguh-sugguh besar kemungkinan akan berhasil. Sebuah pepatah Arab mengatakan “man jadda wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Memasuki usia dewasa, Anda dituntut untuk dapat menguasai suatu keilmuan secara khusus yang akan Anda jalani di masa depan. Manusia abad 21 sangat berbeda dengan manusia generasi puluhan abad yang lalu yang prodigy, mampu menguasai banyak hal dengan tingkat pehamanan yang tinggi. Meskipun demikian, kita dituntut untuk dapat menguasai keilmuan dan mendedikasikan hidup kita di dalamnya.

Seringkah Anda amati orang-orang disekitar Anda tumbuh dan menjadi besar dengan satu keilmuan atau keahlian yang sangat digemarinya? Seorang pakar kimia misalnya, atau ahli mesin motor, mereka menguasai ilmu tersebut dan menjadi ahli. Mereka bisa hidup dengannya dan menjadi dikenal.

Memasuki usia ini, Anda sudah harus menentukan bidang keilmuan yang akan menjadi identitas diri Anda di masa depan. Anda tidak bisa mengandalkan banyak pengetahuan yang Anda pelajari di waktu kuliah, tetapi Anda harus menjadi pakar di suatu bidang tertentu. Keilmuan dan keterampian ini akan menjadi bekal yang berharga untuk hidup Anda di masa depan.

Ada orang yang mendedikasikan dirinya dalam bidang pendidikan, ada yang dalam perbankan dsb. Lalu bagaimana Anda menentukan bidang keahlian Anda? Pertama, coba cari tahu tahu hal yang Anda sukai, apa passion Anda. Jika Anda senang berbicara negara, kebijakan pemerintah, barangkali Anda akan bagus jika mendalami politik. Fikirkanlah suatu bidang yang Anda tidak merasa terbebani untuk bekerja keras berkat kecintaan Anda pada apa yang Anda lakukan. Lalu dalamilah ilmu tersebut, dan berikan perhatian lebih besar pada hal tersebut.

Dedikasikan hidup Anda pada sesuatu. Jadilah pakar, jangan jadi orang biasa. Anda harus hebat dalam satu ataupun beberapa hal. Dengan menjadi ahli, Anda akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dan nyata untuk dunia. [/spoiler]

[spoiler title=”20. Jaga selera humor” style=”fancy”] Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ternyata humor dan tawa membawa efek positif terhadap kesehatan psikologis dan kehidupan sosial. Humor akan membawa kebahagiaan yang biasanya diekspresikan dengan tawa. Humor meningkatkan kepercayaan diri dan memberikan kekuatan mental untuk menghadapi konflik dan tantangan dalam hidup. Menjaga selera humor dapat membantu Anda keluar dari kecemasan dan depresi, memudahkan Anda melupakan semua ketegangan dalam kehidupan.

Orang-orang dengan selera humor yang baik biasanya juga mudah mendapatkan kesempatan-kesempatan baik dalam hidupnya. Ia akan dikenal baik oleh banyak orang. Peliharalah selera humor Anda, tubuh Anda membutuhkan rileksasi. Humor membuat tubuh Anda lebih ringan dan bugar, sementara ketegangan akan memicu stress dan berdampak buruk terhadap kesehatan Anda.

Seorang yang periang, selalu senyum biasanya akan mendapatkan tempat yang baik dalam kehidupan sosialnya. Humor juga membantu Anda menjaga hubungan baik dengan orang-orang disekitar Anda. Jika Anda terlihat stres mungkin orang akan ragu mendekati Anda sehingga kehidupan sosial Anda memburuk. Humor, seperti diterangkan di atas, menmbantu kesegaran badan dan fikiran. Mendapatkan hal tersebut, kerja dan usaha- usaha yang Anda lakukan akan lebih terasa ringan dan akal Anda dapat berfikir lebih jernih. Hal ini akan memberikan dampak besar bagi kesuksesan Anda di masa depan.  [/spoiler]

[spoiler title=”21. Tingkatkan kepedulian” style=”fancy”] Jangan tinggal diam, demikian ucapan yang cukup sering kita dengar ditengah masyarakat. Sementara dalam dunia mahasiswa istilahnya lebih sering disebut apatis. Acuh tak acuh terhadap segala sesuatu. Adakah Anda peduli terhadap orang lain, peduli terhadap keluarga, terhadap negara, terhadapan agama Anda sb? Orang yang tidak memiliki rasa kepedulian, biasanya mendapat tempat terkucil di pergaulan hidupnya.

Nenek moyang kita sudah mengajarkan kepedulian, mereka tidak mengenal konsep apatisme. Gotong royong tidak akan menjadi identitas bangsa jika nenek moyang dahulu tidak mentradisikan hal tersebut. Itulah warisan berharga nenek moyang kita yang sedang luntur pada generasi saat ini. Gotong royong merupakan buah dari persatuan. Gotong royong memiliki daya dorong, kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah terwujud jika mayoritas anak bangsa tidak memiliki kepeduliaan untuk sama-sama berjuang, tidak memiliki semangat persatuan.

Kehidupan modern dewasa ini menciptakan manusia yang individualis. Semua orang cenderung lebih mementingkan diri sendiri. Keadaan seperti ini menjadi masalah akut di negeri ini, setiap orang hanya mementingkan diri sendiri dan abai terhadap kepentingan bersama. Sikap seperti ini adalah virus yang mengancam kehidupan manusia dan bertentangan dengan kodrat manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial.

Pada usia ini, memang kehidupan memaksa Anda untuk lebih banyak memikirkan keberlangsungan hidup Anda. Ditambah beban di tempat kerja atau kewajiban-kewajiban yang harus Anda tunaikan semakin besar membuat ruang gerak Anda terbatas. Anda tidak boleh kalah dengan keadaan, Anda harus mampu mengasah kepeduliaan Anda dalam keadaan apapun. Orang-orang dengan tingkat kepeduliaan tinggi biasanya akan mendapat tempat dan perhatian yang baik di masyarakat. Nilai-nilai dalam Islam mengajarkan kita bahwa kepeduliaan adalah bentuk konkrit keimanan sesorang. Artinya, peduli adalah perkara penting yang mesti diasah terus menerus. Sebab, peduli bukan sikap yang bisa dibangun semata atas landasan logika, tetapi keimanan dan ketaqwaan.

Jadilah anak muda yang memiliki tingkat kepeduliaan tinggi. Perhatikan lah orang-orang disekitar Anda, berilah perhatian Anda. Apalagi terhadap bangsa dan negera ini, siapa lagi yang akan membangun kemajuan bangsa ini selain anak-anak muda yang peduli. Negara ini membutuhkan anak-anak muda yang baik dan peduli, karena menurut Anies Baswedan, orang baik tumbang bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena orang baik lainnya diam dan mendiamkan. [/spoiler]

[spoiler title=”22. Jangan cepat merasa puas” style=”fancy”] Manusia memang makhluk yang memiliki banyak keinginan, tidak pernah puas, setidaknya itu yang sering kali kita sebut sebagai fitrah manusia. Rasa tidak puas  seringkali diidentikkan dengan sikap tamak, rakus, serakah dan tidak bersyukur.

Rasa syukur sebenarnya tidak bisa diidentikkan dengan rasa puas, dua hal tersebut jelas berbeda. Syukur adalah bentuk rasa terima kasih dan pengakuan kita atas segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt, sedangkan puas adalah suatu perasaan senang, lega dan gembira karena sesuatu keinginan dan harapan sudah terpenuhi. Bersyukur pada Allah Swt bukan berarti kita harus berpuas diri ataupun merasa cukup sampai di situ saja.

Allah Swt memerintahkan manusia untuk selalu bersyukur. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (Al-Baqarah: 152). Dalam ayat lain, Allah Swt menjelaskan, “Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur“. (Az-Zumar: 66)

Salah satu pengaruh buruk rasa cepat puas adalah meyebabkan rasa nyaman yang berlebihan. Rasa ini akan membuat Anda malas untuk berusaha meraih hal-hal yang lebih baik. Bertentangan dengan kewajiban kita untuk selalu berusaha. Andrew Grove, pendiri Intel mengatakan, “Keberhasilan menumbuhkan kepuasan. Kepuasan menumbuhkan kegagalan. Hanya orang-orang yang selalu khawatir yang akan bertahan.” Kata lain untuk kepuasan adalah kesombongan.

Cepat puas juga berhubungan dengan sikap bangga dan besar hati. Tidak ada manusia yang sempurna, sebanyak apapun ilmu yang Anda miliki, kekayaan harta, kekuasaan dsb itu belum berarti apa-apa. Ingatlah, langit tidak diciptakan dengan satu lapisan. Di atas langit masih ada langit. Sehebat apapun Anda, masih ada orang lain yang lebih hebat daripada Anda.

Perasaan cepat puas akan mematikan langkah, akan membunuh naluri Anda untuk terus berkembang dan semakin maju. Benar kiranya istilah orang barat, “sukses adalah perjalanan”. Kesuksesan tidak mengenal puncak, tidak mengenal akhir. Jika Anda merasa telah sampai di puncak, maka tidak ada arah yang bisa Anda tempuh lagi selain ke bawah. Jadilah pribadi yang terus belajar, terus bertumbuh. Jangan cepat puas dengan keberhasilan temporer, Anda harus memastikan kesuksesan sepanjang hidup Anda, bahkan pada hidup setelah kematian, demikian yang kita pahami sebagai seorang muslim. [/spoiler]

[spoiler title=”23. Berikan nilai tambah” style=”fancy”] Baju yang dipajang di etalase kaca akan dipandang lebih indah dan bernilai mahal. Restoran yang pelayannya ramah akan lebih disenangi. Pekerja yang mampu memberikan hasil kerja yang lebih akan disenangi. Tidak ada orang yang tidak suka mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari harapannya.

Nilai tambah atau added value merupakan nilai lebih yang Anda berikan pada sesuatu. Nilai tersebut diaplikasikan pada banyak hal, tidak hanya pada jasa, pekerjaan, kewajiban, produk dsb namun juga pada diri pribadi. Anda pasti tahu produk elektronik LG, coba kita perhatikan. LG tidak hanya menciptakan produk, tetapi ia juga menciptakan daya tambah pada konsumennya seperti layanan servis dsb. Produknya dihargai disenangi banyak konsumen karena kualitas yang tahan lama. Produknya dibuat dengan teknologi yang baik, bahan yang baik dan model yang terbaik serta harga yang terjangkau. Sehingga wajar orang-orang menyukainya, karena produk ini mempunyai berbagai kelebihan, mempunyai nilai tambah yang tidak dipunyai oleh produk lainnya. Begitulah kiranya nilai tambah bekerja.

Pada diri pribadi, nilai tambah bisa diaplikasikan dalam kerja yang Anda berikan. Jika Anda ditugaskan untuk melakukan sesuatu, Anda tidak membuatnya asal jadi, melainkan dengan penuh kesungguhan, dedikasi dan inovasi sehingga menghasilkan karya yang sempurna. Hasil seperti ini akan disenangi banyak orang, Anda akan diangap sebagai orang di atas rata-rata. Anda dapat melakukan seperti ini hanya jika Anda menaruh cinta pada setiap yang Anda kerjakan.

Selain itu, nilai tambah sebagai individu diwujudkan dalam banyak hal lain. Jika saat ini Anda mampu menguasai bahasa Inggris, pastikan Anda memiliki kelebihan misalnya Anda juga mengajari bahasa Inggris pada orang lain. Keterampilan dan keilmuan yang Anda kuasai juga merupakan nilai tambah bagi diri Anda. Jika saat ini orang-orang hanya menguasai bahasa Inggris, sementara Anda bisa menguasai 3 bahasa lainnya seperti bahasa Jerman, Jepang dan Mandarin, maka Anda mempunyai nilai tambah dari orang lainnya. Orang-orang akan menghargai apa yang Anda bisa, apa yang Anda kuasai. Pengalaman yang miliki juga merupakan nilai tambah, jika Anda memiliki riwayat melakukan penelitian di luar negeri maka hal itu menjadi nilai tambah Anda. Seseorang yang memiliki nilai tambah paling disenangi oleh masa depan yang baik. Jangan hanya menjadi orang biasa, jangan menjadi orang rata-rata, Anda harus memastikan diri Anda menjadi orang yang luar biasa. [/spoiler]

[spoiler title=”24. Rencana menikah” style=”fancy”] Teman-teman seusia Anda di masa ini mungkin telah cukup banyak yang melangsungkan pernikahan, bahkan ada yang sudah memiliki anak. Anda akan lebih sering menerima undangan pernikahan dari teman-teman Anda. Keadaan ini, sebagaimana penelitian quarter life crisis menyebutkan, adalah salah satu faktor terbesar yang memberikan tekanan pada kebanyakan anak muda.

Memang di usia ini adalah usia yang ideal untuk melangsungkan pernikahan. Laki-laki (25 tahun) dan perempuan (21 tahun). Menikah bukanlah persoalan satu atau dua tahun, tetapi seumur hidup. Oleh karena itu dibutuhkan mental yang tangguh. Psikolog Ana Surti Ariani mengatakan “Usia memanglah tak jadi dasar mutlak kesiapan mental. Tetapi dengan batas itu diharapkan pengalaman serta kesiapan mental lebih baik, dibanding umur yang lebih muda. Selain tentunya kesiapan dari segi medis”.

Di usia ini, Anda dituntut untuk mampu mengartikan cinta dengan lebih matang. Keadaan diri Anda yang sudah dewasa menuntut pola fikir yang dewasa pula, bagaimana orang dewasa mengartikan cinta tidak sama dengan anak remaja. Jika saat remaja Anda menganggap cinta hanya untuk berbagai kebahagiaan, maka cinta orang dewasa sudah menyangkut kehidupan, susah dan senang bercampur di dalamnya. Anda tidak bisa lagi mengisi sepanjang waktu Anda hanya bersama dengan seseorang yang Anda cintai, Anda sudah harus memikirkan waktu produktif. Kedewasaan berfikir sudah harus dimiliki. Jika dalam hubungan remaja pertanyaannya adalah apakah dia bisa membuat saya bahagia, maka cinta dewasa menanyakan apakah dia bisa menjadi pendamping saya seumur hidup. Anda harus menyadari bahwa cinta dewasa adalah tentang mengisi peran, membangun kehidupan, bersinergi dan menjamin keberlangsungan hidup bersama.

Cinta dan membangun pernikahan tidaklah serumit yang difikirkan, Namun hal tersebut bukanah hal yang tidak dapat dipahami oleh akal, sehingga kita dapat membuat persiapan yang baik. Menikah memang butuh persiapan yang matang. Namun bukan berarti Anda harus sempurna baru menikah, orang bijak mengatakan menikahlah maka Anda akan menjadi sempurna.

Di usia ini Anda sudah mulai melihat-lihat siapa yang kiranya bisa Anda jadikan pasangan hidup, sementara sebagian lainnya telah memiliki rencana untuk menikahi seseorang yang telah ia pacari sejak lama (tidak saya anjurkan). Jodoh merupakan misteri, kita tidak tahu kapan dan dimana akan bertemu dengan jodoh. Anda jangan mengira bahwa mereka yang sudah pacaran sekian tahun pasti bisa menikah, tidak ada yang bisa menjanjikan masa depan. Prinsip saya, “jangan lakukan hal yang haram dengan maksud menjadikannya halal”. Bertawakkal kepada Allah, mohonlah kepadaNya agar Anda diberikan jodoh yang baik. Islam juga sudah memberikan panduan dalam kita memliih jodoh, yaitu pastikan Agama (keyakinan, pemahaman) yang dimilikinya menjadi pertimbangan utama Anda.

Menikah adalah tentang membangun generasi. Generasi yang baik akan dilahirkan oleh orang tua yang baik. Maka pastikanlah Anda menjadi orang baik, memilih jodoh yang baik, membangun keluarga yang baik hingga membangun generasi yang baik. Anda harus mempunyai visi masa depan yang matang dan rencanakan dengan seseorang yang mampu menafsirkan visi Anda tersebut dan mampu membangunnya berdua.  [/spoiler]

[spoiler title=”25. Perbanyak bersyukur” style=”fancy”] Bersyukur memang kadang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Tidak dipungkiri bahwa ada saja keluhan yang Anda luapkan setiap harinya, mungkin karena rencana yang tidak berjalan dan harapan-harapan yang tidak kesampaian. Tapi, cobalah untuk tetap bersyukur dalam keadaan apapun. Bersyukur akan segala yang Anda miliki. Karena dengan bersyukur Anda akan dapat menikmati hidupmu lebih baik dan tidak pernah merasa kekurangan. Bersukur membuat Anda lebih tenang dan mampu secara jernih memikirkan langkah-langkah baru untuk hidup Anda.

Hidup ini sulit. Dan bersyukur kepada Allah itu tepat, sebab dengan bersyukur Ia akan menambah nikmat dan karunianya pada kita. Anda tak akan teruji jika semuanya enak, Anda tak akan tertantang dan tertempa. Anda tidak akan tumbuh, belajar, berubah atau memiliki kesempatan untuk membuktikan diri. Jika hidup adalah serangkaian hari-hari indah, niscaya Anda akan segera bosan. Jika semua mudah, niscaya Anda tak akan menjadi kuat.

Maka bersyukurlah karena hidup adalah perjuangan, dan ketahuilah bahwa hanya ikan mati yang mengikuti arus. Ada waktu ketika hidup terasa sulit. Anda harus mengatasi air terjun dan arus deras, namun Anda tidak punya pilihan selain berenang atau hanyut tenggelam. [/spoiler]
[/accordion]

Demikian yang dapat saya persembahkan sebagai rasa terima kasih atas perhatian yang telah sahabat semua berikan terhadap momentum ulang tahun saya ini. Terima kasih atas dukungan dan kebaikan hati teman-teman untuk menjaga komunikasi dengan saya. Semoga saya diberikan kemampuan oleh Allah Swt untuk dapat memberikan dan membagikan manfaat lebih pada persahabatan kita, untuk kehidupan dunia dan umat ini.

Nikmatilah masa muda. Ingat bahwa rumusnya adalah Anda hidup saat ini, bukan di masa lalu dan bukan di masa depan. Hari-hari ini tak akan pernah terulangi lagi. Lakukan yang terbaik!

Adhitya Fernando
Jakarta, 12 November 2014
Ilustrasi: Foto ini di dalam kereta di Jerman
Article, My Story

Getar cinta di kereta Belanda

[dropcap style=”flat”]H[/dropcap]ari itu adalah Selasa, tepatnya tanggal 24 September  2013. Pada sekitar pukul 19.17 malam di kota Antwerp, Belgia kami memasuki kereta cepat untuk pulang ke apartment di kota Wuppertal, Jerman. Tidak ada perasaan istimewa, hanya rasa sedikit kantuk yang cukup menyita. Agenda yang padat selama di Antwerp membuat kami sedikit lelah, namun bahagia.

Ilustrasi: Foto ini di dalam kereta di Jerman

Kami telah dua hari berada di Antwerp. Saat pertama tiba di Antwerp, kami disambut oleh Professor Jeff, seorang dosen di Antwerp University. Prof. Jeff adalah teman Ibu Lily, dosen pembimbing kami dari Indonesia. Setelah perkenalan singkat, lalu Prof. Jeff mengajak kami berjalan-jalan disekitar Antwerp. Kami ngobrol sambil menikmati pemandangan indah kota Antwerp. Tujuan pertama adalah ke MAS Museum, disana telah menunggu beberapa mahasiswa Prof. Jeff.

Menikmati MAS Museum

MAS Museum adalah museum pertama yang dibangun di kota Antwerp setelah lebih dari satu abad berlalu. Museum ini identik dengan warna merahnya yang berasalah dari batuan pasir dipadu dengan menara kaca disekelilingnya. Dirancang oleh arsitek Belanda Neutelings Riedijk. MAS berasal dari bahasa Belanda (Museum aan de Stroom/Museum di Sungai). Museum ini menyatukan berbagai koleksi publik dan swasta dan pameran artefak berharga dari seluruh dunia. Museum ini telah menjadi kebanggan warga kota Antwerp. Sesampainya disana, kami disambut oleh tiga orang mahasiswa Prof. Jeff, dua diantaranya adalah perempuan. Saya tidak ingat lagi siapa saja nama mereka. Disana kami dibagi berpisah, mahasiswa diajak berjalan keliling ke tempat lain di kota Antwerp, sementara Ibu Lily dan Prof. Jeff akan ke universitas untuk menyiapkan agenda besok pagi.

Sepanjang siang sampai malam harinya kami nikmati kota Antwerp, mulai dari makan hingga belanja souvenir. Agenda hari itu ditutup dengan makan bersama di Pizzeria, sebuah restaurant pizza disebelah gereja Carolus Borromeus. Setelah asyik menikmati santap malam, selanjutnya kami pulang ke penginapan. Kami menginap di Alias Youth Hostel, cukup jauh untuk mencapai tempatnya dari posisi dimana kami makan.

Kunjungan ke Antwerp University

Malam berlalu, dan esoknya kami sudah disambut dengan agenda resmi di Belgia, yaitu kunjungan ke Antwerp University untuk menghadiri workshop “The Company”, sebuah platform kewirausahaan dari universitas tersebut. Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa Antwerp university ingin merubah paradigma bahwa di universitasnya tidak hanya sekedar belajar ilmu, tapi juga membimbing mahasiswanya menerapkan ilmunya dalam bentuk produk tepat guna yang bernilai jual. Disini kami diberi tugas baru untuk dilaksanakan di Indonesia, yaitu market research untuk beberapa produk hasil karya mahasiswa universitas tersebut. Kegiatan ini adalah awal kerja sama program pertukaran mahasiswa dengan Antwerp University.

Terlena dengan cerita di Belgia, saya sampai lupa tujuan tulisan ini bercerita tentang getar cinta. Nah begini nih ceritanya.

Pulang ke Wuppertal

Dalam perjalanan pulang ke Wuppertal, kami menaiki kereta yang sangat padat penumpang. Mungkin inilah realitas kota wisata, tidak kenal hari libur tetap saja ramai. Tidak seperti di kereta-kereta yang sebelumnya kami naiki, biasanya kami bisa duduk berdekatan sesama mahasiswa Indonesia. Di kereta ini kami harus memilih apakah berdiri atau berusaha mencari kursi kosong di beberapa gerbong di belakang. Beberapa teman memilih berdiri, sementara saya dan beberapa lainnya memilih berjalan menelusuri gerbong untuk mencari tempat duduk. Perjalanan kereta ini cukup lama, memakan waktu sekitar 2 jam, sehingga kami cukup berani berpisah dari rombongan.

Dari kejauhan, di gerbong depan saya lihat ada satu kursi kosong disebelah kiri dan dua kursi kosong di sebelah kanan. Dua orang teman saya ajak untuk menuju kesana. Dibelakang kursi kosong tersebut terlihat beberapa orang,  sepertinya rombongan keluarga yang sedang asyik bercanda. Ini hal yang tidak biasa saya temui di kereta di Eropa, biasanya penumpang lebih memilih diam menikmati perjalanan, atau sekedar ngobrol biasa dengan teman rombongannya.

Saya di kereta Belanda

Keadaan cukup sesak di dalam kereta, selain karena kereta ramai penumpang, tetapi juga karena ini kereta Belanda. Saya bisa tahu bahwa ini kereta milik perusahaan Belanda dari beberapa ciri-ciri. Pertama adalah keadaan kereta sudah agak lusuh, tidak seperti kereta baru. Kareta Belanda biasanya sudah cukup tua, jadi keadaan ruangan di dalam kereta sudah kurang segar. Mulai dari cat dan kursi yang sudah mulai pudar, juga cahaya lampu yang agak redup. Berbeda dari kereta Jerman yang sebelumnya saya naiki, kebanyakan diantaranya sangat bagus dan masih nyaman.

Kedua adalah ada beberapa coretan di dinding. Coretan tersebut menguatkan keyakinan saya bahwa ini adalah kereta Belanda, sebab beberapa kereta Belanda yang sebelumnya saya naiki dalam perjalanan ke Belgia penuh dengan coretan di beberapa bagian, seperti biasanya di kebanyakan tempat di Indonesia.

Barangkali ketemu jodoh

Diantara beberapa hal yang selalu terbayang dari perjalanan ke luar negeri adalah bertemu jodoh. Selalu menarik membaca beberapa kisah orang-orang yang akhirnya bertemu jodohnya ketika ia berada di luar negeri. Entah itu bertemu ketika sedang dalam masa kuliah, atau ketika menikmati liburan di luar negeri. Beberapa kisah yang saya baca menceritakan suasana pertemuan dan tali kasih yang mesra dari pasangan yang bertemu di negeri orang tersebut. Maklum saya pun jadinya terbawa imajinasi.

Dalam usaha saya menuju kursi kosong tersebut, muncul sesosok gadis berjilbab ditengah asyiknya pandangan saya mengamati keluarga yang sedang bercanda ria ditengah perjalanan. Keluarga tersebut terpisah duduk di sebelah kiri dan kanan. Hal ini menguatkan rasa penasaran saya untuk segera mencapai kursi tersebut. Dalam dugaan saya bahwa mereka sepertinya keluarga dari Indonesia, atau keluarga muslim yang sedang liburan.

Akhirnya bisa duduk juga

Jalan saya semakin dekat mencapai kursi, lirih terdengar percakapan mereka menggunakan bahasa yang saya kenal. “Ya mereka orang Indonesia”, ujar saya senang dalam hati. Dua anak laki-laki kecil yang saya lihat dari kejauhan masih asyik bercanda. Namun, sekilas penampakan gadis yang tadi saya lihat tak lagi muncul. Saya teruskan berjalan hingga sampailah di tepian kursi kosong tersebut, sengaja saya tidak langsung duduk. Sejenak pandangan saya tertuju pada seseorang dibelakang kursi kosong tersebut, ialah gadis manis berjilbab yang saya lihat tadi. Ia sedang mengambil sesuatu dari dalam tas dibawah kakinya. Seketika dia bangkit, saya lepaskan pandangan dan bersegera duduk. Saya tidak ingin dia tahu bahwa saya memperhatikannya.

Disebelah saya, duduk seorang pria asing yang berasal dari Ceko. Wajahnya yang ramah mengajak saya berbicara berkenalan. Dia tanyakan darimana saya berasal, saya jawab dari Indonesia. Beberapa pertanyaan dia ajukan, dan kami saling tanya jawab tentang diri masing-masing. Pria tersebut akan turun di Belanda.

Ingin menyapa keluarga di belakang

Sembari ngobrol dengan teman asing di sebelah, saya juga menyimak pembicaraan keluarga Indonesia di belakang. Ingin sekali saya ngobrol dengan mereka. Lebih kurang sepuluh menit berbicara dengan teman di sebelah, ia tampak mulai mengalihkan fokus, handphonenya sudah berbunyi beberapa kali sepertinya ada telfon masuk namun diabaikan. Kesempatan tersebut saya gunakan untuk mengakhiri pembicaraan dan memulai memikirkan cara menyapa keluarga di belakang.

Saya sedikit malu jika langsung memperkenalkan diri, makanya saya harus muncukan inisiatif trik lain. Kebetulan tadi saya bawa dua orang teman untuk duduk dekat bersama saya, tepatnya mereka duduk berjarak dua kursi di sepan saya di sisi yang berlawanan (saya sisi di kiri mereka sisi di kanan). Saya panggil mereka pakai bahasa Indonesia, sekedar menyapa untuk mengatakan bahwa akhirnya kita bisa duduk juga. Kepada keluarga di belakang, saya ingin beri kode bahwa saya ini orang Indonesia juga. Namun tak saya fikirkan bagaimana trik selanjutnya setelah kode sandi bahasa tersebut saya sampaikan.

Kaget, gadis manis itu menyapa saya

Baru saja sebentar saya menyapa teman Indonesia di depan, datang suara dari belakang mengagetkan saya. Halus suaranya membuat saya terpukau. “Kamu dari Indonesia ya”, begitu suara yang saya tangkap. Saya tolehkan muka ke belakang, jelaslah saya lihat gadis tersebut yang mengucapkannya. Aiih kode bersambut. Saya coba menutupi rasa gemetar. Pertanyaannya berusaha saya jawab dengan tenang, dan ekspresi yang mengesankan. “Oh ya saya dari Indonesia”, jawab saya. Ingin saya sambung dengan balas bertanya apakah ia dari Indonesia juga, ternyata lebih dahulu ia menambah pertanyaanya. Saya mulai GR, dalam hati saya berkata sepertinya dia yang lebih ingin mengenal saya. Asumsi tersebut saya imbangi dengan respon yang baik atas pertanyaanya. Dia bertanya lagi saya sedang apa disini, saya jawab bahwa saya lagi dalam kegiatan pertukaran pelajar dengan mahasiswa Jerman. “Kunjungan ke Belgia setelah program dengan mahasiswa Jerman selesai, ya sambil jalan-jalan”, tambah saya.

Dia bertanya terus sampai beberapa saat, tak menyisakan ruang untuk saya balik bertanya tentang dirinya. Di satu sisi jelas saja saya senang, apalagi ketika menatap wajahnya saya terbawa imajinasi tentang bertemu jodoh, seperti kisah-kisah yang saya sebutkan di atas. Tetapi saya juga ingin segera mengetahui tentang dirinya. Ingin rasanya saya potong bicaranya, dan ajukan pertanyaan tapi itu tidak saya lakukan.

Disela-sela obrolan kami yang semakin seru, terlihat kedua orang tua gadis tersebut melempar senyum kepada saya. Saya balas senyum mereka, sambil menunjukkan simpati agar meninggalkan kesan mendalam. Lagi, gadis tersebut sampaikan pada orang tuanya bahwa saya dari Indonesia juga. Namun, saya tak banyak bicara dengan Ibu dan Bapak itu, karena mereka sibuk bermain dengan dua anak laki-laki mereka. Kami melanjutkan pembicaraan, dan masih gadis tersebut bertanya tentang saya.

Izinkan saya tahu namamu

Pembicaraan sudah semakin jauh, sampai saya menyadari bahwa saya sudah melewatkan satu fase penting di awal, yakni bertanya siapa namanya. Saya paham, jika tidak bertanya di awal maka kesempatannya adalah di akhir ketika pembicaraan hendak selesai. Saya nantikan dengan sabar kesempatan tersebut. Gadis manis, siapa namamu.

Setelah berlalu hampir beberapa puluh menit, akhirnya ia mulai mengurangi porsi bertanya. Saya ambil alir maneuver pertanyaan, namun satu pertanyaan utama saya lewatkan pada kesempatan berharga tersebut. Bukannya mulai bertanya dengan menanyakan nama, saya malah melanjutkan cerita dengan pertanyaan-pertanyaan gadis tersebut.

Akhirnya dapatlah saya mengetahui beberapa hal tentang dirinya. Gadis tersebut ternyata adalah mahasiswa sarjana yang sudah baru saja menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas di kota Amsterdam. Orang tuanya datang untuk menjemputnya pulang ke Indonesia. Hari ini adalah hari terakhirnya berada di Belanda, besok pesawatnya akan membawanya pulang ke tanah air. Dia bawa keluarganya liburan beberapa hari belakangan, mulai dari Belgia dan beberapa negara lainnya. Gadis tersebut berasalah dari pulau jawa, saya lagi-lagi lupa pastinya ia menyebutkan daerah mana ia berasal.

Pembicaraan kami semakin seru dan menyenangkan. Dari bahasa tubuhnya dan matanya, menunjukkan bahwa ia senang berbicara dengan saya. Seolah dia suka dengan  saya, eh obrolan kami maksudnya. Kami pun berbicara lebih komunikatif dan berbalas-balasan, sesekali ia tampak tersipu dan tersenyum lucu karena jawaban-jawaban dari saya. Sengaja saya bawa ia sedikit bercanda agar tidak kaku.

Saya ingat belum bertanya namanya

Ditengah asyiknya pembicaraan, saya ingat kembali bahwa belum bertanya namanya. Ingin saya ajukan pertanyaan tersebut, namun saya berfikir bahwa jika demikian maka saya akan mengalihkan pembicaraan yang sedang menyenangkan ini. Maka saya urungkan lagi keinginan tersebut. Saya tunda sampai menjelang akhir.

Ditengah pembicaraan, tiba-tiba muncul suara dari speaker di atas atap kereta. Seorang pemandu masinis sepertinya yang berbicara. Ia menggunakan tiga bahasa, pertama dengan bahasa Belanda, kemudian bahasa Jerman dan bahasa Inggris. Saya Cuma bisa menyimak bahasa Inggris. Saya dengarkan dengan seksama bahwa ia katakan bahwa dalam beberapa menit lagi kereta akan memasuki wilayah Belanda. Itu inti pemberitahuannya.

Petugas imigrasi menghentikan obrolan kami

Saya ingin kembali memulai pembicaraan, namun sayangnya dari kejauhan di arah depan saya lihat sedikit kepanikan. Ada dua orang berbadan besar dan berseragam yang  menghamipiri penumpang di depan. Saya lihat sekilas penumpang menyodorkan passport kepada petugas tersebut, kemudian saya menyadari bahwa mereka adalah petugas imigrasi. Mereka sedang bertugas memeriksa dokumen penumpang, karena kereta akan memasuki wilayah perbatasan Belgia dan Belanda. Hal yang sama kami hadapi ketika menaiki kereta hendaka ke kota Weiden di Jerman, petuga kereta meminta kami menunjukkan dokumen perjalanan.

Pemeriksaan oleh petugas imigrasi di kereta Belanda

Petugas sudah semakin dekat. Beberapa orang di depan terlihat cukup panik mengeluarkan passport mereka, barangkali ada yang lupa meletakkannya dimana. Saya sampaikan kepada teman asing disebelah saya bahwa ada pemeriksaan passport. Teman asing tersebut pun kemudian panik. Ia katakan ke saya bahwa dia tidak membawa passport karena ketinggalan di hotel tempatnya menginap di Belgia. Dia terlihat panik membuka tasnya, mencoba memeriksa apakah memang tertinggal atau mungkin terselip. Namun tak kunjung tampak passport yang dicari, dia terus mengkomunikasikan pencariannya, dia tanyakan kepada saya apa yang bisa ditunjukkan selain passport. Spontan saya jawab apakah ia mempunyai identitas atau tanda pengenal lainnya, ternyata ia mempunyai kartu pengenal yang saya kurang tahu itu kartu apa. Sepertinya semacam KTP, atau sejenisnya.

Tanpa saya sadari, dua orang petugas tersebut sudah muncul di hadapan saya. Saya tunjukkan passport, yang memang saya letakkan di dalam tas kecil yang selalu saya sandang sehingga mudah mengambilnya. Ada sedikit intrograsi, petugas menanyakan saya dari mana dan ada tujuan apa. Saya jawab dengan jelas bahwa saya dari Indonesia dan sedang ada pertukaran pelajar. Selanjutnya petugas melanjutkan ke teman di sebelah saya, ia bertanya menggunakan bahwa asing, sepertinya bahasa Jerman. Namun pada saya ia gunakan bahasa Inggris, mungkin dia tahu saya orang Asia.

Saya tidak tahu apa yang petugas tersebut tanyakan pada teman di sebelah saya, namun dari eskpresinya saya tahu bahwa sedang menyampaikan bahwa ia tidak membawa passport bersamanya dan hanya memiliki identitas diri yang lain. Introgasi berlangsung beberapa saat, namun akhirnya berakhir dengan lega. Petugas tidak memberikan sanksi atau sebagainya terhadap teman asing di sebelah saya.

Petugas pun menghampiri gadis manis dibelakang saya. Ia terlihat tenang menjawab pertanyaan petugas. Kami satu keluarga ujar gadis tersebut pada petugas, tak beberapa lama berselang akhirnya petugas pun berlalu.

Kami berpisah tanpa tahu nama

Beberapa saat lepas dari petugas, saya ingin kembali memulai pembicaraan dengan gadis di belakang. Namun tak sempat keinginan tersebut terwujud. Dua orang teman yang saya bawa mengajak saya kembali ke depan untuk bergabung dengan rombongan. Kita sudah mau turun kata teman saya tersebut.

Akhirnya saya pun berdiri. Saya sempatkan berbicara dengan gadis teman bicara saya tadi. Saya katakan bahwa saya sudah hendak turun di stasiun berikutnya dan akan melanjutkan dengan kereta lain menuju Wuppertal. Kepada keluarganya pun saya katakan demikian. Hanya senyum dan sepenggal kata perpisahan dari orang tua tersebut.

Saya tatap gadis tersebut, mencoba berkomunikasi dengan mata hati. Saya lihat matanya berbinar, saya pun haru. Saya tinggal ia dengan senyuman hangat, semoga perkenalan ini berkesan juga baginya. Namun satu hal, bahwa malangnya sampai sejauh itu saya lupa bertanya namanya.

Saya lambaikan tangan dan kami pun berpisah, sampai jumpa lagi gadis manis di kereta Belanda. Terima kasih atas getar cintanya.

 

Article, My Story, Organization and Movement

HMI English Community: Sarana belajar bahasa Inggris bagi kader hijau-hitam

[dropcap]H[/dropcap]ari ini di pusgit HMI Jl. Melayu hadir 6 orang kader hijau hitam dari beberapa komisariat di cabang Pekanbaru. Saya yang pagi tadi agak terlambat datang mendadak begitu senang karena dari kejauhan mendengar mereka berkomunikasi dengan bahasa asing. Sengaja tak langsung saya hampiri mereka, saya tahan diri di pagar lantai 2 gedung pusgit HMI. Percakapan mereka, walau terbata dan sedikit kaku membuat saya dengan bangga melangkahkan kaki menuju mereka, di ruangan ujung Lt. 2. Hari ini saya akan mengajari mereka bahasa inggris.

Foto bersama mentor dan peserta

Kehadiran saya tak serta merta membuat mereka berhenti berbicara, antusias positif tersebut yang saya rindukan dari organisasi ini. Dalam dua jam kedepan saya akan memulai pembelajaran, tatap muka perdana sejak komunitas ini diresmikan pada tanggal 16 Maret yang lalu. Peserta yang terdaftar dan hadir pada saat itu berjumlah 24 orang. Di pertemuan minggu berikutnya yang hadir cukup surut menjadi 12 orang, dan hari ini tinggal setengahnya. Saya mengampu pembelajaran conversation, pelajaran pertama adalah mengenai Greeting Someone. Kurikulum pembelajaran saya adopsi dari buku “Speak English, Please” karangan Slamet Riyanto.

Untuk mahir conversation bahasa inggris, rajin dan berani berbicara adalah kuncinya. Saya yang tadi penasaran dengan percakapan mereka, langsung saya tindak lanjuti dengan menugaskan mereka mempraktekkan percakapan berpasangan. Seru ternyata melihat mereka! Dalam hati saya, ini kader-kader HMI loh yang sedang berbicara bahasa inggris. Sebuah hal yang tak lazim ditemui. Saya mengolah pembelajaran tadi mulai dari latihan percakapan, belajar tata bahasa yakni penggunaan to be simple present form dan past tense form, soal latihan tertulis, latihan menerjemah bacaan hingga terakhir ditutup dengan presentasi. Di akhir pertemuan, saya minta dua orang untuk maju ke depan merangkum dan menjelaskan materi yang sudah saya berikan. Tanpa ragu, mereka langsung maju dengan yakin dan memang ternyata mereka dapat menjelaskan dengan bagus sekali dan memukau.

Peserta menyimpulkan hasil pembelajaran

Komisariat Takesi, pengelola komunitas ini telah menunjukkan dedikasi dan pengimplemetasian kelimuan yang baik. Ilmu yang didapat dari kampus untuk diabdikan dalam program nyata di organisasi. Komisariat Takesi adalah komisariat yang berada di Fakultas Tarbiyah & Keguruan dan Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Takesi sendiri adalah singkatan dari nama kedua fakultas tersebut. Gerakan semacam ini sudah sepatutnya menjadi salah satu identifikasi HMI, bahwa kader-kader HMI yang menuntut ilmu yang beragam harus mampu mengembangkannya untuk kemajuan organisasi secara khusus, dan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang umumnya. Konsep ini sudah secara matang difikirkan oleh sesepuh-sesepuh HMI dulu, mereka merancang didirikannya lembaga-lembaga di HMI, salah satunya adalah Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI). Namun, sangat disayangkan seiring waktu berjalan gerakan HMI semakin kurang jelas orientasinya, banyak diwarnai politik, ditambah lagi dengan persaingan tidak sehat, konflik yang mewarnai kehidupan HMI hampir di seluruh pelosok nusantara. Gerakan yang dilakukan oleh komisariat Takesi ini diharapkan mampu menjadi pemancing gerakan-gerakan produktif lainnya dalah gerakan ber-HMI.

HMI English Community ini berdiri atas inisiatif saya. Namun sebenarnya dorongan untuk mendirikannya muncul dari pesan salah seorang Senior HMI di Jakarta, ia katakana “Semoga nanti ada satu dua orang kader HMI Sumatera yang dapat kamu kirimkan ke Jerman sana”. Pesan tersebut disampaikannya ketika saya hendak berangkat ke Jerman pada September tahun lalu. Pesan tersebut terus terfikirkan dalam benak saya. Sepulang dari Jerman, saya terus berupaya mencari cara agar bisa mempopulerkan bahasa inggris di HMI. Namun keadaan tidak cukup mendukung, cabang Pekanbaru dilanda konflik dualisme. Keadaan ini membuat resah para kader-kader, ketegangan dan persinggungan meningkat dalam pergaulan HMI. Keterpecahan ini membuat aktifitas di HMI semakin meredup, banyak kader-kader yang akhirnya memilih mundur dan menarik diri dari hiruk-pikuk di HMI. Namun keinginan saya masih sangat kuat, saya terus mencari cara.

Akhirnya saya putuskan bahwa saya akan gandeng komisariat untuk mewujudkannya. Takesi, komisariat di mana saya berasal, menyambut baik gagasan yang saya tawarkan dan segera mengadakan rapat persiapan. Beberapa kali saya hadir pada rapat tersebut, dan selebihnya saya pandu melalui komunikasi di luar rapat. Ternyata mereka  dapat dengan baik menerjemahakn apa-apa yang saya instruksikan. Saya menyarankan kepada mereka agar dibuatkan struktur pengurusan komunitas ini, agar ada yang bertanggung jawab penuh untuk mengelolanya. Akhirnya ditunjuklah beberapa orang untuk mengisi jabatan, diantaranya sebagai ketua program, sekretaris, dsb. Lebih kurang dua bulan kemudian akhirnya komunitas ini secara resmi didirikan.

Satu minggu setelah persemian, komunitas ini langsung mengadakan diskusi dengan mengundang pemateri dari luar HMI. Adalah Yuspa Rizal S.Pd, alumni UIN Suska Riau yang pernah meraih beasiswa pertukaran pelajar dari IIEF ke Amerika, yang mengisi diskusi tersebut. Adapaun tema yang diangkat adalah “What’s importance of study English”. Diskusi ini bertujuan, selain guna menambah wawasan peserta mengenai bahasa inggris dan manfaatnya, juga ditujukan untuk menjadi sarana pengenalan komunitas ke khalayak di luar. Sebab model pengembangan komunitas ini diarahkan untuk dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak luar secara efektif, baik itu secara personal, hubungan antar komunitas, dan kerja sama dalam agenda, sehingga komunitas ini pun dapat memainkan peran yang lebih luas.

Kehadiran komunitas ini diharapkan juga menjadi salah satu metode yang baik dan efektif untuk merekrut lebih banyak mahasiswa untuk menjadi anggota HMI, sebab yang dapat menjadi anggota komunitas ini syaratnya adalah kader HMI. Komunitas ini dijadikan sebagai jawaban atas pemenuhan student interest dan student need. Mengundang ketertarikan mahasiswa terhadap HMI, membalikkan paradigma mahasiswa bahwa di HMI tidak hanya demo dsb. Tetapi juga banyak manfaat dan kegiatan positif lainnya.

Komunitas ini sudah berjalan tiga minggu, namun ternyata masih ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Sebagaimana kendala yang umum dihadapi organisasi mahasiswa; kekurangan dana. Untuk fasiltas pembelajaran sementara, digunakan papan tulis tanpa rangka (hanya papan) dan diletakkan di atas kursi. Mensiasati dana, komisariat dan pengelola program telah berinisiastif untuk iuran dana, selain juga didapat dari kontribusi peserta. Melalui ini, diharapkan juga perhatian dari senior dan alumni untuk dapat membantu menyokong terselenggara dan berlangsungnya komunitas ini dengan baik.

Bersyukur dan ikhlas. Bahagia HMI.


 Pendaftaran program masih dibuka! Ayo segera bergabung.
Informasi: Hubungi 081362014412 (Tika)

Pamflet pendaftaran HMI English Community

Article, My Story

Visi melampaui generasi

[dropcap style=”flat”]S[/dropcap]aat di Jerman, saya bertemu dengan Mr. Gregor Ziegler. Pemilik perusahaan Ziegler, sebuah industri energi terbarukan yang berkembang pesat di Jerman. Pasarnya sudah masuk Eropa dan sekitarnya. Ziegler berlokasi di kota Flossburg, sebuah kawasan sejuk yang hampir sebagian besar permukaan datarannya ditutupi oleh padang rumput hijau yang menyegarkan mata.
Dengan Mr. Ziegler
Mr. Ziegler bilang kepada saya “10 atau 20 tahun lagi harus kamu yang gantian menerima kunjungan mahasiswa ke perusahaanmu”. Dia bercerita bahwa Ziegler, perusahaan besar ini dirintisnya dari kecil, dikembangkannya dari hobinya mengelola produk hutan (pohon), saat akhirnya bisnisnya sukses adalah ketika ia sudah masuk usia senja. Tapi siapa kini yang menikmati? Ya anak-anak dan keluarganya mendapat warisan dari impian dan kegigihan sang kakek. Nah begitu juga dengan kita, kalau tidak kita yang bersemangat saat ini maka siapa lagi yang akan membangun sejarah membanggakan setidaknya pada keluarga sendiri.
Sering tidak kita perhatikan keluarga yang dari moyangnya orang berpendidikan tinggi, coba deh lihat anak-anak sampai cucunya biasanya juga adalah orang-orang terpandang yang berpendidikan tinggi. Kakek atau nenek mereka telah memberikan warisan paling berharga pada generasi mereka. Hasil jerih payah dan tekad sang kakek atau nenek yang dulunya gigih memperjuangkan pendidikannya.
Inspirasi dari Mr. Ziegler hanyalah salah satu dari apa yang saya dapat selama pertukaran pelajar yang saya jalani. Kisah perjalanan yang sempat saya cicip itu kini alhamdulillah menjadi bara motivasi yang selalu membakar semangat untuk terus giat berusaha, naik ke level tinggi dan lebih tinggi lagi. Bahwasanya, saya dulu pernah berhasil berjuang, masa’ saat ini saya harus loyo? Standar harus terus naik. Apa kira-kira visimu yang melampaui generasi, sobat?
Article, My Story

Once upon a time in Yogyakarta: momen LK II HMI

[dropcap style=”flat”]M[/dropcap]elihat kembali foto-foto memori membuat saya senyum-senyum sumringah atas apa yang sudah saya lakukan. Termasuk kisah perjalanan di foto ini. Kedatangan saya ke Yogyakarta pertama kali ialah pada tahun 2012 lalu, namun sebenarnya perjalanan ke Yogya ini adalah bonus karena sama sekali tidak direncanakan sebelumnya.

Di depan Monumen serangan umum 1 Maret 1949. Yogyakarta

Tepatnya sekitar bulan Juli 2012 lalu, bulan di mana kawan-kawan seangkatan di kampus pada sibuk-sibuknya mengerjakan skripsi dan mengurus perhelatan pemasangan toga, sementara saya mulai sibuk pula mengurus hal lainnya yakni menyiapkan babak baru perjalanan perdana menggunakan pesawat terbang. Entah mengapa di tahun-tahun saat seharusnya saya mempersiapkan kelulusan, saya merasa ada cita rasa yang kurang dari diri ini, saya masih merasa gersang dan butuh mengeksplorasi hal-hal baru dan kejadian itu berlangsung sangat kejam, bahwa saya meninggalkan sama sekali urusan kampus dan memilih menuruti apa yang pikiran dan hati tuntunkan.

Mulailah saya memantapkan hati untuk mengikuti Latihan Kader II (Intermediate training) HMI. Dalam angan saya, sekali jalan harus dua tiga pulau terlampaui. LK II HMI memang sudah saya targetkan sejak jauh hari, namun menjelajah Ibu Kota dan naik pesawat terbang juga sudah terselip dalam impian saya. Saya berfikir keras bagaimanalah caranya agar ini kesampaian. Dan ini pun berlangsung sangat ambisius, tidak masalah uang pas-pasan, tidak masalah jikalau pun harus pergi sendiri. Yang penting sampai..

Menguras fikiran akhirnya dapatlah saya jalan dan jatuhkan pilihan pada LK II HMI yang akan dilaksanakan di Cilegon. Selesai di Cilegon harus singgah di Jakarta (titik).

Bukannya mengolah skripsi, malah saya sibuk-sibuknya membuat makalah yang akan disajikan pada saat LK II nanti. Ada lebih kurang satu bulan saya investasikan untuk persiapan, mulai dari menyiapkan syarat-syarat lainnya seperti Screening Test, Surat Rekomendasi, belajar kembali materi-materi HMI, dan termasuk cari tahu mengenai cara naik pesawat terbang (maklum pertama kali dan berangkat sendiri). Kalau soal biaya, alhamdulillah pada saat itu saya lagi banjir-banjirnya terima uang (beasiswa dsb) sehingga digunakan sebagian untuk mewujudkan impian.

Akhirnya sampailah saat keberangkatan, 9 Juli 2012. Beberapa orang teman mengantarkan saya sampai ke Bandara SSK Pekanbaru. Saat itu cukup cemas rasanya, nasihat teman-teman malah membuat saya semakin bingung. Nanti sampai di bandara langsung check in, bayar airport tax, perhatikan nomor penerbangan dan blablabla. Saya takutnya malu-maluin, tapi sebenarnya itu tidak menjadi persoalan, mungkin dasarnya gengsi saja. Mulai naik pesawat dan merasakan dag-dig-dug saat mulai terbang, agak panik sih sebenarnya, tapi saya pura-pura terbiasa saja. Sampai akhirnya ngobrol dengan orang disebelah memaksa saya untuk jujur mengatakan bahwa saya baru pertama kali naik pesawat dan baru akan pertama kali juga ke Jakarta. Dan untungnya laki-laki paruh baya teman ngobrol saya itu cukup bersahabat, walaupun saya tahu dia cukup tertawa kecil terhadap saya di dalam hati. Orang itu menasehati saya dan memberikan pesan agar nanti di Jakarta harus begini dan begini, sehabis disini sambung damri kesini, dan ketemu orang jangan begini. Segala macam ia beritahu ke saya, termasuk mengingatkan di Jakarta rawan penipuan dan copet, kamu harus hati-hati katanya. Tampak raut mukanya menunjukkan bahwa ia lelah ingin tidur, namun karena saya terus saja bertanya ini dan itu akhirnya ia pun seperti keasyikan bercerita. Terakhir ia mengatakan bahwa ia akan ke Singapura mengunjungi istrin dan anak-anaknya disana.

Sampai di Bandara Suta dan berbekal catatan rute perjalanan yang harus ditempuh agar sampai di Cilegon. Saya cukup linglung, banyak sekali orang yang menawari jasa perjalanan dan dari tiga orang agen yang menemui saya ketiganya memberi rute yang berbeda-beda pula, satunya mengaku rute ini lebih cepat dan lebih murah. Lama juga saya berdiam diri sambil duduk membolak-balikkan buku, mencoba mengalihkan perhatian para calo yang terus mebuntuti. Satu jam lamanya hingga saya memutuskan untuk memilih jalan yang hati saya katakan benar, naik damri! Saat bertanya mengenai rute damri pun kembali saya mendapat beragam jawaban, sampai saya berfikir apakah saya akan hilang dan tersesat di Jakarta ini? Akhirnya saya naik damri dan turun di kawasan pluit. Sampai disana nanti kamu tanya aja lagi kata seorang bapak di bus damri. Turun di pluit saya langsung ditarik beberapa calo bus terminal bayangan, saya bilang mau ke Cilegon, semua agen mengatakan iya ini bus ke Cilegon. Saya panik dan kembali berpura-pura diam dan ada perlu lain sehingga mereka mengabaikan saya. Saya coba tanya ke seorang penjual asongan, saya yakin orangnya baik dan jujur. Terang saja, dia mengatakan untung kamu gak ikut bus itu. Kamu harusnya nyebrang ke seberang sana, jalan terus sampai halte dan nanti lihat ada bus dan naik bus yang ada tulisan ini warna ini, nah itu cuma bus yang ke Cilegon dari sini. Behh…saya kaget! Apa jadinya kalau saya ikut bus tadi. Hati saya mengatakan bahwa ia orang jujur dan saya pilih ikuti saran orang itu. Akhirnya benar, saya jalan ke Cilegon dan butuh sekitar 5-6 jam hingga akhirnya sampai ke tempat yang saya tuju.

Seminggu mengikuti LK II di Cilegon dan sampailah saatnya pulang. Beberapa kawan akhirnya sepakat diajak kompromi untuk memilih tidak langsung pulang melainkan jalan ke Ibu Kota terlebih dahulu. Akhirnya pagi terakhir di Cilegon kami diantarkan ke stasiun kereta api untuk berangkat ke Jakarta. Sampai jua akhirnya di tanah batavia.

Di Jakarta, kami yang semua tidak paham seluk beluk jalan Ibu Kota akhirnya kembali berkelana dengan meraba-raba, menerka-nerka dan bertanya. Tetapi karena kami ramai maka setidaknya jelas lebih berani dan tidak terlalu was-was. Di Jakarta kami berkeliling panjang, mulai dari Menteng Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan semua nama bagian Jakarta kami kelilingi. Kami menginap di sekretariat PB HMI yang terletak di kawasan Menteng. Dari sinilah kami menjelajah Ibu Kota, dari rusun-rusun kumuh hingga menara gedung tinggi dan kantor pemerintahan. Termasuk kantor Kemenpora, pada saat itu saya ingat sekali awal petama Andi Malaranggeng diperiksa di kantornya. Saat kami mampir disana dan mencoba menemui kanda Andi Malaranggeng, bagian tamu mengatakan bahwa sedang ada pemeriksaan oleh BPK dan KPK (seingat saya) sehingga untuk sementara tamu tidak diperkenankan bertemu.

Di Jakarta kami berkeliling seperti tidak mengenal lelah dan lapar, mulai dari main ke taman suropati, museum proklamasi dan banyak deh pokoknya. Ada sekitar satu minggu hingga akhirnya saya dan kawan-kawan berpisah. Dua orang kawan yang masing-masing berasal dari Sidrap dan Aceh memilih untuk pulang terlebih dahulu, sementara saya dan dua orang kawan yang berasal dari Batam memilih untuk bertualang ke Yogyakarta. Horeee besok saya akan ke Yogja..!

Perjalanan ke Yogyakarta kami rencanakan menggunakan kereta api, pagi itu kami sampai di stasiun kereta tetapi ternyata tiket jurusan Yogya sudah habis terjual. Tidak patah arang, kami memilih untuk pergi ke terminal bus dan mencari kemungkinan bus yang berangkat ke Yogya. Adalah akhirnya bus Raharja Putra Mulia yang mengantarkan kami lewat jalan darat sampai di Yogya.

Di Yogya kami menginap di daerah Bantul, cukup jauh dari pusat kota. Kerabat salah seorang kawan kebetulan tinggal disana, sehingga tidak ada tempat lain untuk mendapatkan penginapan gratis selain disana. Saat itu sudah masuk bulan puasa, sehingga puasa pertama adalah di Yogya. Walau dalam kondisi berpuasa, tidak menyurutkan langkah kami mengeliling Yogya. Kami terus menjelajah, main ke Malioboro sampai ziarah ke makam almarhum Prof. Lafran Pane (pendiri HMI). Perjalanan ini seperti napak tilas sejarah HMI. Banyak tempat yang kami kunjungi di Yogya, selain jalan-jalan tidak lupa pula belanja. Baju batik oleh-oleh dari Yogya masih saya simpan hingga saat ini.

Saat di Yogya, keputusan sulit harus diambil. Dua orang teman yang berasal dari Batam sudah dibelikan tiket pulang oleh seniornya, dan tiket itu berangkat dari Yogya. Saya ciut karena saya belum punya tiket dan uang untuk pulang ke Pekanbaru. Saran dari kawan, saya disuruh balik ke Jakarta diongkosi dan nanti di Jakarta saya cari cara untuk pulang ke Pekanbaru.

Akhirnya stasiun kereta api Lempuyangan Yogya memisahkan saya dan kawan-kawan. Berangkat malam dari Yogyakarta menuju Jakarta seorang diri dalam perjalanan 12 jam.

Tiba di Jakarta, namun kali ini saya seorang diri. Saya menginap di mushalla PB HMI. Masih ingat jelas bahwa ketika itu PB HMI sedang konflik sehingga sangat jarang senior-senior HMI yang beraktifitas disana saat itu. Padahal harapannya saya bisa ketemu banyak senior dan dapat bantuan untuk biaya pulang. Beberapa orang senior memang ada yang saya jumpai disana, tetapi belum ada yang berikan bantuan biaya. Mereka kasih saran untuk temui kakanda ini dan kakanda itu, saya dikasih alamat dan kantornya di Jakarta. Memberanikan diri akhirnya kali ini saya berkelana sendiri, sudah merasa cukup terbiasa.

Selain itu, saya inisiatif untuk menghubungi kanda-kanda pemateri pada saat LK II kemarin. Betapa beruntungnya saya ketika hampir semua yang saya hubungi merespon dengan baik dan memberikan bantuan biaya. Cerah juga jalan saya untuk pulang. Namun, tidak lantas saya memlilih pulang. Saya ingin menikmati Jakarta beberapa hari lagi. Saya hubungi teman yang saat itu kuliah di Jakarta, beliau berdomisili di daerah Ciputat, lagi-lagi seorang diri saya menyusuri jalanan Jakarta. Dengan sahabat saya itu, saya diajakan mengunjungi beberapa tempat dan istimewanya diajak menyaksikan Kick Andy live dari studionya. Wah keren banget ini.

Tidak terasa sudah hampir satu bulan saya di Jakarta. Banyak agenda yang saya jalani disini. Setalah nginap beberapa hari di rumah sahabat saya di Ciputat akhirnya saya kembali ke Menteng, dari Menteng saya diajak untuk tinggal beberapa hari dengan senior HMI yang berasal dari Pekanbaru. Bersama beliau, kembali saya diajak keliling Jakarta, sampai ke ujung di pelabuhan ikan muara angke.

Meski saat itu bulan puasa, namun alhamdulillah puasa saya penuh tanpa bolong seharipun selama disana. Ada cerita menarik ketika mengenai puasa di Jakarta, saya diajak untuk ikut agenda buka bersama di rumah salah seorang Alumni HMI, Akbar Tandjung. Di Jakara memang sering diselenggarakan acara seperti itu, bahkan presiden, menteri dan tokoh-tokoh lainnya punya jadwal acara sendiri di rumahnya dan mengundang banyak pejabat dan tokoh lain untuk hadir. Di rumah Akbar Tandjung, saya kurang ingat alamat rumahnya, disanalah pertama kali saya bertemu dengan kanda Anas Urbaningrum – yang saat ini sedang dirundung masalah. Saya ingat ketika itu mantan presiden BJ. Habibie yang memberikan ceramah di rumah Akbar Tandjung.

Sekitar satu minggu menjelang lebaran akhirnya saya pulang kembali ke Pekanbaru bersama senior HMI. Petualangan panjang sudah mendekati akhir.

Sampai di Pekanbaru, awal niatnya saya akan fokus mempersiapkan untuk tamat. Namun dasar petualang, hati ini tetap gelisah. Ada satu lagi yang mengganjal di hati, impian saya untuk ke luar negeri sebelum tamat kuliah terpaksa harus diabaikan dan mungkin akan jadi mimpi selamanya jika saya memilih untuk menyudahi petualangan ini. Keinginan saya kembali liar, saya pilih investasikan waktu untuk menggapai mimpi ke luar negeri. Wisuda kembali saya tunda.

Akhirnya tercapai juga mimpi saya ke luar negeri, Filipina dan Jerman menjadi saksi pencapaian saya di tahun setelahnya, 2013. Saat ini di 2014 insya Allah saya sudah menggenapi semua angan-angan dan impian saya selama kuliah. Hari ini saya baru mendaftar untuk ikut ujian Munaqasyah (ujian skripsi). Insya Allah saya akan tamat di awal tahun ini. Do’akan ya…

Article, My Story

Ibuku kini orang penting (Teori post-parental women, emansipasi wanita dan analisis kisah Megawati)

[dropcap style=”flat”]B[/dropcap]eberapa bulan ini saya merasa cukup aneh dan terkaget-kaget dengan Ibu saya, Ibunda Hartati. Sekarang jika saya coba komunikasi dengan Ibu (saya memanggilnya Mama), maka sering kali saya dapati balasan sms atau telfon bahwa Ibu sekarang lagi sibuk ada pertemuan disana dan disini dengan warga masyarakat.

Foto keluarga (Lebaran 1434 H)

Ibu saya memang aktif dan berkiprah sejak dulunya di lingkungan masyarakat, namun kalau saya katakan saat ini Ibu sudah jadi orang penting. Kiprahnya sekarang begitu besar dan semakin terasa. Beliau dipanggil kesana kesini untuk membangun bersama masyarakat. Saya merasa bangga, sekaligus kadang saya merasa lucu dan tergelitik dengan curhat-curhat ibu saya yang begitu jelasnya ia menceritakan bagaimana kiprahnya saat ini. Ya beliau sudah membesarkan saya dan anak-anaknya, ia kini mempunya waktu luang yang cukup besar dan itu dimanifestasikan dengan aktualisasi dirinya ke dalam masyarakat.

Saya jadi ingat apa yang disimpulkan oleh David Gudmann yang membuat studi tentang Megawati. Ada juga Mclntyre yang melakukan hal yang sama. Mclntyre menyebutkan bahwa karir politik Megawati, Ibu rumah tangga ini dimulai dengan hidup tenang dengan awalnya mengurus anak-anak.

Sejarah mulanya adalah ketika Soerjadi sadar dengan pengaruh Bung Karno, Soerjadi yang waktu itu menjabat sebagai ketua umum DPP PDI ingin memanfaatkannya dengan menampilkan putri-puti tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, salah satunya Megawati, sebagai calon anggota DPR mewakili partainya periode 1987-1992. Asumsi Soerjadi ini tidak salah, buktinya saat kampanye politik PDI pada pemilu tahun 1992 gambar-gambar Bung Karno bertebaran.

Namun sampai kongres PDI di Medan pada tahun 1993, Megawati ketika itu juga bersama Guruh Soekarnoputra masih belum memperlihatkan tanda-tanda pengaruhnya. Nama Megawati tidak masuk perhitungan sebagai calon Ketua Umum DPP PDI periode itu. Meskipun pada saat itu Soerjadi terpilih kembali menjadi ketua umum, kisruh yang terjadi menanggapi hasil keputusan tersebut memunculkan dorongan untuk diadakannya Kongres Luar biasa (KLB) PDI yang beberapa thesis menyebutkan bahwa ini adalah faktor peran Negara yang ingin mendominasi dan berusaha melemahkan pengaruh sumber-sumber kekuatan di luar Negara. Sama halnya pada kasus Mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang dipisahkan dari organisasinya (NU). Abdurrahman Wahid yang ketika itu menjadi ketua umum PBNU dengan massa berjumlah puluhan juta harus disingkarkan dan dibatasi ruang geraknya. Negera, ketika itu takut akan perluasan transformasi politik dan pengaruh organisasi besar diluarnya, oleh karenanya jumlah partai yang peserta pemilu dibatasi menjadi hanya tiga (PPP, Golkar dan PDI). Dampaknya Abdurrahman Wahid dengan potensi sumber kekuasaan yang besar belum bisa ditransformasikan menjadi kekuasaan politik yang real. Begitu jualah yang terjadi dengan Soerjadi. Ia disingkarkan dari organisasinya melalui rekayasa yang menyebabkan terjadinya KLB.

KLB PDI telah membuka jalan bagi Megawati untuk meraih sumber kekuasaan politik, namanya mulai mencuat sebagai kandidat ketua umum. Meskipun pada saat itu tokoh-toko PDI lainnya menyangsikan kemampuan Megawati dalam memimpin dan memahami aspirasi rakyat. Berbeda kisahnya dengan Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gusdur. Negara melihat Gusdur sebagai bibit potensial yang akan menandingi kekuatannya. Namun sepak terjang Gusdur ternyata sangat tajam, tidak surut dengan lepasnya ia dari kekuasaan tertinggi NU ketika itu yang terjadi pada Muktamar NU tahun 1994 – yang dapat dikatakan bahwa sebenarnya itu adalah pertarungan antara kekuasaan Negara berhadapan dengan Gudsur. Untungnya bagi Gusdur, perubahan orientasi politik negara dengan memberi angin kepada kalangan “Islam Modernis Kota”  yang mengkonsolidasikan diri melalui Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) – yang pendiriannya diresmikan Negara. Restu negara ini menunjukkan sikap negara yang membuka diri dari isolasi terhadap kekuatan-kekuatan masyarakat ke arah yang lebih terbuka. Gusdur berhasil merebut kekuasaan politik melalui kiprahnya awalnya mendirikan organisasi Fordem (Forum Demokrasi), di mana ia sendiri bertindak sebagai ketuanya. Terbentuknya Fordem telah menggabungkan sumber kekuatan Gusdur dari massa Islam, non-Islam dan “sekuler”. Dengan dasar-dasar dan sumber-sumber inilah akhirnya Gusdur mentranspformasikan potensi kekuatannya ke dalam struktur kekuasaan kongkret dan resmi dalam konfigurasi kekuatan-kekuatan politik dengan didirikannya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Melalui PKB, Gusdur berhasil melembagakan basis kekuatan politik resmi untuk tujuan yang lebih besar. Melalui PKB, Gusdur melangkah menuju kursi Presiden.

Kembali membahas Megawati, haruslah diingat bahwa Megawati adalah perempuan. Melejitnya pengaruh Megawati selain karena pengaruh Soekarno, dan kemampuan Megawati yang terus terasah dan terbukti. Melainkan juga adalah pengaruh identitasnya sebagai perempuan itu sendiri. Laki-laki yang dipimpin oleh Megawati menjadi terpesona dengan kemampuan yang dimilikinya dan hal ini membuat lawan-lawan politik Megawati menjadi pusing. Keberhasilan seperti ini juga bisa terlihat pada Cory Aquino, Aung San Suu Kyi dan Benazir Bhuto. Juga karena mereka perempuan dapat menyimbolkan kemurnian, karena ia bukanlah kepala keluarga, bukan pemimpin kaum preman, juga bukan pemimpin konglomerat, bukan jendral dan lainnya.

Tetapi, jika alasannya karena perempuan, mengapa putri-putri Bung Karno lainnya, seperti Rachmawati dan Sumawati tidak menikmati pengaruh yang sama? Pertanyaan ini hanya ingin menunjukkan bahwa Megawati sesungguhnya punya karakter sendiri. Jika yang muncul sebagai representasi Bung Karno adalah Guruh, Guntur, Rachmawati, atau yang lainnya belum tentu dan kemungkinan besar tidak akan mencapai sukses seperti Megawati.

Dalam berbagai kemelut politik yang dihadapinya Megawati Justru tampil “garang”. Sikap seperti ini, dikatakan Mclntyre adalah sikap dari kaum perempuan yang telah mengalami post-parental women. Ini terbukti dengan alasan ketika megawati berkata tentang alasannya masuk politik pada 1987: “Saya tak bermimpi menjadi pemimpin. tetapi, karena saya kira anak-anak sekarang sudah dewasa, saya bisa aktif dalam dunia politik.

Post-parental women merupakan fase dimana kaum perempuan telah menemukan diri dalam kapasitas, baik sebagai eksekutif maupun (kepemimpinan) politik yang sbelumnya terbiarkan dan tidak disadari. Asal-usul kapasitas ini ada di dalam sifat-sifat agresif yang karena mengalami keadaan sangat darurat (chronic emergency) ketika bertindak sebagai orang tua, mengasuh keluarga dan anak-anak terpaksa diberikan kepada suami-suami atau partner-partner mereka. Namun kemudian, (kapasitas) itu mereka peroleh kembali setelah asuhannya menjadi dewasa.

David Gutmann menyebutkan bahwa ada sifat-sifat keibuan dalam diri Megawati yang berpengaruh besar terhadap daya imbauannya dalam aktivitas politik. Tetapi mengingat alasan utama terjunnya Megawati ke dalam dunia politik bersifat post-parental women, maka ujar Mclyntyre, sangat memungkinkan bagi kita untuk menganggap bahwa apa yang sesungguhnya sedang kita lihat bukanlah figur lemah-gemulai dan bersifat keibuan, melainkan seorang perempuan post-parental yang tegas dan androgeny.

Hal ini juga yang membuat saya befikiran bahwa Emansipasi wanita adalah hal yang salah kaprah dalam artian sebenarnya. Emansipasi wanita saat ini sangat radikal, bahwa perempuan-perempuan muda diangkat derajatnya setara dengan laki-laki dan diberi wewenang dan hak yang sama untuk bebas menuruti keinginan karirnya, sehingga menyebabkan banyak Ibu muda yang lalai dan anak-anaknya terbengkalai. Mereka tidak memenuhi hak anak untuk mendapat asuhan dan kasih sayang penuh dari orang tua, ini menyebabkan anak-anak tumbuh besar dengan miskin perhatian. Dan ini juga yang menyebabkan prilaku-prilaku aneh dari perbuatan anak muda yang saat ini banyak menyimpang. Mereka berbuat kriminal, narkoba dan tidak jelas masa depannya sebagai pelarian atas perhatian dan kasih sayang yang seharusnya mereka dapatkan dari lingkungamn terdekatnya, yaitu keluarga.

Maka, emansipasi yang bisa didapatkan dengan sepenuhnya, menurut hemat saya adalah bagi wanita-wanita yang sudah bebas tanggung jawab rumah tangga. Dalam artian telah membesarkan anak-anak mereka hingga cukup dewasa dan mampu mencoba mandiri. Sehingga peran Ibu sudah masuk ke dalam fase pengawasan dan pengarahan saja, dan ini bisa dijalani dengan cukup ringan. Sehingga para Ibu bisa membagi fokusnya pada akselerasi dan pengabdian karirnya di luar rumah tangga.

Malam ini saya baru menelfon Ibu, satu jam berbicara dan bercerita, lalu beliau minta izin untuk mengakhiri pembicaraan karena harus bersiap-siap lagi “terjun”. “Mama mau terjun lagi do, malam ini ada pertemuan. Mama shalat dulu dan siap-siap ya. Nanti kita telfon lagi”, ucap Ibu. Oh Ibuku….sukses selalu Ibu. I Love you.

Article, My Story

Nasihat dari Ketua Umum Pengurus Besar HMI (PB HMI)

Cak Nur memberikan pesan kepada para aktivis yang kemudian pesan tersebut diriwayatkan oleh kakanda Muhammad Arief Rosyid Hasan ketua umum PB HMI yang disampaikannya ketika sharing dan temu ramah dengan pengurus BADKO HMI RIAU-KEPRI di Batam tanggal 21 kemarin.

Dengan Kanda Arif Rosyid (Ketua Umum PBHMI)

Kanda Arief menyebutkan dalam sambutannya bahwa dulu Cak Nur pernah mengatakan bahwa “Aktivis itu akan menuai hasil perjuangannya idealnya dalam kurun waktu 10 tahun mendatang”, itu berdasarkan proses yang ideal tambahnya. Tetapi jika dibarengi dengan akselerasi yang baik dan optimal maka hasil perjuangannya bukan tidak mungkin diperoleh dalam waktu yang lebih cepat. Namun fenomena yang terjadi saat ini adalah para aktivis cepat terlena dan sangat oportunis, aktivis bergerak karena ada manfaat bagi dirinya dan manfaat yang dimaksud sudah bergeser dengan sangat prinsipil. Bergerak karena ada keuntungan materi, dimobilisasi karena ada uang. Bahkan banyak juga aktivis yang akhirnya menyerah karena berfikir tidak ada hasil yang diperolehnnya melainkan hanya aktifitas yang sia-sia belaka. Ini sungguh sangat salah kaprah.

Aktivis saat ini sudah banyak yang keliru, mereka bergerak bukan karena ingin membesarkan diri dan organisasinya melainkan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Mereka tidak lagi berjalan dengan intelektual, melainkan “proposal”. Kecendrungan mereka untuk berorganisasi adalah semata untuk “mencari hidup” di di dalamnya. Namun dibalik kenikmatan sesat dan sesaat yang didapat itu mereka tidak menyadari hukumnya bahwa “Jika engkau membesarkan organisasi maka ia akan membesarkanmu, kalau engkau berbuat zalim di organisasi maka ia akan menghancurkanmu sehancur-hancurnya”, sudah banyak contohnya, ujar kanda Arif.

Kanda Arif juga menyebutkan bahwa amanah itu adalah harga diri dan ia harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Amanah dan nama organisasi itu melekat di dalam diri, jadi setiap perbuatan kita tidak secara tidak langsung juga membawa nama organisasi. Kita harus menyadari itu. Namun realitas yang terjadi bahwa aktivis organisasi banyak yang berbuat menyimpang, menjual organisasi kemana kemari. Mereka “Mengkapitalisasi organisasi”, maksudnya memperkaya diri di organisasi. Mencari nafkah dari organisasi. Dalam pengakuanya, kanda Arif juga menyebutkan bahwa selama satu semester kepengurusannya ia terus “berperang” dengan orang-orang dan senior yang menganggap HMI itu adalah kantor, tempat “kapitalisasi organisasi”. Ia juga mangatakan bahwa “orang Jakarta” itu seolah merekalah yang memiliki Indonesia. Ia juga mengalami kesulitan dalam kepengurusannya karena orang-orang saat ini syaratnya untuk bergerak sedikit-sedikit uang bahkan banyak yang terus terang meminta transaksi agar kawan-kawan bisa dimobilisasi maka harus ada sejumlah rupiah.

Seharusnya di HMI ini kita belajar dan berjuang, mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. HMI ini adalah kawah candradimuka tempat kita ditempa. Namun lagi-lagi, orang yang tidak kuat menjalani proses akhirnya terseret. Di HMI kita tidak diajarkan untuk berbuat macam-macam, HMI mengajarkan ilmu yang baik dan seharusnya ilmu itu digunakan untuk hal-hal yang baik pula. Kalau berfikir untuk kepentingan hidup, maka kepentingan itu akan selalu ada. Jika kita berbuat baik maka akan ada saja jalan baik untuk kita bisa terbantu. Kanda Arif juga mengingatkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan harus menarik, idenya harus brilliant. Maka dengan itu kegiatan tersebut akan bernilai mahal. Ia juga mewanti-wanti untuk tidak terpaku pada agenda yang mainstream dan juga agar tidak terlalu menanggapi hal-hal yang tidak strategis. Dalam hal ini, BADKO harus mendorong cabang-cabang untuk meningkatkan kreatifitas. Optimisme harus terus dibangun, melihat geliat-geliat aktifitas HMI di komisariat-komisariat kita percaya bahwa HMI ini tidak akan mati, ujar kanda Arif. Aktifitas di komisariat masih luar biasa. Yang kelimpungan itu orang-orang yang di atas yang kepentingannya sudah berbeda dari tujuan organisasi.

Jika kita terus berbuat yang terbaik maka organisasi ini kelak akan menjadi penolong. Kanda Arif bercerita mengenai terpilihnya dan menguatnya dukungan terhadap Abraham Samad ketika menjalani pemilihan sebagai ketua KPK dan juga contohnya ketika Hamdan Zoelva terpilih sebagai ketua MK. Selain kapasitas dan kapabilitas yang dimiliknya yang membuatnya akhirnya terpilih, ada hal yang juga sangat menentukan bahwa “dia itu kawan kita juga”, atau istilahnya adalah HMI Connection. “Kodenya itu”, ujar kanda Arif. Abraham Samad dan Hamda Zoelva adalah mantan aktivis HMI.

Ada hal yang sangat memprihatinkan jika kita amati ucapan kanda Harry Azhar Aziz dalam pembicaraanya di dialog pelantikan BADKO di Batam ketika itu. Ia menyebutkan bahwa saat ini mantan anggota HMI itu sudah menyebar hampir di seluruh lembaga pemerintahan, baik itu di DRR, KPU, KPPU, dan sebagainya. Sekitar 30-40% alumni HMI ada di setiap lembaga pemerintahan. Tetapi kenapa negara ini juga tidak kunjung baik? Kanda Harry menyebutkan bahwa kebanyakan kita adalah orang agama tetapi perilakunya tidak agamis. Barangkali hal ini juga yang menjadi sorotan Kanda Arif bahwa sistem yang ada yang akhirnya melipat kawan-kawan untuk berbuat macam-macam. Segelintir orang akhirnya terseret kedalam jurang. Sebut saja beberapa orang alumni HMI yang saat ini terjerat kasus korupsi, namun adilkah kita jika terlalu membesar-besarkan penyebab masalah itu akibat proses yang ada di HMI. Sungguh tidak adil jika kita menilai begitu, HMI tidak pernah mengajarkan hal-hal buruk. Kita harus tetap membangun optimisme, ujarnya.


Catatan: Tulisan ini dibuat dengan modifikasi dan penambahan ide dari penulis. Redaksi dan penjelasan beberapa kata-kata dari narasumber tidak sepenuhnya murni, ada pengembangan ide dan penambahan gagasan dari penulis. Foto: Seusai acara pelantikan BADKO HMI Riau-Kepri periode 2013-2015 dan seminar nasional tentang rekayasa politik dan penegakan supremasi hukum untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan. Batam, 21 Desember 2013.

Article, My Story

Lima kali aku bermimpi; sebuah sajak

Alf laam miim
lima kali aku bermimpi
kali pertama sua Al-Ayyubi
kepadaku ia berwasiat sepenuh hati
cintai Rasulmu
karena itulah senjataku dulu
waktu mengembalikan Al-Aqsha
ke pangkuan agamaku

Kali kedua dua Al-Fatih
kepadaku ia berbisik lirih
cintai rasulmu
karena itulah senjata Al-Ayyubi
yang ku pinjam
kala menaklukkan konstantinopel
di bawah kaki

Kali ketiga sua diponegoro
kepadaku ia berkata purna
cintai rasulmu dan belalah negerimu
karena seperti itulah aku dahulu
melawan kepongahan para kuffar penjajah
yang menginjak-injak
ini pertiwi punya muruah

Kali keempat sua Soedirman
kepadaku ia serius berpesan
teruska perjuanganku
yang belum tertuntaskan
aku ini jenderal santri
darahku darah santri
nyawaku nyawa santri
nafasku nafas santri
lahir dan besarku asuhan kiai
kubela mati-matian Indonesia ini
karena menggenapi pesan baginda Nabi
yang ditancapkan kiaiku ke sanubari

“Insyaflah!
barangsiapa mati
padahal hidupnya
belum pernah berperang
membela keadilan
bahkan hatinya berhasrat perangpun tidak
maka matinya ia
di atas cabang kemunafikan”
Allahu akbar! Allahu akbar!

Kali kelima aku bermimpi
melihat cahaya terang sekali
tak kuat aku memandangnya
hingga pingsanlah aku dibuatnya

Duhai Tuhan
mungkinkah itu cahaya Muhammad
yang ku rindukan siang dan malam?

Duhai Tuhanku
beri aku kekuatan
yang tak kan pernah Engkau berikan
kepada orang sesuah aku di kemudian


 

:: Karya Ust. Rich (Kang Monif, Ph.D)

Dalam buku Rasulullah Business School

rasulullah-business-school

 

 

Close